{"id":39649,"date":"2025-11-10T06:23:33","date_gmt":"2025-11-09T23:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=39649"},"modified":"2025-11-10T06:23:33","modified_gmt":"2025-11-09T23:23:33","slug":"dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/","title":{"rendered":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Jakarta, 10 November 2025<\/strong><\/span><br \/>\n<strong>Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga masa Presiden Prabowo Subianto, gaya komunikasi kepemimpinan di Indonesia terus berevolusi. Dari orasi ideologis Bung Karno, kesunyian penuh kendali Soeharto, hingga gaya digital populis Joko Widodo dan ketegasan nasionalistik Prabowo, setiap era mencerminkan perubahan zaman dan cara pemimpin memahami rakyatnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Prof. Dr. Cipta Lesmana, pengamat komunikasi politik senior, setiap presiden membawa bahasa kekuasaannya sendiri \u2014 dari retorika ideologis ke diplomasi digital. \u201cCara mereka berkomunikasi mencerminkan wajah masyarakat di zamannya,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Deddy Mulyana, pakar komunikasi dari Universitas Padjadjaran, menilai perubahan itu sebagai \u201cpergeseran komunikasi dari karisma menuju empati, dari simbol menuju kinerja.\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>Sementara Prof. Dr. Ninuk Purnomo dari Universitas Airlangga menegaskan, \u201cKepemimpinan selalu memadukan unsur maskulin dan feminin \u2014 ketegasan dan kepekaan yang berjalan seiring.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Soekarno (1945\u20131967): Retoris dan Karismatik<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ir. Soekarno adalah pemimpin dengan gaya orasi yang membakar semangat rakyat. Komunikasinya sarat ideologi dan simbol perjuangan nasional.<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cBangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya,\u201d ujarnya dalam salah satu pidato bersejarah.<\/strong><br \/>\n<strong>Menurut Prof. Cipta Lesmana, Bung Karno adalah arsitek komunikasi nasional yang membangun solidaritas melalui kata-kata dan emosi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Soeharto (1967\u20131998): Birokratik dan Sunyi yang Berwibawa<\/strong><\/p>\n<p><strong>Soeharto memimpin dengan gaya diam dan penuh kendali. Ia berbicara lewat kebijakan, bukan retorika.<\/strong><br \/>\n<strong>Menurut Prof. Deddy Mulyana, gaya Soeharto adalah komunikasi kekuasaan yang menekankan stabilitas dan keteraturan. Pesannya jelas: pembangunan tidak bisa berjalan tanpa ketenangan politik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>B.J. Habibie (1998\u20131999): Rasional dan Terbuka<\/strong><\/p>\n<p><strong>Habibie menghadirkan komunikasi intelektual dan rasional di masa transisi demokrasi. Ia menekankan transparansi dan efisiensi.<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Deddy Mulyana menyebutnya \u201cpemimpin dengan gaya komunikasi horizontal \u2014 terbuka dan dialogis.\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Ninuk Purnomo menambahkan, \u201cHabibie menggabungkan kecerdasan logis dan empati manusiawi.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Abdurrahman Wahid (1999\u20132001): Humanis dan Dialogis<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gus Dur menjadikan humor sebagai senjata komunikasi politik. Ia memecah ketegangan dengan tawa dan kebijaksanaan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cTidak penting apa agamamu, kalau kamu bisa berbuat baik,\u201d adalah pesan universalnya.<\/strong><br \/>\n<strong>Menurut Prof. Cipta Lesmana, Gus Dur menunjukkan bahwa senyum bisa lebih kuat dari seribu pidato.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Megawati Soekarnoputri (2001\u20132004): Diam yang Bermakna<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebagai presiden perempuan pertama, Megawati tampil dengan ketenangan dan simbolik. Ia berbicara lewat sikap, bukan pernyataan panjang.<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Ninuk Purnomo menilai Megawati sebagai simbol kekuatan feminin yang tegas tanpa perlu meninggikan suara.<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cSaya tidak banyak bicara, tapi saya bekerja,\u201d ucapnya dalam satu kesempatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Susilo Bambang Yudhoyono (2004\u20132014): Diplomatis dan Terukur<\/strong><\/p>\n<p><strong>SBY dikenal dengan gaya komunikasi formal, hati-hati, dan berstruktur. Ia mengedepankan keseimbangan antara logika dan empati.<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Deddy Mulyana menilai SBY memiliki gaya \u201ckomunikasi strategis\u201d untuk menjaga stabilitas politik dan citra internasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Joko Widodo (2014\u20132024): Populis dan Digital<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jokowi membawa komunikasi politik ke era media sosial dan visual. Melalui blusukan, ia menembus jarak antara rakyat dan kekuasaan.<\/strong><br \/>\n<strong>Menurut Prof. Deddy Mulyana, Jokowi mempraktikkan komunikasi yang mengutamakan kehadiran dan kedekatan.<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Ninuk Purnomo menilai, Jokowi menunjukkan perpaduan empati feminin dan ketegasan maskulin dalam gaya kepemimpinannya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prabowo Subianto (2024\u2013sekarang): Tegas, Nasionalistik, dan Emosional<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebagai presiden ke-8, Prabowo Subianto tampil dengan gaya komando dan retorika kebangsaan.