{"id":38660,"date":"2025-10-21T08:14:02","date_gmt":"2025-10-21T01:14:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=38660"},"modified":"2025-10-21T08:14:02","modified_gmt":"2025-10-21T01:14:02","slug":"budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/","title":{"rendered":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kabupaten Sleman<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span>, <strong>Yogyakarta kembali membuktikan dirinya bukan sekadar kota budaya, melainkan sumber inspirasi yang terus hidup. Melalui festival musik Remember November 2025 bertema Yokjakarta, kota ini akan menyapa warga ibu kota di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pada 22\u201323 November 2025.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Promotor Remember November, Clement Winarko menjelaskan Yokjakarta menampilkan musik dengan susunan pengisi acara, tetapi memadukan nilai-nilai budaya, seni, dan cara hidup yang membuat Yoevakarta begitu dirindui di tengah riuhnya kota, serta memahami bahwa Remember November 2025 hadir bukan hanya sebagai agenda dicintai. Melalui &#8220;Yokiakarta&#8221;, seluruh pengunjung diajak untuk pulang ke Yogyakarta hiburan tahunan yang tidak memiliki jiwa, melainkan sebagai perayaan budaya yang hidup dan penuh makna.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Sebagai bagian dari industri kreatif yang terus bertumbuh kami meyakini keistimewaan Yogyakarta terletak pada menghidupi, menjadi sumber inspirasi yang tak pernah padam. Melalui Yokjakarta, kami ingin menunjukkan bahwa kemampuannya menjaga tradisi sambil terus melahirkan hal-hal baru. Di kota ini, budaya dan kreativitas salina semangat Yogyakarta terus tumbuh di panggung masa kini,&#8221; ungkapnya Senin (20\/10\/2025), disela-sela konferensi pers di Bima Square Yogyakarta.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, menjelaskan bahwa tema Yokjakarta adalah ajakan untuk merasakan kembali denyut kehidupan kota budaya yang hangat dan penuh makna. \u201cYokjakarta adalah fashion budaya, cara baru membawa nilai dan semangat Yogyakarta tanpa kehilangan kedalaman,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>GKR Bendara menegaskan, budaya Yogyakarta tidak berhenti di masa lalu, melainkan terus bergerak menyesuaikan zaman tanpa kehilangan ruh aslinya. \u201cFestival seperti Remember November ini bukan hanya hiburan, tapi juga cara untuk menghidupkan nilai-nilai budaya yang menjadi napas Yogyakarta,\u201d imbuh putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X ini.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Manager Sheila on 7, Adam Suleman mengatakan festival ini akan menjadi ruang temu lintas generasi mempertemukan musisi, penggemar, dan penikmat budaya dalam satu panggung penuh energi khas Yogya. \u201cSebagai bagian dari penguatan emotional link, Remember November mempertemukan kembali para musisi dan penikmat yang merindukan energi khas Yogya,\u201d jelasnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyatakan BTN mendukung event ini dengan menjadi official ticketing partner melalui aplikasi bal\u00e9 by BTN. Menurutnya Bale by BTN hadir melayani masyarakat yang ingin hadir menyaksikan penampilan Sheila on 7 dan aktivitas lainnya dalam festival Remember November Yokjakarta dengan menyediakan fitur pembelian tiket event ini di aplikasi bal\u00e9 by BTN.<\/strong><br \/>\n<strong>&#8220;Ini merupakan langkah kami dalam memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah dalam bertransaksi menggunakan bal\u00e9 by BTN,\u201d ungkapnya<\/strong>.(<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Joni<\/strong><\/span>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Yogyakarta kembali membuktikan dirinya bukan sekadar kota budaya, melainkan sumber inspirasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-38660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Yogyakarta kembali membuktikan dirinya bukan sekadar kota budaya, melainkan sumber inspirasi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-21T01:14:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251021-WA0022-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1545\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya\",\"datePublished\":\"2025-10-21T01:14:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-21T01:14:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\"},\"wordCount\":395,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\",\"name\":\"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-21T01:14:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-21T01:14:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kabupaten Sleman &#8211; Kompassindonesianews.com, Yogyakarta kembali membuktikan dirinya bukan sekadar kota budaya, melainkan sumber inspirasi...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-10-21T01:14:02+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1545,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251021-WA0022-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya","datePublished":"2025-10-21T01:14:02+00:00","dateModified":"2025-10-21T01:14:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/"},"wordCount":395,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/","name":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-10-21T01:14:02+00:00","dateModified":"2025-10-21T01:14:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/21\/budaya-yogyakarta-tidak-berhenti-di-masa-lalu-melainkan-terus-bergerak-menyesuaikan-zaman-tanpa-kehilangan-ruh-aslinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Budaya Yogyakarta Tidak Berhenti di Masa Lalu, Melainkan Terus Bergerak Menyesuaikan Zaman Tanpa Kehilangan Ruh Aslinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38662,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38660\/revisions\/38662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38660"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=38660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}