{"id":39046,"date":"2025-10-28T17:55:51","date_gmt":"2025-10-28T10:55:51","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=39046"},"modified":"2025-10-28T17:58:24","modified_gmt":"2025-10-28T10:58:24","slug":"sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/","title":{"rendered":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kompassindonesianews<\/strong><\/span> <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Tokyo, 21 Oktober 2025<\/strong><\/span> \u2014<br \/>\n<strong>Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Jepang, parlemen negara itu memilih seorang perempuan sebagai Perdana Menteri.<\/strong><br \/>\n<strong>Sanae Takaichi, politisi senior berusia 64 tahun dari Partai Liberal Demokrat (LDP), secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang ke-104 setelah memenangkan pemilihan internal partai dan memperoleh dukungan mayoritas parlemen pada Selasa (21\/10).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengangkatan Takaichi menandai momen bersejarah bagi Jepang \u2014 negara maju yang selama ini dikenal memiliki partisipasi perempuan yang sangat rendah di politik tingkat tinggi. Ia menjadi wanita pertama yang memimpin pemerintahan Jepang sejak negara itu berdiri pasca-Perang Dunia II.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Profil Singkat Sanae Takaichi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nama Lengkap: Sanae Takaichi (\u9ad8\u5e02 \u65e9\u82d7)<\/strong><br \/>\n<strong>Lahir: 7 Maret 1961, Prefektur Nara, Jepang<\/strong><br \/>\n<strong>Usia: 64 tahun<\/strong><br \/>\n<strong>Pendidikan: Fakultas Ekonomi, Kobe University<\/strong><br \/>\n<strong>Partai Politik: Liberal Democratic Party (LDP)<\/strong><br \/>\n<strong>Jabatan: Perdana Menteri ke-104 Jepang<\/strong><br \/>\n<strong>Karier Sebelumnya: Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi, dan Menteri Keamanan Ekonomi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebelum terjun ke dunia politik, Takaichi dikenal memiliki sisi unik \u2014 ia pernah menjadi pemain drum dalam sebuah band rock semasa kuliah di Kobe University.<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam wawancara tahun 2016, ia menyebut pengalaman bermusik itu membentuk kedisiplinan dan ritme kepemimpinannya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBermain drum mengajarkan saya mendengar harmoni di sekitar. Politik pun seharusnya begitu,\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>\u2014 Sanae Takaichi, wawancara NHK, 2016.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Perjalanan Menuju Kursi Perdana Menteri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Takaichi terpilih sebagai Ketua LDP pada 4 Oktober 2025, menggantikan Fumio Kishida. Partainya kemudian membentuk koalisi baru dengan Japan Innovation Party (JIP) setelah perpecahan dengan Komeito, yang membuka jalan bagi Takaichi menuju kursi Perdana Menteri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dikenal sebagai konservatif nasionalis, Takaichi berkomitmen melanjutkan kebijakan ekonomi peninggalan Shinzo Abe (Abenomics), memperkuat aliansi Jepang\u2013AS, serta menegaskan posisi Jepang di kawasan Indo-Pasifik.<\/strong><br \/>\n<strong>Namun, ia juga menolak beberapa reformasi sosial seperti suksesi perempuan di keluarga kekaisaran dan penggunaan nama keluarga berbeda bagi pasangan menikah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Makna dan Tantangan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengangkatan Takaichi disambut beragam.<\/strong><br \/>\n<strong>Bagi banyak warga, ini adalah simbol kemajuan gender, menandakan bahwa Jepang mulai membuka diri terhadap kepemimpinan perempuan.<\/strong><br \/>\n<strong>Namun para pengamat menilai, simbol itu belum tentu diikuti perubahan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan rakyat kecil.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Takaichi kini menghadapi tantangan berat: memulihkan ekonomi, menjaga stabilitas politik, dan memperkuat posisi Jepang di tengah rivalitas global antara Amerika Serikat dan Tiongkok.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sejarah Baru di Asia Timur<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepemimpinan Takaichi bukan hanya tonggak sejarah bagi Jepang, tetapi juga menjadi cermin dinamika politik Asia Timur. Negara yang selama ini lamban dalam reformasi gender kini menempatkan perempuan di puncak kekuasaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKepemimpinan tidak mengenal jenis kelamin, tetapi mengenal tanggung jawab terhadap bangsa,\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>\u2014 Sanae Takaichi, pidato pelantikan, Tokyo, 21 Oktober 2025.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan langkah ini, Jepang resmi menulis bab baru dalam sejarahnya<\/strong><\/p>\n<p><strong>sebuah kisah tentang wanita pertama yang menembus dinding patriarki, dan kini memimpin salah satu negara paling berpengaruh di dunia.<\/strong><\/p>\n<p>(<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Komarudin<\/strong><\/span>)<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Sumber: NHK Japan, The Japan Times, Reuters<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompassindonesianews Tokyo, 21 Oktober 2025 \u2014 Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Jepang, parlemen negara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompassindonesianews Tokyo, 21 Oktober 2025 \u2014 Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Jepang, parlemen negara...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-28T10:55:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-28T10:58:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251028-WA0087.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"478\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang\",\"datePublished\":\"2025-10-28T10:55:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-28T10:58:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\"},\"wordCount\":430,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\",\"name\":\"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-28T10:55:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-28T10:58:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kompassindonesianews Tokyo, 21 Oktober 2025 \u2014 Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Jepang, parlemen negara...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-10-28T10:55:51+00:00","article_modified_time":"2025-10-28T10:58:24+00:00","og_image":[{"width":720,"height":478,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251028-WA0087.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang","datePublished":"2025-10-28T10:55:51+00:00","dateModified":"2025-10-28T10:58:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/"},"wordCount":430,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/","name":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-10-28T10:55:51+00:00","dateModified":"2025-10-28T10:58:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/10\/28\/sanae-takaichi-jadi-perdana-menteri-wanita-pertama-dalam-sejarah-jepang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sanae Takaichi Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama dalam Sejarah Jepang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39048,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39046\/revisions\/39048"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39046"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}