{"id":30105,"date":"2025-05-02T11:04:38","date_gmt":"2025-05-02T04:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=30105"},"modified":"2025-05-02T11:04:38","modified_gmt":"2025-05-02T04:04:38","slug":"proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/","title":{"rendered":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Serang<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>kompassindonesianews<\/strong><\/span> &#8211; Proyek pembangunan paving blok di kampung Cikadongdong Rt. 011 Rw. 003 Desa Cireunde Kecamatan Petir Kabupaten Serang di sinyalir ada indikasi Mark-up Anggaran.<\/p>\n<p><em><strong>Di ketahui pembangunan tersebut menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 52.025.800 dengan spesifikasi kegiatan panjang 93 m dan lebar 2 m dengan waktu pelaksanaan mencapai 30 hari.<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #0000ff;\">Hasil penelusuran awak media Bantenmore.com bersama pengurus LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Serang di lokasi pekerjaan di temukan informasi dan fakta yang sangat mencenangkan.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong>Pasalnya menurut pengakuan salah satu pekerja mereka di upah secara borongan perkubikasi, dengan masing-masing pekerja hanya mendapatkan upah sebesar Rp. 230.000 (dua ratus tiga puluh ribu rupiah) selama 4 hari.<\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #0000ff;\">Pekerja seluruhnya 20 orang di kerjakan selama 4 hari adapun masing-masing pekerja mendapatkan upah seluruhnya sebesar Rp. 230.000 (dua ratus tiga puluh ribu rupiah),<\/span> <\/strong>&#8220;<em><strong><span style=\"color: #ff0000;\">ungkap salah satu pekerja yang enggan di sebutkan namanya<\/span><\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong><em>Bahan material yang di gunakan menggunakan pasir abu batu, sebanyak 2 mobil dumtruk dan terakhir 2 mobil pickup, untuk keseluruhannya menghabiskan abu batu hanya sekitar 16 kubik dan untuk material semen hanya 1 sak<\/em> <\/strong>&#8220;tambahnya<\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Menanggapi itu, Deden Wahyudi sekjen LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Serang sangat menyayangkan proses pembangunan jalan paving block di desa Cireunde yang kental akan dugaan korupsi Mark-up anggaran.<\/span><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;<em><strong>Mulai dari pengadaan bahan material sampai upah Harian Ongkos Kerja (HOK) kami duga ada modus kecurangan yang sudah di rencanakan secara masif dan terstruktur<\/strong><\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;<em>Ini jelas kejahatan penyimpangan anggaran dana desa (DD) yang diduga kuat sudah di rencanakan oleh oknum &#8211; oknum pelaksana kegiatan, terutama PJ Kepala Desa yang memiliki wewenang sebagai penanggung jawab kegiatan<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut hitungannya, keuntungan yang di dapat oleh pelaksana kegiatan dalam pekerjaan tersebut diduga mencapai puluhan juta rupiah.<\/p>\n<p><strong>Hasil tersebut bukan tanpa alasan, sebab berdasarkan hasil kajian dan penelusuran yang sudah di lakukan oleh pihaknya mereka menemukan dugaan Mark -up anggaran dari segi Pengadaan barang dan jasa, mulai dari harga paving block, casting dan abu batu maupun HOK sangat jauh dari RAB.<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;<em><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Secepatnya kita akan layangkan surat pengaduan kepada Inspektorat dan Kejari Serang dengan harapan agar pihak terkait segera melakukan audit penerimaan anggaran yang sudah di terima oleh pemerintah desa Cireunde<\/span><\/strong><\/em>.<\/p>\n<p>Sementara PJ kepada Desa Cireunde saat di konfirmasi via WhatsApp di 0838 3880 7*** belum bisa memberikan keterangan.<\/p>\n<p>(<strong><span style=\"color: #ff0000;\">Hariri\/dms<\/span><\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Serang &#8211; kompassindonesianews &#8211; Proyek pembangunan paving blok di kampung Cikadongdong Rt. 011 Rw&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30106,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-30105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Serang &#8211; kompassindonesianews &#8211; Proyek pembangunan paving blok di kampung Cikadongdong Rt. 011 Rw....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-02T04:04:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250502-WA0033.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi\",\"datePublished\":\"2025-05-02T04:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-02T04:04:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\"},\"wordCount\":368,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\",\"name\":\"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-05-02T04:04:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-02T04:04:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"&nbsp; Serang &#8211; kompassindonesianews &#8211; Proyek pembangunan paving blok di kampung Cikadongdong Rt. 011 Rw....","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-05-02T04:04:38+00:00","og_image":[{"width":720,"height":1600,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250502-WA0033.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi","datePublished":"2025-05-02T04:04:38+00:00","dateModified":"2025-05-02T04:04:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/"},"wordCount":368,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/","name":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-05-02T04:04:38+00:00","dateModified":"2025-05-02T04:04:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/05\/02\/proyek-pembangunan-paving-block-di-desa-cireunde-diduga-di-jadikan-ajang-mencari-kekayaan-pribadi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Proyek Pembangunan Paving Block Di Desa Cireunde Diduga di Jadikan Ajang Mencari Kekayaan Pribadi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30107,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30105\/revisions\/30107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30105"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=30105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}