{"id":25861,"date":"2025-01-09T10:04:38","date_gmt":"2025-01-09T03:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=25861"},"modified":"2025-01-09T10:04:38","modified_gmt":"2025-01-09T03:04:38","slug":"muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/","title":{"rendered":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta_kompassindonesianews.com, 6 Januari 2025 \u2013 Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan, dan investasi, Muh Haris, memberikan tanggapannya terkait rencana pemerintah untuk mengalihfungsikan 20 juta hektare lahan hutan menjadi kawasan untuk ketahanan pangan, energi, dan air. Kebijakan ini dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan bijaksana.<\/p>\n<p>Muh Haris mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan, energi, dan air sebagai bagian dari Asta Cita. Namun, ia mengingatkan bahwa alih fungsi hutan secara masif dapat memicu ancaman serius terhadap ekosistem, stok karbon, dan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>\u201cKami memahami pentingnya ketahanan pangan dan energi, tetapi jangan sampai upaya tersebut mengorbankan hutan kita. Deforestasi yang tidak terkendali akan mengurangi stok karbon, meningkatkan emisi karbon ke atmosfer, dan mengancam keanekaragaman hayati yang ada di kawasan hutan,\u201d ujar Muh Haris.<\/p>\n<p>Merujuk pada pernyataan Guru Besar IPB University, Herry Purnomo, Muh Haris menegaskan bahwa alih fungsi hutan menjadi kawasan pertanian monokultur dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Hutan memiliki peran penting dalam menyediakan habitat bagi flora dan fauna, termasuk spesies yang terancam punah seperti orangutan. Kehilangan keanekaragaman hayati ini, menurut Muh Haris, akan berdampak pada fungsi ekologis, seperti penyerbukan alami dan pengendalian hama.<\/p>\n<p>\u201cSelain dampak pada biodiversitas, deforestasi juga dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menahan air, yang pada akhirnya meningkatkan risiko banjir dan degradasi lingkungan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia juga menggarisbawahi potensi kerugian pada sektor pertanian akibat perubahan iklim yang dipicu oleh deforestasi. \u201cKenaikan suhu global sebagai dampak deforestasi justru akan merugikan produktivitas pertanian. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu gagal panen dan mengancam ketahanan pangan yang ingin dicapai,\u201d kata politisi Fraksi PKS tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai alternatif, Muh Haris mendukung solusi intensifikasi pertanian dibandingkan ekstensifikasi lahan. \u201cPemerintah perlu mengadopsi pendekatan intensifikasi dengan meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada, bukan membuka hutan baru yang akan merusak lingkungan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi wilayah perairan Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan. \u201cSebagai negara maritim, Indonesia memiliki sumber daya laut yang melimpah. Kita harus memaksimalkan potensi ini sebagai solusi berkelanjutan tanpa merusak ekosistem daratan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Muh Haris turut mempertanyakan ketersediaan lahan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 51 Tahun 2016. Dengan luas lahan HPK yang saat ini hanya mencapai 12,7 juta hektare, ia menilai bahwa target 20 juta hektare masih menyisakan celah sebesar 7,3 juta hektare.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah perlu transparan dalam menjelaskan dari mana kekurangan lahan ini akan dipenuhi. Apakah kita akan mengorbankan hutan lindung atau kawasan lain yang seharusnya dilestarikan? Hal ini harus dijawab dengan jelas,\u201d ujar Muh Haris.<\/p>\n<p>Menutup tanggapannya, Muh Haris menyarankan agar pemanfaatan lahan hutan lebih diarahkan untuk produksi energi yang tidak menyebabkan deforestasi. \u201cLahan hutan dapat dimanfaatkan untuk energi terbarukan seperti bioenergi dengan tetap mempertahankan fungsi ekologisnya. Ini adalah langkah yang lebih seimbang untuk menjaga keberlanjutan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Muh Haris menegaskan bahwa keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan pelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. \u201cPembangunan yang berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap dapat menikmati manfaat dari hutan kita. Kita harus bijak dalam mengambil keputusan untuk masa depan bangsa,\u201d tutupnya. Rudolf<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta_kompassindonesianews.com, 6 Januari 2025 \u2013 Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25862,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25861","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta_kompassindonesianews.com, 6 Januari 2025 \u2013 Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan, dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-09T03:04:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250109-WA0010.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1066\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi\",\"datePublished\":\"2025-01-09T03:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-09T03:04:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\"},\"wordCount\":498,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\",\"name\":\"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-01-09T03:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-09T03:04:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Jakarta_kompassindonesianews.com, 6 Januari 2025 \u2013 Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan, dan...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-01-09T03:04:38+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":1066,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG-20250109-WA0010.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi","datePublished":"2025-01-09T03:04:38+00:00","dateModified":"2025-01-09T03:04:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/"},"wordCount":498,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/","name":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-01-09T03:04:38+00:00","dateModified":"2025-01-09T03:04:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/01\/09\/muh-haris-soroti-dampak-deforestasi-dalam-kebijakan-ketahanan-pangan-dan-energi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Muh Haris Soroti Dampak Deforestasi dalam Kebijakan Ketahanan Pangan dan Energi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25861","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25861"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25861\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25863,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25861\/revisions\/25863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25861"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25861"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25861"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=25861"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}