{"id":23403,"date":"2024-09-18T05:20:39","date_gmt":"2024-09-17T22:20:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=23403"},"modified":"2024-09-18T05:20:39","modified_gmt":"2024-09-17T22:20:39","slug":"ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/","title":{"rendered":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif"},"content":{"rendered":"<p>Serang,Kompassindonesianews.com &#8211; Ditreskrimum Polda Banten amankan TS (44) seorang karyawan swasta pelaku Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan pengadaan jas almamater \u201cfiktif\u201d Selasa 17\/10\/2024.<\/p>\n<p>Dirreskeimum Polda Banten AKBP Dian menjelaskan kronologi kejadian tersebut. \u201cAwal mula pada sekira Juli 2023 TS mendatangi beberapa kampus dan mengatakan kepada pihak kampus bahwa dirinya adalah pengusaha konveksi dan mendapatkan dana hibah dari luar negeri, selanjutnya TS mengatakan kepada pihak kampus bahwa dirinya akan memberikan hibah jas almamater dan memberikan hibah berupa uang sekira Rp40 Juta kepada pihak kampus, kemudian TS meminta kepada pihak kampus untuk menandatangani kontrak kerjasama pengadaan jas almamater yang sudah dibuat olehnya dengan mengatakan bahwa kontrak tersebut hanya untuk formalitas agar pihak pemberi hibah percaya bahwa CV. Galery Tika Jaya sering mengadakan kerjasama serta tidak akan berakibat hukum, atas perkataan TS tersebut maka pihak kampus menandatangani kontrak kerjasama pemesanan jas almamater,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dian menjelaskan nahwa pelaku mengaku dirinya adalah Direktur dan memiliki kontrak Kerjasama dengan pihak kampus. \u201cSelanjutnya setelah mendapatkan kontrak kerjasama dari pihak kampus maka TS menunjukkan kontrak kerjasama tersebut kepada Sdr. Supriyadi dan mengatakan bahwa TS selaku Direktur CV. Galery Tika Jaya memiliki kontrak kerjasama dengan pihak kampus serta membutuhkan uang untuk pembiayaan pekerjaan pengadaan tersebut, atas dasar tersebut Sdr. Supriyadi mau memberikan uang untuk modal pekerjaan pengadaan jas almamater secara bertahap,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Tersangka TS membuat berita acara untuk perubahan pesanan dimana berdalih ada perubahan pesana dari pihak kampus. \u201cSelanjutnya TS bertemu dengan Sdr. Kunal Gobindram yang merupakan pihak Toko Maniez Textil dan membuat kerjasama dengan Toko Maniez Textil untuk pembuatan jas almamater sesuai kontrak, dengan rekening pembayaran ke rekening atas nama Sdr. Astri Damayanti yang diakui TS adalah karyawan dari Toko Maniez Textile. lalu TS selalu membuat berita acara perubahan pesanan kepada Sdr. Kunal Gobindram, seolah-olah ada perubahan pesana dari pihak kampus tanpa sepengetahuan dari Sdr. Supriyadi dan atas dasar surat Berita Acara Kontrak kerjasama antara TS dengan Toko Maniez Textil maka Sdr. Supriyadi melakukan transfer ke rekening atas nama Astri Damayanti, Kemudian secara bertahap TS seolah-olah memberikan pembayaran atas pekerjaan jas almamater tersebut,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Setelah TS seolah-olah memberikan pembayaran atas pekerjaan jas almamater tersebut TS tidak lagi melakukan pembayaran kepada Sdr. SupriyadiI. \u201cSelanjutnya TS tidak lagi melakukan pembayaran kepada Supriyadi sehingga korban mengalami kerugian yaitu uang modal yang tidak kembali sebesar Rp 40.281.749.000 dan uang fee yang sudah diberikan kepada TS adalah sebesar Rp5.440.050.000 Jadi Total kerugian korban sekira sebesar Rp 45.721.799.000,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dengan rincian sebagai berikut : Rp 29.109.124.000 di luar Wilayah Hukum Polda Banten. Untuk kerugian di Wilayah Hukum Polda Banten sebesar Rp 11.172.625.000 ditambah fee yang sudah diberikan kepada Sdri. Sulawati Fauzi sebesar RP 5.440.050.000 jadi kerugian yang dialami korban untuk di wilayah hukum Polda Banten adalah sebesar Rp 16.612.675.000,-<\/p>\n<p>Dian menjelaskan kronologis penangkapan tersangka TS. \u201cPada Minggu tanggal 15 September 2024 Jam 01.00 WIB Penyidik melakukan upaya paksa berupa membawa saksi dan penggeledahan serta dibawa ke Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi, kemudian pada tanggal 15 September 2024 korban ditetapkan sebagai Tersangka serta dilakukan penangkapan dan penahanan, kemudian terhadap Barang bukti yang didapat dari hasil penggeledahan dilakukan