{"id":40639,"date":"2025-11-29T18:56:08","date_gmt":"2025-11-29T11:56:08","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=40639"},"modified":"2025-11-29T18:56:08","modified_gmt":"2025-11-29T11:56:08","slug":"pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/","title":{"rendered":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>KABUPATEN SLEMAN<\/strong><\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span> <strong>Gema bunyi logam kuningan dari palu perlahan meredup di Padukuhan Ngawen, Kalurahan Sidokarto, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kerajinan kuningan ini sempat dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan kuningan di Kabupaten Sleman, seiring berjalannya waktu kerajinan kuningan ini hanya menyisakan segelintir perjain yang gigih mempertahankan warisan leluhurnya.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-40641\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251129-WA0143-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" \/><\/p>\n<p><strong>Salah seorang perajin kuningan, Mulyadi (60) yang sampai saat ini masih bertahan hingga saat ini. Ia menjelaskan memulai usahanya sejak tahun 1988, melanjutkan jejak kakek dan ayahnya yang dulu juga berkecimpung di dunia cor kuningan,&#8221; ucapnya saat puluhan awak media mendatangi rumahnya pada Sabtu, 29 November 2025.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mulyadi, juga menjelaskan dulu perajin kuningan di sini puluhan orang, sekarang tinggal dua orang saja. Penurunan jumlah perajin yang drastis ini menjadi indikasi utama surutnya pasar kerajinan tersebut, dua perajin yang tersisa selain dirinya ada juga Munawar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lanjutnya, kerajinan cor kuningan di Dusun Ngawen ini sudah menjadi tradisi turun &#8211; temurun, berawal dari ini siatif warga untuk mencari kesibukan agar tidak menganggur,&#8221; tambah Mul. Dulu, sentra ini pernah menjadi tumpuan hidup banyak keluarga, karena ngecor kuningan ini memang warisan dari simbah &#8211; simbah,&#8221; tambah Mul.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia mengenang masa keemasan kerajinan kuningan Ngawen ini terjadi sekitar tahun 2000 an. Saat itu, permintaan akan produk utama mereka yaitu, kelintingan yang merupakan lonceng kecil untuk kesenia, seperti jathilan, gedruk, dan topeng, sangat tinggi, ya tahun 2000 an itu lagi jayanya banyak pesanan yang masuk.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Akan tetapi, pandemi yang menghantam membuat usaha warga gulung tikar dan juga karena ada alasan lain. Karena pasarannya sudah tidak ada, kini hanya kami pukus pada produksi sesuai pesanan. Namun demikian yang paling konsisten adalah kelintingan untuk perlengkapan kesenian,&#8221; keluh kesahnya. Ia juga menceritakan proses pembuatan kelintingan ini dari kuningan yang ia dapatkan dari pengepul terbilang unik dan rumik, model kelintingan dibuat dari lilin di bungkus dengan tanah liat. Setelah dibungkus cetakan tanah dibakar hingga lilin mencair dan meninggalkan ruang kosong, lalu lansung di cor dengan cairan kuningan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagian &#8211; bagian kelintingan yang dicetak setengah &#8211; setengah di sambung mengunakan lilin dan dibakara, terakhir gotri untuk menimbulkan bunyi di masukkan dan lanjut di lakukan finishing yang kini sudah dibantu mesin bubut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Untuk bertahan di tengah kelesuan pasar, Mulyadi kini sangat mengandalkan penjualan online. Sekarang online, kalau dulu kan mengandalkan pengepul sekarang sudah tidak ada pengepul lagi,&#8221; kisahnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan dibantu istri dan anak yang nyambi membantu, ia berusaha melestarikan keahlian yang sudah di wariskan tiga generasi. Saat ini kapasitas produksi sekitar 50 kodi per minggu untuk ukuran kecil, dengan harga jual satu kdinya sekitar Rp.75.000,&#8221; ungkapnya<\/strong>.(<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Joni<\/strong><\/span>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Gema bunyi logam kuningan dari palu perlahan meredup di Padukuhan Ngawen,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40642,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-40639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Gema bunyi logam kuningan dari palu perlahan meredup di Padukuhan Ngawen,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-29T11:56:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251129-WA0142-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan\",\"datePublished\":\"2025-11-29T11:56:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-29T11:56:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\"},\"wordCount\":418,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\",\"name\":\"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-29T11:56:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-29T11:56:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KABUPATEN SLEMAN &#8211; Kompassindonesianews.com Gema bunyi logam kuningan dari palu perlahan meredup di Padukuhan Ngawen,...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-11-29T11:56:08+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251129-WA0142-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan","datePublished":"2025-11-29T11:56:08+00:00","dateModified":"2025-11-29T11:56:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/"},"wordCount":418,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/","name":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-11-29T11:56:08+00:00","dateModified":"2025-11-29T11:56:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/11\/29\/pengrajin-cor-kuningan-kini-hanya-menunggu-pesanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengrajin Cor Kuningan, Kini Hanya Menunggu Pesanan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40643,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40639\/revisions\/40643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40639"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=40639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}