{"id":4135,"date":"2023-03-07T04:45:02","date_gmt":"2023-03-07T04:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=4135"},"modified":"2023-03-07T04:48:28","modified_gmt":"2023-03-07T04:48:28","slug":"upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/","title":{"rendered":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><strong>KompassindonesiaNews<\/strong>, Tangsel-Banten, \u2013 Jalan yang sangat panjang dan berliku harus ditempuh oleh para Ahli Waris dari alm. Kwe Asiong alias Oseng dan almh Saenah yang memiliki lahan di kelurahan Pondok Cabe Udik, kecamatan Pamulang, kota Tangerang Selatan seluas lebih kurang 1,5 hektar.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Berdasarkan bukti surat yang dimiliki oleh para Ahli Waris, alm. Kwe Asiong alias Oseng dan almh Saenah telah memiliki lahan tersebut, sejak tahun 1957. Namun hingga saat ini, para ahli waris masih harus berjuang membuktikan kebenaran\u00a0 bahwa sebahagian lahan yang lokasinya diakui sebagai menjadi bagian dari area perumahan Modern Hills adalah milik para ahli waris.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Di samping itu, lahan milik para ahli waris juga dikuasai oleh pihak-pihak lain yakni Bengkel Mobil New Eurotech, Rumah Kontrakan dan Rumah Ketua RT. 004 RW. 002 yang masih keluarga dari Lurah Pondok Cabe Udik saat ini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Bahwa upaya mediasi telah ditempuh oleh Para Ahli Waris melalui Kantor Lurah Pondok Cabe Udik, Kantor Kecamatan Pamulang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, namun para pihak dan instansi yang berkepentingan tidak pernah hadir sehingga upaya mediasi gagal.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Para Ahli Waris menduga adanya praktek mafia tanah atas Tanah Obyek Sengketa yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,&#8221;<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Demikian keterangan tertulis\u00a0 disampaikan Toto Relawanto dari kantor hukum Relawanto &amp; Partners selaku kuasa hukum para Ahli Waris kepada sejumlah awak media massa, di Jakarta, Selasa (7\/3\/2023).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Lebih lanjut\u00a0 Toto Relawanto dari kantor hukum Relawanto &amp; Partners selaku kuasa hukum para Ahli Waris mengatakan bahwa kliennya memiliki bukti kepemilikan berupa Girik berikut lampirannya termasuk Peta Net Rincik dan copy Buku C Desa dan para Ahli Waris tidak pernah menjual lahan tersebut.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Lanjutnya Toto bahwa Almh Mana dan almh Empin yang merupakan cucu dan cicit dari alm. Kwe Asiong alias Oseng dan almh Saenah pernah mengurus dan kemudian telah memperoleh Akta Pembagian Waris dari PN Tangerang pada tahun 1992 atas lahan tersebut dan telah dilegalisir namun almh Mana dan almh Empin telah lama meninggal dunia,<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Sehingga perjuangan berat harus dilanjutkan oleh anak-anak dan cucu dari almh Mana dan almh Empin untuk memperoleh kebenaran dan keadilan bagi mereka selaku para ahli waris yang berhak atas kepemilikan lahan tersebut,&#8221; ungkapnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Selanjutnya Toto menambahkan bahwa para ahli waris telah berupaya menemui Lurah PCU untuk berdiskusi dan memperoleh solusi namun tidak didapatkan jalan keluar. Upaya mediasi juga telah dilakukan sebanyak 4 kali di kantor Kecamatan Pamulang namun hanya dihadiri oleh para ahli waris saja dan pihak kecamatan selaku tuan rumah tanpa kehadiran Lurah PCU dan pihak Modern Hills sehingga tidak bisa dilakukan mediasi atas permasalahan lahan milik para ahli waris tersebut.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cAhli Waris telah memasang Plang di atas lahan miliknya yang berada di luar pagar belakang perumahan Modern Hills pada bulan Juli 2022 namun pihak Modern Hills pada bulan September 2022 juga memasang Plang mereka yang lebih besar sehingga menutupi Plang ahli waris\u201d, ujar Toto.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Menurutnya perlu diketahui saat ini para Ahli Waris harus hidup di rumah petak kontrakan. &#8220;Saya berharap masih adanya keadilan dan kebenaran yang bisa ditegakkan termasuk bagi para Ahli Waris yang merupakan masyarakat asli desa setempat,&#8221; pungkasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Editor : ( Red\/ Alam\/Jaja)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KompassindonesiaNews, Tangsel-Banten, \u2013 Jalan yang sangat panjang dan berliku harus ditempuh oleh para Ahli Waris&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4136,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KompassindonesiaNews, Tangsel-Banten, \u2013 Jalan yang sangat panjang dan berliku harus ditempuh oleh para Ahli Waris...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-07T04:45:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-07T04:48:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230306-WA0254.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"829\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal\",\"datePublished\":\"2023-03-07T04:45:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-07T04:48:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\"},\"wordCount\":511,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Hukum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\",\"name\":\"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-03-07T04:45:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-07T04:48:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KompassindonesiaNews, Tangsel-Banten, \u2013 Jalan yang sangat panjang dan berliku harus ditempuh oleh para Ahli Waris...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2023-03-07T04:45:02+00:00","article_modified_time":"2023-03-07T04:48:28+00:00","og_image":[{"width":593,"height":829,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230306-WA0254.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal","datePublished":"2023-03-07T04:45:02+00:00","dateModified":"2023-03-07T04:48:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/"},"wordCount":511,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Hukum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/","name":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2023-03-07T04:45:02+00:00","dateModified":"2023-03-07T04:48:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/upaya-mediasi-ahli-waris-pemilik-lahan-25-ha-di-pondok-cabe-udik-dengan-modern-hills-gagal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Upaya Mediasi Ahli Waris Pemilik Lahan 2,5 Ha Di Pondok Cabe Udik Dengan Modern Hills Gagal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4135"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4139,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4135\/revisions\/4139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4135"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}