{"id":39270,"date":"2025-11-02T18:32:55","date_gmt":"2025-11-02T11:32:55","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=39270"},"modified":"2025-11-02T18:32:55","modified_gmt":"2025-11-02T11:32:55","slug":"empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/","title":{"rendered":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span> <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Palembang \/ Jakarta, Minggu, 2 November 2025 <\/strong><\/span><strong>Indonesia menyimpan jejak panjang peradaban energi yang dimulai lebih dari seabad lalu. Tiga nama besar \u2014 Kilang Pangkalan Brandan, Plaju, dan Sungai Gerong \u2014 menjadi bukti bahwa perjalanan minyak Indonesia bukan hanya urusan industri, tetapi juga sejarah diplomasi, kerja keras, dan transformasi nasional. Kini, ketiganya menjadi bagian dari warisan besar yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di bawah naungan PT Pertamina (Persero), dan tengah bertransformasi menuju energi hijau.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pangkalan Brandan: Api Pertama dari Sumatera Utara<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada tahun 1885, pengusaha Belanda Aeilko Jans Zijlker menemukan minyak di Telaga Said, Langkat. Temuan itu melahirkan Kilang Pangkalan Brandan pada 1891, dikelola oleh Royal Dutch Company, cikal bakal Shell. Dari sinilah minyak bumi pertama Indonesia diolah dan disalurkan ke kapal serta industri di Asia Tenggara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kilang ini resmi berhenti beroperasi pada 7 Maret 2007, namun Api Abadi Brandan tetap dijaga warga sebagai simbol semangat awal energi bangsa.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBrandan adalah akar sejarah energi nasional. Dari sinilah api pertama Indonesia menyala,\u201d ujar Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina (Persero).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kilang Plaju: Warisan Belanda di Tanah Musi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dua dekade kemudian, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) \u2014 bagian dari Royal Dutch Shell \u2014 mendirikan Kilang Plaju pada 1904 di Palembang, Sumatera Selatan. Kilang ini dibangun dengan sistem industri terintegrasi, lengkap dengan perumahan, rumah sakit, dan sekolah untuk pekerja Belanda dan pribumi terampil.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada masa kolonial, Plaju menjadi salah satu kilang terbesar di Asia Tenggara. Setelah kemerdekaan, fasilitas ini dinasonalisasi pada tahun 1965 dan kini menjadi Refinery Unit (RU) III Plaju, dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cPlaju adalah warisan industri Belanda yang kini menjadi kekuatan rakyat Indonesia,\u201d ujar Siti Rachmi Indahsari, Area Manager Communication, Relations &amp; CSR KPI RU III Plaju.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kilang Sungai Gerong: Jejak Amerika di Tepi Musi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada tahun 1926, perusahaan Amerika Standard Vacuum Oil Company (Stanvac) \u2014 hasil merger antara Standard Oil of New Jersey (Exxon) dan Standard Oil of New York (Mobil) \u2014 membangun Kilang Sungai Gerong di seberang Plaju. Dengan teknologi penyulingan mutakhir pada masanya, Sungai Gerong menjadi simbol modernisasi industri minyak dunia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Setelah nasionalisasi pada 1970, kilang ini digabungkan dengan Plaju menjadi Refinery Unit (RU) III Pertamina Plaju\u2013Sungai Gerong. Kapasitas produksinya kini mencapai 80\u201390 ribu barel per hari, menopang pasokan energi nasional untuk wilayah barat Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cJika Plaju adalah warisan Belanda, maka Sungai Gerong adalah warisan Amerika \u2014 keduanya kini bersatu di bawah bendera merah putih,\u201d tambah Mantiri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kilang-Kilang Pertamina di Seluruh Indonesia<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga kini, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengelola enam unit kilang utama di seluruh Indonesia dengan total kapasitas lebih dari 1 juta barel per hari. Masing-masing kilang memiliki karakteristik dan kontribusi berbeda terhadap pasokan energi nasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>1. RU II Dumai \u2013 Riau. Mengolah minyak mentah dari Rokan dan Sumatera. Diresmikan pada 1971.<\/strong><\/p>\n<p><strong>2. RU III Plaju \u2013 Sungai Gerong \u2013 Sumatera Selatan. Mengolah minyak bumi dan bahan nabati, menjadi pionir green refinery.<\/strong><\/p>\n<p><strong>3. RU IV Cilacap \u2013 Jawa Tengah. Kilang terbesar di Indonesia, berkapasitas sekitar 348.000 barel per hari.