{"id":4144,"date":"2023-03-07T09:46:21","date_gmt":"2023-03-07T09:46:21","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=4144"},"modified":"2023-03-07T09:46:21","modified_gmt":"2023-03-07T09:46:21","slug":"ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/","title":{"rendered":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani"},"content":{"rendered":"<p><strong>KompassIndonesia News<\/strong> Jakarta- Ketua Umum (Ketum) Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengaku sangat prihatin dengan mencuatnya kasus kekayaan tak wajar dan gaya hidup hedonisme pegawai Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di era Menkeu Sri Mulyani.<\/p>\n<p>Mirisnya lagi, kasus ini terbongkar disaat ekonomi Indonesia baru mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 selama 3 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Hal ini menjadi pembuka kotak \u2018Pandora\u2019 atas kejanggalan jumlah harta kekayaan pribadi dan perilaku hedonis di kalangan pejabat DJP Kemenkeu.<br \/>\nApalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak era Orde Baru, para pejabat di lingkungan DJP dan DJBC Kemenkeu, memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis.<\/p>\n<p>\u201cDan tidak sesuai dengan normal \u2018Take Home Pay\u2019 atau gaji resmi yang diterima setiap bulan sebagaimana peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (PGPS) yang ada jika ditelusuri &#8221; termasuk Tunjangan Khusus&#8221; yang diterimanya pula secara formal,\u201d ujar Hardjuno di Jakarta, Selasa (7\/3).<\/p>\n<p>Seperti diketahui, diakhir Periode kedua Presiden Jokowi berkuasa th 2019-&#8220;2024 tercoreng oleh ulah dua orang pejabat di Kemenkeu yaitu Pejabat Eselon III alias Kabag Umum Kanwil Pajak Jakarta Selatan, Rafael Alun Tri Sambodo dan<br \/>\nviralnya pamer harta Kepala Bea Cukai Yogya yang juga baru Eselon II, Eko Darmanto.<\/p>\n<p>Oleh karena itu tegas Hardjuno, pengusutan tuntas atas harta kekayaan tidak wajar kedua pejabat Kemenkeu ini hasus menjadi pintu masuk untuk menelusuri dan memeriksa harta kekayaan pejabat-pejabat di Kemenkeu yang lainnya.<\/p>\n<p>Sebab, patut diduga masih banyak pejabat di Kemenkeu yang memiliki harta jumbo tetapi belum terungkap.<br \/>\n\u201cIni kehendak Tuhan yang Maha Esa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Hardjuno, kasus Rafael Alun dan Eko Darmanto baru &#8220;hanya puncak gunung es&#8221;- dari gaya hidup hedonis pejabat-pejabat dilingkungan Kemenkeu khususnya di DJP dan DJBC.<br \/>\n\u201cIntinya perilaku oknum-oknum pejabat Kemenkeu yang &#8220;overcconfidence&#8221;, menggunakan kekuasaannya untuk kesenangan pribadi. Ini mengerikan dan menjadi bibit lahirnya kecemburuan sosial. Apalagi ini, terjadi disaat angka kemiskinan di Indonesia meningkat,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Kecemburuan social ini bisa memicu instabilitas politik menjelang tahun politik 2023-2024 ini.<\/p>\n<p>Untuk itu, Hardjuno mendesak Sri Mulyani melakukan evaluasi menyeluruh kepada seluruh pegawainya agar kejadian hedonisme ini tidak terulang lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira, ini menjadi PR bagi Menkeu Sri Mulyani, agar mengevaluasi secara menyeluruh kepada pegawainya agar tidak ada kejadian seperti ini terulangnlagi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Hardjuno menilai, terbongkarnya kasus Rafael Alun Trisambodo dan Eko Darmanto, membuat kredibilitas Menkeu Sri Mulyani berada di titik nadir.<\/p>\n<p>Kedua kasus ini mengkonformasikan Menkeu Sri Mulyani sama sekali tidak melakukan perbaikan kinerja di Kemenkeu kecuali menumpuk utang Negara yang angkanya mencapai Rp 7.000 Triliunan di era Rezim Jokowi-Ma\u2019aruf Amin.<\/p>\n<p>Tumpukan utang ini tegas Hardjuno lagi sangat memberatkan generasi yang akan datang.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini, Menkeu Sri Mulyani memang sukses membuat rakyat percaya. Tapi kasus pamer harta, harta yang tak wajar, dan bahkan angka jumlah pejabat pajak yang tidak lapor pajak, membuktikan sebaliknya. Yakni, kemenkeu ternyata tidak bisa dipercaya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Padahal, selama ini, Menkeu Sri Mulyani mencitrakan dirinya sebagai sosok yang telah banyak melakukan perubahan di jajaran kementeriannya, khususnya dilingkungan DJP dan DJBC.