penyitaan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Barang bukti yang berhasil diamankan :<br \/>\n&#8211; 27 Surat Kontrak Kerjasama Universitas dengan TS;<br \/>\n&#8211; 15 bundel Surat Perjanjian Pengadaan Barang Supriyadi dengan TS;<br \/>\n&#8211; 20 bundel Berita Acara Kontrak dan Kerjasama Kunal Gobindram dengan TS;<br \/>\n&#8211; 10 bundel Berita Acara Perubahan Kontrak dan Kerja Kunal Gobindram dengan TS;<br \/>\n&#8211; 12 belas bundel Perubahan Jumlah Pesanan Jas Almamater;<br \/>\n&#8211; 1 bundel print out mutasi rekening BANK BCA atas nama PT. Gorden Piping Indonesia;<br \/>\n&#8211; 1 bundel print out mutasi rekening BANK BCA atas nama Astri Damayanti :<br \/>\n&#8211; 1 bundel print out mutasi rekening BANK BCA atas nama Indah Permatasari;<br \/>\n&#8211; 1 Bundel Print Out Rekening Koran Bank An. Gallery Tika Jaya CV BCA Periode September 2023 sampai dengan Desember 2023;<br \/>\n&#8211; 1 bundel Slip setor pemindahbukuan yang didapat dari Astri Damayanti:<br \/>\n&#8211; 1 bundel Slip setor pemindahbukuan yang didapat dari Indah Peematasari<br \/>\n&#8211; 5 buah Kartu ATM milik TS;<br \/>\n&#8211; 1 buah kartu ATM milik Astri Damayanti.<\/p>\n<p>Dian menerangkan modus pelaku adalah untuk menguntungkan diri sendiri dengan cara pengadaan almamater fiktif. \u201cMotif Menguntungkan diri sendiri dengan Modus meminta sejumlah modal untuk pekerjaan pengadaan jas almamater \u201cfiktif\u201d dengan memperlihatkan Kontrak kerjasama pengadaan jas almamater \u201ctidak benar\u201d dari beberapa kampus, atas dasar tersebut korban menyerahkan sejumlah uang kepada Tersangka secara bertahap, kemudian pelaku menyerahkan sebagian modal kepada korban seolah-olah uang tersebut adalah keuntungan padahal menurut pengakuan tersangka uang tersebut adalah uang yang dipergunakan untuk dibayarkan kepada korban adalah milik korban,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Pelaku diancam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana Ancaman hukuman pidana paling lama 4 tahun penjara Bidhumas. (Tayeb Bens)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serang,Kompassindonesianews.com &#8211; Ditreskrimum Polda Banten amankan TS (44) seorang karyawan swasta pelaku Tindak Pidana Penipuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23404,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-23403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Serang,Kompassindonesianews.com &#8211; Ditreskrimum Polda Banten amankan TS (44) seorang karyawan swasta pelaku Tindak Pidana Penipuan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-17T22:20:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240917-WA0031.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif\",\"datePublished\":\"2024-09-17T22:20:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-17T22:20:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\"},\"wordCount\":745,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\",\"name\":\"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-09-17T22:20:39+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-17T22:20:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Serang,Kompassindonesianews.com &#8211; Ditreskrimum Polda Banten amankan TS (44) seorang karyawan swasta pelaku Tindak Pidana Penipuan...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2024-09-17T22:20:39+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG-20240917-WA0031.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif","datePublished":"2024-09-17T22:20:39+00:00","dateModified":"2024-09-17T22:20:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/"},"wordCount":745,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/","name":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2024-09-17T22:20:39+00:00","dateModified":"2024-09-17T22:20:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2024\/09\/18\/ditreskrimum-polda-banten-ungkap-kasus-penipuan-pengadaan-jas-almamater-fiktif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Kasus Penipuan Pengadaan Jas Almamater Fiktif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23405,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23403\/revisions\/23405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23403"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=23403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}