{"id":15956,"date":"2024-04-04T01:45:19","date_gmt":"2024-04-04T01:45:19","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=15956"},"modified":"2024-04-04T01:45:19","modified_gmt":"2024-04-04T01:45:19","slug":"sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/","title":{"rendered":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY"},"content":{"rendered":"<p>Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Setiap bulannya pemerintah DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia non penerima pensiunan, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).&#8221; Besaran bantuan pangan yang sudah berjalan selama 3 bulan ini senilai Rp 300.000 per bulan, dan bantuan itu disalurkan melalui rekening digital para lansia berusia di atas 60 tahun keatas.<\/p>\n<p>&#8221; Hal itu disampaikan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meluncurkan Program Bantuan Sodial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) pada hari Rabu tanggal 3 April 2024 di warung Arnis Wukirsari Kabupaten Sleman.&#8221; Gubernur mengatakan, warung Arnis adalah salah satu warung yang termasuk dalam warung lanjut usia Yogyakarta Waluyo yang menjadi tempat bagi para lansia membelanjakan bantuan yang diberikan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8221; Sri Sultan menyebut, bantuan sosial ini merupakan salah satu cara mewujudkan visi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.&#8221; Apalagi keberadaan generasi lanjut usia merupakan sebuah kekayaan yang tidak ternilai.<\/p>\n<p>&#8221; Berdasarkan prinsip &#8211; prinsip kemanusiaan ini lah, memberikan jaminan hidup yang layak serta kenyamanan menjadi hal yang wajib kita lakukan.&#8221; Memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para lansia bukanlah sekedar pilihan, tapi itu adalah sebuah panggilan jiwa kewajiban moral yang menuntut tindakan nyata dari kita semua,&#8221; kata Sri Sultan.<\/p>\n<p>&#8221; Ia menjelaskan, saat ini berdasarkan indeks pembangunan kesehatan sudah terjadi penurunan angka kelahiran, kesakitan, kematian dan meningkatkan umur harapan hidup.&#8221; Peningkatan usia harapan hidup ini harus diikuti dengan terciptanya generasi lansia yang tangguh, aktif, mandiri dan produktif.<\/p>\n<p>&#8221; Oleh karena itu, mesti dihadapan pada tantangan penurunan fisik dan mental semangat kaum lansia wajib dijaga agar dapat berkontribusi bagi masyarakat,&#8221; tutur Gubernur DIY.<\/p>\n<p>&#8221; Faktanya sekarang banyak para lansia yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, terutama yang hidup tanpa cukup uang pensiun aset atau tabungan.&#8221; Ini yang harus kita perhatikan dan layanan kita kepada mereka menjadi komitmen yang tidak boleh dikhianati,&#8221; ujar Sri Sultan.<\/p>\n<p>&#8221; Selain bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan lansia, Sri Sultan juga mengatakan bantuan ini dapat meningkatkan jumlah konsumsi lansia.&#8221; Hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi penurunan angka kemiskinan, pun mampu meningkatkan kualitas ekonomi tidak hanya bagi lansia namun juga bagi pemilik warung maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n<p>&#8221; Saya melihat penurunan angka kemiskinan ekstrem sebagai sebuah tanda kemajuan, karena bantuan sosial pada awalnya mereka hanya mampu belanja Rp 500 saja kini bisa belanja hingga Rp 8000 karena ada tambahan Rp 300 dari kita,&#8221; ini bagus&#8221;,&#8221; kata Sri Sultan.<\/p>\n<p>&#8221; Namun demikian, ia brharap para lansia yang masih mampu bekerja dapat mengunakan tenaga dan pikiran untuk mendapatkan tambahan penghasilan.&#8221; Selain itu, Sri Sultan juga menghimbau banyak pihak untuk meneguhkan komitmen dan memastikan para lansia merasa dihargai, dilindungi dan terus mampu berkontribusi bagi generasi yang akan datang,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>&#8221; Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih yang turut hadir mengatakan persentase lansia di DIY adalah 17,33% dari jumlah penduduk.&#8221; Jumlah ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup di DIY, oleh karena itu DIY harus memastikan terpenuhnya hak dasar dan kesejahteraan lansia ini melalui Bansos Jaminan Sosial (BJS).<\/p>\n<p>&#8221; Menurut Kadis, Bansos ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial bagi lansia.&#8221; Program tersebut merupakan terobosan baru yang menunjukkan komitmen kuat DIY, untuk menjamin terpenuhinya pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia.<\/p>\n<p>&#8221; Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan dasar lansia, mendorong peningkatan kepedulian keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan hak &#8211; hak lansia melaksanakan rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, pendamping sosial, advokasi sosial dan memberdayakan warung &#8211; warung yang ada di sekitar penerima bantuan lansia.<\/p>\n<p>&#8221; Ia menyampaikan, mekanisme penyaluran Bansos ini berbasis digital dengan menggandeng Bank BPD DIY menyediakan rekening virtual dalam bentuk barcode.&#8221; Selanjutnya mereka bisa mendatangi Waluyo dengan membawa barcode dan KTP saja, untuk Bansos ini sementara akan dilaksanakan selama 1 tahun dan berkelanjutan,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>&#8221; Endang juga merinci saat ini, terdapat 257 Waluyo di DIY Warung &#8211; warung yang diberdayakan adalah warung &#8211; warung setempat.