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinegoro<br \/>\nmengusulkan pentingnya Revolusi Keuangan Negara. Hal ini penting agar sumber penerimaan negara dikelola tepat sasaran dan memberikan benefit bagi rakyat.<\/p>\n<p>Apalagi, DJP dan DJBC memberi kontribusi lebih 70% dari total penerimaan APBN.<\/p>\n<p>\u201cUntuk menyelamatkan citra Kemenkeu, saya kira, perlu revolusi total di Kemenkeu. Sebab terbukti, banyak pejabat nakal di Kemenkeu yang belum melapor pajaknya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Seiring mencuatnya kasus hedons pejabat Kemenkeu ini, predikat sebagai ratu \u2018utang kembali disematkan kepada Sri Mulyani.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan utang nambah terus. Ini mengerikan karena Sri Mulyani terbukti tak becus mengelola anak buahnya tapi kita terlanjur punya utang sampai Rp 7400 triliun,\u201d papar Hardjuno.<\/p>\n<p>Maka menurut Hardjuno sangat bisa dimengerti dugaan selama ini Sri Mulyani mendapat banyak penghargaan internasional bahkan sebagai Menkeu Terbaik Dunia hanya karena semua kebijakannya memang menguntungkan kreditor-kreditor internasional.<\/p>\n<p>Sementara itu, di dalam negeri Sri Mulyani terbukti sukses melakukan pencitraan sebagai sosok dipercaya. Remunerasi besar-besaran untuk jajarannya pun diterima oleh masyarakat sebagai kewajaran karena bertujuan agar para pejabat tidak tergoda melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaporan pajak.<\/p>\n<p>\u201cTapi hari ini Tuhan membongkar semuanya. Direktorat Pajak dan Bea Cukai isinya orang-orang yang gila harta semua. Dan bagaimana kita bisa percayakan uang kita, masa depan anggaran kita kepada Sri Mulyani dan anak-anak buahnya?\u201d tandas Hardjuno Wiwoho.(red\/rls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KompassIndonesia News Jakarta- Ketua Umum (Ketum) Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengaku sangat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KompassIndonesia News Jakarta- Ketua Umum (Ketum) Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengaku sangat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-07T09:46:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230307-WA0146.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"942\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"592\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani\",\"datePublished\":\"2023-03-07T09:46:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-07T09:46:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\"},\"wordCount\":712,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\",\"name\":\"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-03-07T09:46:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-07T09:46:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KompassIndonesia News Jakarta- Ketua Umum (Ketum) Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengaku sangat...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2023-03-07T09:46:21+00:00","og_image":[{"width":942,"height":592,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/IMG-20230307-WA0146.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani","datePublished":"2023-03-07T09:46:21+00:00","dateModified":"2023-03-07T09:46:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/"},"wordCount":712,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/","name":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2023-03-07T09:46:21+00:00","dateModified":"2023-03-07T09:46:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/03\/07\/ketum-hms-center-kasus-rafael-dan-eko-pembuka-kotak-pandora-gaya-hedonis-pejabat-djp-dan-djbc-di-era-menkeu-sri-mulyani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketum HMS Center: Kasus Rafael dan Eko Pembuka Kotak Pandora Gaya Hedonis Pejabat DJP dan DJBC di Era Menkeu Sri Mulyani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4144"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4146,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4144\/revisions\/4146"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4144"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}