{"id":40253,"date":"2025-11-21T23:39:27","date_gmt":"2025-11-21T16:39:27","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=40253"},"modified":"2025-11-21T23:39:27","modified_gmt":"2025-11-21T16:39:27","slug":"apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/","title":{"rendered":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Jakarta, 21 November 2025<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kompassindonesianews<\/strong><\/span><br \/>\n<strong>Wacana nuklir kembali menjadi fokus nasional setelah pemerintah menyatakan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Kalimantan pada awal dekade 2030 sebagai penyokong energi industri dan kawasan Ibu Kota Nusantara. Langkah ini menandai titik transisi penting dari riset laboratorium menuju implementasi energi strategis.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Perjalanan nuklir Indonesia bukan sekadar isu teknologi, tetapi cermin perubahan politik, tekanan geopolitik negara adidaya, dan dinamika pembangunan sejak masa Soekarno hingga Prabowo.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SOEKARNO (1945\u20131967) \u2014 Nuklir sebagai Simbol Kedaulatan dan Diplomasi Perang Dingin<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada masa awal Republik, Soekarno menegaskan bahwa penguasaan ilmu nuklir adalah manifestasi harga diri bangsa. Pendirian lembaga atom dan kerja sama dengan Uni Soviet membuka ruang riset reaktor dan fisika nuklir tingkat dasar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nuklir diposisikan sebagai alat martabat bangsa, bukan sekadar sumber energi. Sikap anti-blok Barat dan kedekatan dengan Tiongkok serta Uni Soviet menimbulkan kecurigaan global, terutama Amerika Serikat, bahwa Indonesia berpotensi mengejar senjata nuklir meski tidak pernah terealisasi sebagai program militer resmi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SOEHARTO (1967\u20131998) \u2014 Institusionalisasi dan Orientasi Sipil<\/strong><\/p>\n<p><strong>Orde Baru mengalihkan nuklir dari retorika geopolitik menjadi program teknokratis. BATAN diperkuat, reaktor riset Serpong dan Bandung dikembangkan, serta pemanfaatan isotop diperluas untuk pangan, kesehatan, dan industri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kajian PLTN di Muria masuk fase studi awal, namun situasi politik keamanan dan prioritas ekonomi menghambat eksekusi. Nuklir pada era ini tetap aman terkendali dan jauh dari ambisi militer.<\/strong><\/p>\n<p><strong>HABIBIE (1998\u20131999) \u2014 High-Tech, Industri Strategis, dan Rekonstruksi Ilmiah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Walau masa pemerintahannya singkat, Habibie memperkuat landasan riset rekayasa nuklir melalui industri strategis dan komunitas ilmuwan diaspora. Fokusnya adalah transfer teknologi dan peningkatan kemampuan SDM, bukan PLTN atau persenjataan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>GUS DUR (1999\u20132001) \u2014 Reformasi Institusi dan Status Quo Energi Nuklir<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gus Dur menjaga program nuklir tetap pada jalur sipil dan penelitian. Tidak ada dorongan percepatan PLTN, namun tidak pula pembekuan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diplomasi diarahkan pada hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Jepang pasca-Reformasi, meredakan kecurigaan eksternal terhadap arah program nuklir Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>MEGAWATI (2001\u20132004) \u2014 Energi Nasional, tetapi Nuklir Belum Prioritas<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di tengah pemulihan ekonomi, Megawati menempatkan nuklir dalam kerangka energi jangka panjang, namun tanpa keputusan proyek. Fokus negara adalah stabilitas fiskal dan keamanan dalam negeri awal 2000-an.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SBY (2004\u20132014) \u2014 Kebangkitan PLTN, Gugur oleh Fukushima<\/strong><\/p>\n<p><strong>Era SBY menjadi momentum kebangkitan gagasan PLTN. Studi Muria kembali aktif, kerja sama Jepang\u2013Korea Selatan\u2013Amerika Serikat diperkuat, dan PLTN masuk peta diversifikasi energi nasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun tragedi Fukushima 2011 mengubah arah kebijakan global dan memukul opini publik. Akhirnya, rencana PLTN ditunda dan fokus kembali pada energi terbarukan non-nuklir.<\/strong><\/p>\n<p><strong>JOKO WIDODO (2014\u20132024) \u2014 Diplomasi Teknologi, SMR, dan Konsolidasi BRIN<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jokowi mengambil pendekatan struktural melalui konsolidasi lembaga riset menjadi BRIN, pengembangan isotop untuk industri dan kesehatan, serta kerja sama teknologi Small Modular Reactor (SMR) dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Korea Selatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nuklir mulai diposisikan sebagai elemen ekosistem industri teknologi tinggi, meski belum ada keputusan pembangunan PLTN komersial. Era ini menjadi landasan teknis dan diplomasi untuk tahap eksekusi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>PRABOWO (2024\u2013Sekarang) \u2014 Eksekusi PLTN, Transformasi Energi Industri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prabowo menjadi presiden pertama yang secara eksplisit menetapkan timeline pembangunan PLTN komersial.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cPLTN pertama Indonesia akan dibangun di Kalimantan mulai 2030 sebagai fondasi energi dan teknologi bangsa,\u201d ujar Prabowo dalam arah kebijakan nasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Langkah ini dilakukan di tengah kompetisi negara superpower yang menilai nuklir sebagai penentu kekuatan geopolitik global. Indonesia memilih jalur energi bersih strategis, bukan senjata, selaras dengan prinsip non-proliferasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari simbol martabat Soekarno hingga strategi industri Prabowo, perjalanan nuklir Indonesia bergerak dari ideologi menuju implementasi. Tantangan utama kini bukan lagi teknologi, tetapi legitimasi publik, regulasi keselamatan, kemandirian industri, dan tekanan geopolitik negara besar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika berhasil, Indonesia berpotensi menjadi negara berkembang pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan PLTN komersial tanpa meninggalkan prinsip damai<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis: Komarudin<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Seminar Nasional Mestakung<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>( Semesta Alam Mendukung ) <\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Tema: Olimpiade fisika Nuklir Internasional <\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Bersama Prof. Yohanes Surya P. h D<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>&#8220;Kiat Sukses Mencetak Pelajar Indonesia Berprestasi Dunia&#8221;<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>The Aryaduta Hotel Palembang, 8 Agustus 2009<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 21 November 2025 Kompassindonesianews Wacana nuklir kembali menjadi fokus nasional setelah pemerintah menyatakan target&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, 21 November 2025 Kompassindonesianews Wacana nuklir kembali menjadi fokus nasional setelah pemerintah menyatakan target...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-21T16:39:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251121-WA0054.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"421\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"349\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo\",\"datePublished\":\"2025-11-21T16:39:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T16:39:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\"},\"wordCount\":613,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\",\"name\":\"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-21T16:39:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T16:39:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Jakarta, 21 November 2025 Kompassindonesianews Wacana nuklir kembali menjadi fokus nasional setelah pemerintah menyatakan target...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-11-21T16:39:27+00:00","og_image":[{"width":421,"height":349,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251121-WA0054.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo","datePublished":"2025-11-21T16:39:27+00:00","dateModified":"2025-11-21T16:39:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/"},"wordCount":613,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/","name":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-11-21T16:39:27+00:00","dateModified":"2025-11-21T16:39:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/21\/apakah-indonesia-menuju-negara-nuklir-jejak-sejarah-dari-soekarno-hingga-prabowo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Indonesia Menuju Negara Nuklir? Jejak Sejarah dari Soekarno hingga Prabowo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40255,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40253\/revisions\/40255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40253"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}