{"id":3227,"date":"2022-12-14T09:48:48","date_gmt":"2022-12-14T09:48:48","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=3227"},"modified":"2022-12-14T09:48:48","modified_gmt":"2022-12-14T09:48:48","slug":"kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/","title":{"rendered":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri"},"content":{"rendered":"<p>Kabupaten batang hari<\/p>\n<p>Kompassindonesianews.com<br \/>\nBatang Hari, Jambi \u2013 Pemerintah Republik Indonesia memberikan kuota produksi batu bara di Provinsi Jambi sebanyak 40 Juta Ton di tahun 2022, sedangkan saat ini masyarakat Batang Hari mengeluh dengan angkutan batu bara yang masih menggunakan Jalan Umum, Rabu (14\/12\/2022).<\/p>\n<p>Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu bara Kementerian ESDM RI Lana Saria mengatakan, Pemerintah memberikan kuota 40 juta ton produksi batubara di Provinsi Jambi tahun 2022. Namun, hingga saat ini jumlah produksi baru mencapai 13,2 juta ton.<\/p>\n<p>Dengan kuota sebanyak itu, menurut Lana memburuhkan waktu lama dalam mendistribusikannya.<\/p>\n<p>\u201cDi mana diketahui saat ini, hanya maksimal 8 ton per mobil angkutan yang dapat dimuat. Dimana artinya membutuhkan puluh ribuan truk angkutan barubara mendisitribusikannya dalam satu tahun,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ya artinya kita semuanya itu dilihat dari daya dukung sesuai rekomendasi dari daerah artinya mereka punya haknya, kan kegiatan ini tidak terlepas dari daerah. Sejauh ini kan, ini masih jauh dari RKAB yang disetujui,\u201d ujarnya Lana Saria.<\/p>\n<p>harapan masyarakat Bumi Serentak Bak Regam pupus agar terlepas dari kemacetan yang disebabkan oleh angkutan batu bara.<\/p>\n<p>Pasalnya, hingga saat ini tidak ada jalur khusus untuk angkutan batu bara di Kabupaten Batang Hari yang dibangun baik oleh Pemerintah ataupun pihak perusahaan.<\/p>\n<p>Tentunya hal tersebut membuat kecewa masyarakat Kabupaten Batang Hari yang sangat berkeinginan dapat terlepas dari kemacetan selama ini.<br \/>\nKita berharap adanya pembangunan jalan khusus tersebut, tapi nyatanya tidak ada. Yang ada hanya jalan alternatif, yang peruntukannya sebagai jalan produksi,\u201d kata Ade salah satu masyarakat Muara Tembesi.<\/p>\n<p>Dikatakan Ade, seharusnya pemerintah harus segera mengambil solusi untuk dapat mengatasi permasalah yang terjadi sudah sangat lama ini.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kita nilai, pemerintah tidak ada memiliki solusi mengatasi masalah yang sudah sangat kacau ini. Yang kita tanya sampai kapan kami masyarakat menderita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan oleh Riki, masyarakat sudah sangat jenuh dengan kondisi seperti ini. Karena setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan yang disebabkan oleh angkutan transportasi barang tambang tersebut<\/p>\n<p>Lihat saja kejadian baru-baru ini, sudah ada mobil angkutan batu bara yang dibakar. Itu tandanya masyarakat sudah muak dengan kondisi seperti ini, akhirnya main hakim sendiri yang muncul,\u201d kata Riki.<\/p>\n<p>Disebutkan Riki, masyarakat Batanghari saat ini sudah berpikir bahwa pemerintah saat ini dinilai tidak layak lagi, dalam hal melayani masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah berpikir harus mencari pemimpin yang benar-benar mampu untuk mengatasi masalah ini. Jika ada calon gubernur yang berani, menekan fakta integritas penyelesaian kemacetan itu yang akan kita dukung,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, jalan yang diresmikan oleh Gubernur Jambi Al Haris dari Desa Simpang Karmeo beberapa bulan lalu merupakan jalan Karya Bhakti yang diperuntukkan untuk jalan produksi. (Roby)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten batang hari Kompassindonesianews.com Batang Hari, Jambi \u2013 Pemerintah Republik Indonesia memberikan kuota produksi batu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3228,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-3227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten batang hari Kompassindonesianews.com Batang Hari, Jambi \u2013 Pemerintah Republik Indonesia memberikan kuota produksi batu...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-14T09:48:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/IMG-20221214-WA0016.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"559\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri\",\"datePublished\":\"2022-12-14T09:48:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-14T09:48:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\"},\"wordCount\":428,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Regional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\",\"name\":\"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-12-14T09:48:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-14T09:48:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kabupaten batang hari Kompassindonesianews.com Batang Hari, Jambi \u2013 Pemerintah Republik Indonesia memberikan kuota produksi batu...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2022-12-14T09:48:48+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":559,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/IMG-20221214-WA0016.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri","datePublished":"2022-12-14T09:48:48+00:00","dateModified":"2022-12-14T09:48:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/"},"wordCount":428,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Regional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/","name":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2022-12-14T09:48:48+00:00","dateModified":"2022-12-14T09:48:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2022\/12\/14\/kuota-produksi-40-juta-ton-masyarakat-keluhkan-angkutan-batu-bara-tidak-kunjung-punya-jalan-sendiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kuota Produksi 40 Juta Ton, Masyarakat Keluhkan Angkutan Batu Bara Tidak Kunjung Punya Jalan Sendiri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3229,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3227\/revisions\/3229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3227"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}