{"id":36868,"date":"2025-09-11T11:23:34","date_gmt":"2025-09-11T04:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=36868"},"modified":"2025-09-11T11:24:10","modified_gmt":"2025-09-11T04:24:10","slug":"selayang-pandang-partai-masyumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/","title":{"rendered":"Selayang Pandang Partai Masyumi"},"content":{"rendered":"<h2><span style=\"color: #339966;\"><strong>Sejarah Partai masyumi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Jakarta<\/strong><\/span>&#8211; <strong><span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com 11\/09\/2025<\/span><\/strong><br \/>\n<strong>Partai Masyumi berdiri <span style=\"color: #000000;\">hasil<\/span> keputusan Kongres Umat Islam pada tanggal 07 November 1945 di Jogyakarta. Dalam pemilu pertama, yang diadakan 10 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya tahun 1955, Partai Masyumi berhasil meraih <\/strong><br \/>\n<strong>suara 20,92 %. (Sebagai informasi, PDIP sebagai Pemenang Pemilu 2019, meraih 19, 33 % dan PDIP Pemenang Pemilu 2024, meraih 16,72 %). Artinya, perolehan suara Masyumi di tahun 1955, merupakan suara Partai Islam tertinggi yang pernah ada sejak Partai Islam mengikuti pemilu 1955 hingga pemilu 2024.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam pemilu 1955 yang dinilai oleh banyak pihak sebagai pemilu yang transparan dan akuntabel, Partai Masyumi meraih 57 kursi, sama dengan jumlah pemenang pemilu, yaitu PNI dengan 57 kursi. Bahkan dari aspek daerah pemilihan (dapil), Masyumi memenangi dapil terbanyak. Pemilu 1955 ada 15 dapil. 10 dapil dimenangi oleh Masyumi. PNI menang di 2 dapil dan NU menang di 2 dapil dan 1 dapil dimenangkan oleh Partai Katolik di NTT. Semua dapil pulau Sumatera dimenangi oleh Masyumi. Jakarta Raya dan Jawa Barat yg saat itu meliputi Banten juga dimenangi oleh Masyumi. Bahkan seluruh Sulawesi dimenangi oleh Masyumi. Kecuali Kalimantan Selatan yang dimenangi oleh NU, seluruh Kalimantan juga dimenangi oleh Masyumi. Bukan hanya itu, Indonesia Timur seperti Maluku juga dimenangi oleh Masyumi. Jadi, kemenangan Masyumi merata di wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para tokoh Masyumi dahulu juga merupakan tokoh panutan saat mendapat amanah untuk memimpin dan menjalankan pemerintahan. Integritas, intelektualitas, akhlak, kesederhanaan dan menjadi pemimpin yang adil dan beradab ada pada para diri tokoh Masyumi. Tiga perdana menteri terpilih dari Partai Masyumi: Mohammad Natsir (1950-1951), Sukiman Wirjosandjojo (1952-1953) dan Burhanuddin Harahap (1955-1956).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Beberapa tokoh Masyumi juga berkontribusi penting dalam kenegaraan antara lain keberhasilan mengembalikan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dibentuk pemerintahan Belanda kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sebagai perjuangan politik Mosi Integral yang dicanangkan oleh Mohammad Natsir pada 3 April 1950.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dua tahun sebelumnya, Tokoh Masyumi berani mengambil sikap yang tercatat dalam sejarah dunia, adalah ketika Belanda ingin berkuasa lagi di Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditahan di Yogjakarta, maka yang menjalankan roda pemerintahan sementara, adalah Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat Presiden sementara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang ber ibukota di Bukittinggi, Sumatera Barat. PDRI dibentuk atas inisiatif Syafruddin Prawiranegara yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri<\/strong><br \/>\n<strong>PDRI dibentuk sebagai upaya untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pemerintahan Indonesia masih ada, kuat, dan berdaulat. Peristiwa itu saat ini diperingati sebagai Hari Bela Negara yang jatuh setiap tanggal 19 Desember.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Beberapa tokoh Masyumi juga berkontribusi penting dalam kenegaraan antara lain keberhasilan mengembalikan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dibentuk pemerintahan Belanda kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI sebagai perjuangan politik Mosi Integral yang diprakarsai oleh Mohammad Natsir pada 3 April 1950.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dua tahun sebelumnya, Tokoh Masyumi berani mengambil sikap yang tercatat dalam sejarah dunia, adalah ketika Belanda ingin berkuasa lagi di Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditahan di Yogjakarta, maka yang menjalankan roda pemerintahan sementara, adalah Syafruddin Prawiranegara sebagai pejabat Presiden sementara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Demikian pula sewaktu Sukiman Wirjosandjojo menjadi Perdana Menteri menggantikan M. Natsir, Sukiman melahirkan gagasan Tunjangan Hari Lebaran atau lebih dikenal THR pada tahun 1951 sebagai upaya untuk memberikan semangat kepada pegawai negeri dan menghidupkan ekonomi rakyat yang sedang mengalami paceklik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Demikian pula saat Sjafruddin Prawiranegara menjadi Gubernur Bank Sentral pertama di Indonesia mencetuskan untuk mencetak ORI ( Oeang Republik Indonesia) sebagai alat tukar yang sah menggantikan mata uang Belanda.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Begitu pula di bidang pertahanan negara, tokoh &#8211; tokoh Masyumi tidak terlepas dari proses kelahiran TNI.