{"id":40352,"date":"2025-11-24T06:47:43","date_gmt":"2025-11-23T23:47:43","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=40352"},"modified":"2025-11-24T06:47:43","modified_gmt":"2025-11-23T23:47:43","slug":"kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/","title":{"rendered":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>KABUPATEN SLEMAN<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span> <strong>Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, meluncurkan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Kegiatan tersebu dilaksanakan di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon\/Kecamatan Moyudan, Sleman pada Minggu 23 November 2025.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Seremonial peluncuran kampung peramalan OPT diawali dengan penanaman padi dan pemotongan tumpeng oleh jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, bersama Wakil Bupati Kabupaten Sleman Danang Maharsa.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-40353\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251123-WA0059-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" \/><\/p>\n<p><strong>Dalam sambutan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yang disampaikan oleh Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Akhmad Musyafak, menyampaikan bahwa program kampung peramalan ini bertujuan untuk mendeteksi atau memprediksi populasi OPT.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Program kampung peramalan ini berkelanjutan dengan tujuan memberikan percontohan penerapan terkait pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT jika di perlukan,&#8221; kata Akhmad.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diketahui, Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah yang terpilih menjadi percontohan dari 4 wilayah lainnya di Indonesia. Adapun Kabupaten Sleman, khususnya di wilayah Moyudan dipilih menjadi percontohan program tersebut berdasarkan potensi pertanian dengan endemis tikus.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sedangkan untuk pelaksanaannya, ia menuturkan para petani nantinya akan menyaksikan langsung bagaimana proses pengalaman, peramalan, dan pengendalian OPT secara detail dibawah bimbingan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT),&#8221; tambahnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan dukungan atas program dari Kementan RI dalam memaksimalkan sektor pertanian khususnya di Kabupaten Sleman melalui kampung peramalan OPT,&#8221; jelas Danang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa pengendalian hama di sektor pertanian merupakan salah satu persoalan yang menjadi perhatian khususnya di wilayah Kabupaten Sleman Barat. Mengingat,sektor pertanianSleman, menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan di wilayah DIY.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Danang juga menilai program ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern, yang menekankan pada presisi, efisiensi dan keberlanjutan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kami meyakini bahwa dengan adanya kampung peramalan OPT ini, petani Kabupaten Sleman dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, lebih cepat, dan akurat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Informasi yang di sampaikan melalui sistem peramalan akan membantu petani, dalam menentukan waktu tanam, memilih varietas serta melakukan langkah pengendalian hama secara terpadu,&#8221; kata Danang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi pertanian melalui sistem informasi, pemanfaatan sensor lapangan, peningkatan kapasitas penyuluhan dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kabupaten Sleman memiliki modal SDM dan infrastruktur yang cukup kuat, untuk bertransformasi menuju pertanian berbasis teknologi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Kami berharap kampung peramalan OPT ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan,tetapi dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai wilayah lain,&#8221; tutup Danang<\/strong>.(<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Joni<\/strong><\/span>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, meluncurkan Kampung Peramalan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, meluncurkan Kampung Peramalan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-23T23:47:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251123-WA0058.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"856\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan\",\"datePublished\":\"2025-11-23T23:47:43+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-23T23:47:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\"},\"wordCount\":390,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\",\"name\":\"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-23T23:47:43+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-23T23:47:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, meluncurkan Kampung Peramalan...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-11-23T23:47:43+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":856,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251123-WA0058.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan","datePublished":"2025-11-23T23:47:43+00:00","dateModified":"2025-11-23T23:47:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/"},"wordCount":390,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/","name":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-11-23T23:47:43+00:00","dateModified":"2025-11-23T23:47:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/24\/kapanewon-moyudan-menjadi-percontohan-kampung-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kapanewon Moyudan, Menjadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40355,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40352\/revisions\/40355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40352"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}