&#8221; Warung &#8211; warung ini juga menerima pencairan pangan melalui program PKH dan komponen anak sekolah,&#8221; jelas Kadis.&#8221; Sutrisno Wiyono 70 tahun dari Dusun Bulak Salak, Cangkringan mengatakan sudah 3 kali mendapatkan bantuan.<\/p>\n<p>&#8221; Ia menyebut, bantuan yang ia terima berwujud telur, beras, gula pasir, ayam dan kebutuhan dapur.&#8221; Dirinya mengaku sangat senang atas adanya bantuan tersebut, apalagi bantuan kali ini diberikan lansung oleh Sri Sultan yang menurut pengakuannya baru pertama kali dia bertemu secara lansung ia berkata selama ini dia hanya melihat di televisi saja.<\/p>\n<p>&#8221; Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang juga turut mendampingi Sri Sultan mengatakan, pada awal kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas pencanangan Bansos Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di Kabupaten Sleman.&#8221; Semoga bantuan ini memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, lanjut usia yang kurang beruntung,&#8221; ujar Kustini.<\/p>\n<p>&#8221; Bansos JSLU melalui Toko Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) Arnis ini, merupakan terobosan yang tepat untuk memudahkan masyarakat lanjut usia mengakses bantuan yang diberikan.&#8221; Melalui Waluyo diharapkan memberikan solusi dalam upaya memperbaiki kondisi sosial dan kesejahteraan lansia sekaligus memberdayakan pelaku ekonomi riil,&#8221; kata Bupati Kustini.<\/p>\n<p>&#8221; Bupati juga melaporkan, dapat kami laporkan bahwa usia harapan hidup lansia di Sleman mencapai 75 tahun.&#8221; Kami juga terus berupaya agar kualitas hidup, kesehatan, perekonomian serta kemandirian para lansia berbanding lurus dengan usia harapan hidup yang tinggi tersebut.&#8221; Kami pemerintah Kabupaten Sleman, memiliki komitmen tinggi dalam peningkatan kualitas hidup lansia Sleman.<\/p>\n<p>&#8221; Dalam rangka mewujudkan lansia Sleman yang sehat dan produktif, Pemkab Sleman menyalurkan bantuan untuk lansia miskin dan terlantar sebesar Rp 200.000,- per bulan selama 12 bulan yang menyasar 2.570 lansia di wilayah Sleman ujar Bupati.&#8221; Pada kesempatan ini kami melaporkan bahwa pada bulan Januari kami telah menyalurkan Bansos JSLU kepada 2034 lansia dan 2.006 Bansos JSLU di bulan Februari, adapun bantuan JSLU sesuai ketentuan terdiri dari sembako, sayuran dan buah &#8211; buahan.&#8221; Bantuan JSLU ini disakurkan melalui 122 Waluyo yang tersebar di 17 Kapanewon\/ Kecamatan se &#8211; Kabupaten Sleman.<\/p>\n<p>&#8221; Semoga Bansos jaminan sosial bagi lansia ini, dapat meningkatkan kualitas hidup lansia Sleman sekaligus menggugah kesadaran dan komitmen dari berbagai pihak dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan bermartabat.<\/p>\n<p>&#8221; Sekali lagi kami sampaikan terimakasih atas bantuan sosial yang diberikan, selanjutnya kami mohon arahan dari bapak Gubernur DIY agar masyarakat Sleman lebih sejahtera,&#8221; ucap Bupati.(Joni)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Setiap bulannya pemerintah DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-15956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-metropolitan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Setiap bulannya pemerintah DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-04T01:45:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG-20240404-WA0002.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"585\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY\",\"datePublished\":\"2024-04-04T01:45:19+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-04T01:45:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\"},\"wordCount\":973,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Metropolitan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\",\"name\":\"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-04-04T01:45:19+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-04T01:45:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Setiap bulannya pemerintah DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2024-04-04T01:45:19+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":585,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/IMG-20240404-WA0002.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY","datePublished":"2024-04-04T01:45:19+00:00","dateModified":"2024-04-04T01:45:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/"},"wordCount":973,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Metropolitan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/","name":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2024-04-04T01:45:19+00:00","dateModified":"2024-04-04T01:45:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/04\/04\/sebanyak-8-000-lanjut-usia-di-diy-menerima-bantuan-sosial-dari-pemerintah-diy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sebanyak 8.000 Lanjut Usia di DIY, Menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah DIY"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15958,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15956\/revisions\/15958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15956"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}