<\/strong><\/p>\n<p><strong>4. RU V Balikpapan \u2013 Kalimantan Timur. Fokus pada BBM, avtur, dan LPG. Saat ini dalam proses Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk meningkatkan kapasitas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>5. RU VI Balongan \u2013 Indramayu, Jawa Barat. Produksi BBM berkualitas tinggi untuk wilayah barat Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>6. RU VII Kasim \u2013 Sorong, Papua Barat Daya. Kilang paling timur Indonesia, simbol pemerataan energi nasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selain itu, terdapat proyek besar yang sedang berjalan:<\/strong><\/p>\n<p><strong>RDMP Balikpapan &amp; RDMP Cilacap \u2013 peningkatan kapasitas dan efisiensi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Grass Root Refinery (GRR) Tuban \u2013 kilang baru berbasis teknologi ramah lingkungan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari Kolonialisme ke Kedaulatan Energi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kedua kilang di bawah RU III Plaju\u2013Sungai Gerong kini menjalani program transformasi kilang hijau (green refinery), mengolah minyak nabati menjadi bahan bakar rendah emisi. Program ini merupakan bagian dari peta jalan Pertamina menuju Net Zero Emission 2060.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cDua warisan bangsa asing kini menjadi laboratorium energi hijau Indonesia,\u201d kata Rachmi menegaskan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pencarian Arsip Asli dan Jejak Belanda<\/strong><\/p>\n<p><strong>Untuk memperkaya dokumentasi sejarah, redaksi sedang menelusuri arsip peresmian asli Kilang Plaju dan Sungai Gerong yang diduga tersimpan di Pertamina Jakarta serta arsip Belanda (Tropenmuseum Amsterdam dan Nationaal Archief Den Haag). Pihak Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyambut baik upaya pelestarian ini.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKami terus berkoordinasi dengan arsip dalam dan luar negeri untuk melengkapi catatan visual sejarah industri nasional,\u201d ujar perwakilan Humas Pertamina Jakarta.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Warisan yang Menyala untuk Negeri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari Api Abadi Brandan di Sumatera Utara, hingga Plaju dan Sungai Gerong di Palembang, serta enam kilang aktif di seluruh nusantara, sejarah membuktikan bahwa Indonesia tidak sekadar pewaris industri kolonial, melainkan bangsa yang mampu mengubah warisan menjadi kekuatan. Kini, di tangan generasi baru Pertamina, api itu terus menyala \u2014 bukan hanya sebagai energi, tetapi juga simbol kedaulatan dan kemajuan bangsa.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Penulis: Komarudin<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Sumber: Pertamina Jakarta (Humas &amp; PT Kilang Pertamina Internasional), Dunia Energi, Antara News, Sonora Palembang, Tropenmuseum Amsterdam, Nationaal Archief Den Haag<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompassindonesianews.com Palembang \/ Jakarta, Minggu, 2 November 2025 Indonesia menyimpan jejak panjang peradaban energi yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39271,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompassindonesianews.com Palembang \/ Jakarta, Minggu, 2 November 2025 Indonesia menyimpan jejak panjang peradaban energi yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-02T11:32:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA0056.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"469\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-11-02T11:32:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-02T11:32:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\"},\"wordCount\":774,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\",\"name\":\"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-02T11:32:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-02T11:32:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kompassindonesianews.com Palembang \/ Jakarta, Minggu, 2 November 2025 Indonesia menyimpan jejak panjang peradaban energi yang...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-11-02T11:32:55+00:00","og_image":[{"width":720,"height":469,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251102-WA0056.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia","datePublished":"2025-11-02T11:32:55+00:00","dateModified":"2025-11-02T11:32:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/"},"wordCount":774,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/","name":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-11-02T11:32:55+00:00","dateModified":"2025-11-02T11:32:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/02\/empat-api-sejarah-dari-brandan-ke-plaju-dan-sungai-gerong-jejak-dua-bangsa-yang-menyatu-di-energi-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Empat Api Sejarah: Dari Brandan ke Plaju dan Sungai Gerong \u2014 Jejak Dua Bangsa yang Menyatu di Energi Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39272,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39270\/revisions\/39272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39270"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}