<\/strong><br \/>\n<strong>Ia berbicara dengan nada tegas, namun sering mengekspresikan emosi saat membahas rakyat dan kedaulatan bangsa.<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Cipta Lesmana menyebut Prabowo \u201cmenghidupkan kembali semangat komunikasi komando yang disertai rasa kemanusiaan.\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>Prof. Ninuk Purnomo menilai Prabowo menghadirkan \u201cmaskulinitas nasionalistik yang diimbangi empati sosial.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBangsa ini besar karena rakyatnya berani berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d tegas Prabowo dalam pidato kenegaraan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Perbandingan Gaya Komunikasi Kepemimpinan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Soekarno \u2014 Retoris-karismatik \u2014 Ideologis dan menggugah semangat rakyat<\/strong><br \/>\n<strong>Soeharto \u2014 Birokratik-formal \u2014 Stabilitas dan ketertiban<\/strong><br \/>\n<strong>B.J. Habibie \u2014 Intelektual-rasional \u2014 Reformasi dan keterbukaan<\/strong><br \/>\n<strong>Abdurrahman Wahid \u2014 Humanis-humoris \u2014 Kemanusiaan dan toleransi<\/strong><br \/>\n<strong>Megawati Soekarnoputri \u2014 Simbolik-tenang \u2014 Kesederhanaan dan keteguhan<\/strong><br \/>\n<strong>Susilo Bambang Yudhoyono \u2014 Diplomatis-strategis \u2014 Harmoni dan citra negara<\/strong><br \/>\n<strong>Joko Widodo \u2014 Populis-visual \u2014 Kedekatan rakyat dan citra digital<\/strong><br \/>\n<strong>Prabowo Subianto \u2014 Tegas-nasionalis \u2014 Kedaulatan dan kebanggaan bangsa<\/strong><\/p>\n<p><strong>Perjalanan komunikasi kepemimpinan Indonesia menunjukkan pergeseran dari bahasa ideologi menuju bahasa empati.<\/strong><br \/>\n<strong>Namun esensinya tetap: pemimpin harus mampu berbicara dalam bahasa rakyat, bukan sekadar bahasa kekuasaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKepemimpinan tanpa komunikasi adalah kekuasaan tanpa arah,\u201d tegas Prof. Cipta Lesmana.<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cPemimpin sejati adalah mereka yang mampu mendengar, bukan hanya berbicara,\u201d tambah Prof. Deddy Mulyana.<\/strong><br \/>\n<strong>Dan menurut Prof. Ninuk Purnomo,<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cPemimpin ideal adalah yang menyeimbangkan logika, hati, dan kepekaan \u2014 berbicara dengan kekuasaan, tapi mendengar dengan kemanusiaan.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Disusun oleh:<\/strong><br \/>\n<strong>Tim Redaksi Komunikasi Politik &amp; Sosial<\/strong><br \/>\n<strong>Dengan kontribusi analisis dari:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Cipta Lesmana (Komunikasi Politik Nasional)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Deddy Mulyana (Komunikasi Budaya, Unpad)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Ninuk Purnomo (Komunikasi Gender, Unair)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis: Komarudin S.Ikom<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Panglima Laskar Santri Sum-sel<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>DPW Partai Masyumi Sum-sel<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Ketua Pemuda dan Milenial<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompassindonesianews.com Jakarta, 10 November 2025 Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga masa Presiden Prabowo Subianto,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-39649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompassindonesianews.com Jakarta, 10 November 2025 Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga masa Presiden Prabowo Subianto,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-09T23:23:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251110-WA0001.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"474\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi\",\"datePublished\":\"2025-11-09T23:23:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-09T23:23:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\"},\"wordCount\":716,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\",\"name\":\"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-09T23:23:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-09T23:23:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kompassindonesianews.com Jakarta, 10 November 2025 Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga masa Presiden Prabowo Subianto,...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-11-09T23:23:33+00:00","og_image":[{"width":720,"height":474,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251110-WA0001.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi","datePublished":"2025-11-09T23:23:33+00:00","dateModified":"2025-11-09T23:23:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/"},"wordCount":716,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/","name":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-11-09T23:23:33+00:00","dateModified":"2025-11-09T23:23:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/10\/dari-soekarno-hingga-prabowo-evolusi-gaya-komunikasi-pemimpin-indonesia-dalam-bingkai-ilmu-komunikasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Soekarno hingga Prabowo: Evolusi Gaya Komunikasi Pemimpin Indonesia dalam Bingkai Ilmu Komunikasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39651,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39649\/revisions\/39651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39649"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=39649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}