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahkan di meja &#8211; meja perundingan melawan Belanda saat pasca kemerdekaan Indonesia tampil tokoh- tokoh diplomat ulung dari Masyumi yaitu Haji Agus Salim dan Mohammad Roem. Sangat tepat lah jika sembilan tokoh Masyumi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menjelang tahun 1960, suasana politik diwarnai paham komunisme. Partai Komunis Indonesia ( PKI) semakin mendapat tempat di pemerintahan rezim Presiden Soekarno. Bahkan, Presiden Soekarno menyodorkan Paham NASAKOM (Nasional Agama Komunis). Sebagai Partai Islam, Partai Masyumi tegas dan menolak keras. Dampaknya, Partai Masyumi mendapatkan tekanan keras dari Presiden dan PKI. Pimpinan Masyumi saat itu berpikir cerdas dan segera Partai Masyumi membubarkan diri agar tidak akan pernah tercatat sebagai partai terlarang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Setelah rezim Orde Lama tumbang, upaya menghidupkan Partai Masyumi dilakukan di rezim Orde Baru. Namun akibat tekanan politik, perjuangan itu itu belum bisa diwujudkan. <\/strong><br \/>\n<strong>Setelah tumbangnya rezim Orde Baru, di zaman reformasi, upaya kembali mendirikan Partai Masyumi baru bisa terwujudkan. Partai Masyumi mengikuti pemilu 1999 di era reformasi. Selanjutnya disebabkan oleh ketentuan undang-undang partai politik, Partai Masyumi tidak dapat mengikuti pemilu di tahun 2004.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun dengan perjuangan dan keinginan yang gigih dari para ulama, tokoh dan aktivis Islam, Alhamdulillah Partai Masyumi kembali bangkit. Partai Masyumi mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham pada tanggal 1 Agustus 2022 di Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam keputusan yang disahkan tersebut <\/strong><br \/>\n<strong>Ketua Majelis Syura Partai Masyumi Dr. Abdullah Hehamahua dan<\/strong><br \/>\n<strong>Ketua Umum DPP adalah Dr. Ahmad Yani SH MH.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Partai Masyumi berasaskan *Islam*<\/strong><\/p>\n<p><strong>VISI: Terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Taala.<\/strong><\/p>\n<p><strong>MISI: (1) Mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang kuat, unggul, maju, mandiri, cerdas, berkeadilan dan demokratis berdasarkan nilai nilai Islami.<\/strong><\/p>\n<p><strong>(2) Mewujudkan masyarakat dan bangsa sejahtera berakhlakul karimah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>TUJUAN UMUM: Terwujudnya cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 dan berkembangnya kehidupan demokrasi dengan menghormati kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>TUJUAN KHUSUS: Terlaksananya ajaran Islam di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju keridhaan Allahu Subhanahu wa Taala sehingga terwujudnya masyarakat yang berdaulat adil, makmur dan berkah sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Berselang tiga tahun kemudian, tepatnya di tahun 2025, Partai berhasil meraih kembali lambang bintang dan bulan sebagai logo Partai Masyumi dengan mendapatkan pengesahan Menteri Hukum RI pada 25 Maret 2025.<\/strong><\/p>\n<p>(<span style=\"color: #ff0000;\">Komar<\/span>)<\/p>\n<p><strong>Wallahu yaquulul haqqa wa huwa yahdissabiil<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Adnin Armas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\">Waketum Partai Masyumi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\">Kompartemen Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Partai masyumi Jakarta&#8211; Kompassindonesianews.com 11\/09\/2025 Partai Masyumi berdiri hasil keputusan Kongres Umat Islam pada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":36870,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-36868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah Partai masyumi Jakarta&#8211; Kompassindonesianews.com 11\/09\/2025 Partai Masyumi berdiri hasil keputusan Kongres Umat Islam pada...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-11T04:23:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-11T04:24:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250911-WA0008.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Selayang Pandang Partai Masyumi\",\"datePublished\":\"2025-09-11T04:23:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-11T04:24:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\"},\"wordCount\":919,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\",\"name\":\"Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-11T04:23:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-11T04:24:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Selayang Pandang Partai Masyumi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Sejarah Partai masyumi Jakarta&#8211; Kompassindonesianews.com 11\/09\/2025 Partai Masyumi berdiri hasil keputusan Kongres Umat Islam pada...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-09-11T04:23:34+00:00","article_modified_time":"2025-09-11T04:24:10+00:00","og_image":[{"width":960,"height":1280,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG-20250911-WA0008.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Selayang Pandang Partai Masyumi","datePublished":"2025-09-11T04:23:34+00:00","dateModified":"2025-09-11T04:24:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/"},"wordCount":919,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/","name":"Selayang Pandang Partai Masyumi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-09-11T04:23:34+00:00","dateModified":"2025-09-11T04:24:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/09\/11\/selayang-pandang-partai-masyumi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Selayang Pandang Partai Masyumi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36868"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36869,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36868\/revisions\/36869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36868"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=36868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}