{"id":41784,"date":"2025-12-18T20:55:15","date_gmt":"2025-12-18T13:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=41784"},"modified":"2025-12-18T20:55:15","modified_gmt":"2025-12-18T13:55:15","slug":"akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/","title":{"rendered":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Lampung Timur<\/strong><\/span>, <span style=\"color: #666699;\"><strong>Kompassindonesianews<\/strong><\/span> &#8211; <strong>Diduga asal jadi pekerjaan pengaspalan jalan di dusun 3 Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur menuai kritik pedas masyarakat setempat, serta disinyalir jadi syarat penyimpangan penggunaan Anggaran.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pelaksanaan kegiatan proyek tak bertuan tanpa adanya papan informasi tersebut kini menjadi sorotan masyarakat dan pihak pemerintahan Kecamatan Waway Karya. Pasalnya, Proyek Hotmix yang di kerjakan tanpa menggunakan papan informasi tersebut di duga sebagai trik untuk mengelabui Masyarakat agar tidak dapat memantau besarnya anggaran yang di kucurkan oleh Pemerintah guna memastikan kualitas pengerjaan serta sumber anggaran dan volume pada kegiatan tersebut.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-41786\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251218-WA0096-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" \/><\/p>\n<p><strong>Kepada Kompassindonesianews, Nanang Subagio Kepala Desa Karang Anom menyampaikan, terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan tersebut pihaknya hanya diberikan selembaran kertas tanpa ada keterangan lebih lanjut.<\/strong><br \/>\n<strong>&#8220;Setau saya itu kerjaannya Abu, saya cuma dikasih surat selembaran aja, terkait berapa besaran anggarannya dan bersumber dari mana kita gak diberitahu,&#8221; ungkap Nanang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selain itu Nanang menambahkan, volume pengerjaan pembangunan jalan tersebut,memiliki volume pengerjaan yang sama dengan pembangunan ruas jalan yang sebelumnya dibangun di dusun 2, yakni memiliki panjang 500 meter, namun pengerjaan pengaspalan yang berada didusun 3 menurutnya memiliki kualitas yang sangat buruk, berbanding terbalik dengan kualitas pengaspalan yang berada di dusun 2. Selain kualitas pengerjaan yang buruk, panjang volume pengerjaan yang semestinya ialah 500 meter, akan tetapi hanya 490 meter yang dikerjakan.<\/strong><br \/>\n<strong>&#8220;Itu panjangnya 500 meter, tapi ketebalan berapanya kita gak tau, karna gak ada plang informasinya. Dan juga volumenya sama kayak di dusun 2 yg baru dibangun, tapi kualitasnya beda, di dusun 2 itu kualitas dan ketebalannya bagus bener, tapi kalau ini tipis kayak keripik, udah itu ada sekitar sepuluh meter yang enggak dikerjakan,&#8221; tegas Nanang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masyarakat setempat menyayangkan atas pengerjaan perbaikan jalan didusun 3 tersebut, selain memiliki kualitas yang buruk, jalan yang semestinya halus dan mulus justru seolah hanya seperti sebuah wahana. Bagaimana tidak, kontruksi jalan yang bergelombang, pemadatan yang kurang serta memiliki ketebalan setipis tisu dinilai hanya membuang anggaran dan merugikan keuangan negara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Salah seorang warga setempat, Sukur (54) megatakan, dirinya sebagai masyarakat merasa kecewa dengan kualitas pengaspalan yang dilakukan oleh pihak pemborong. Jalan yang selama puluhan tahun ini diharapkan dapat dibangun Pemerintah dengan baik, ternyata hanya sebatas di siram dan dijadikan ladang Korupsi oleh sebagian pihak.<\/strong><br \/>\n<strong>&#8220;Kecewa mas, jalan ini puluhan tahun kami berharap dibenerin,pas dibenerin kok kayak gini, kurang kandel itu, dan tipis bener aspalnya, dilewatin mobil truk muatan tabur lagi itu aspal mas,&#8221; ucap Sukur selaku warga setempat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sukur juga berharap, baik pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur dapat membenahi terkait kualitas perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak kontraktor yang dinilai tidak mengutamakan kualitas materialnya.<\/strong><br \/>\n<strong>&#8220;Ya kami berharap ini dilakukan pengaspalan ulang, dan kasih papan informasinya juga, biar kami masyarakat tau anggarannya berapa, panjangnya berapa, dan tebalnya berapa. Ini kan cuma main siram aja dan tipis banget mas kayak keripik mas, sebentar ujan kriuk-kriuk itu pecah aspalnya,&#8221; tutup Sukur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diketahui pengerjaan Peningkatan Jalan Ruas Karya Basuki &#8211; Karang Anom R.191 dengan nomor Kontrak: 053-B\/PMB\/KTR\/PPK\/15-SK\/2025. Milik CV. PUKEM KONTRUKSI dibawah naungan FAJRI PUTRA AMANDA selaku Direktur Perusahaan Kontraktor yang bertindak sebagai pelaksana pekerjaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Minimnya pengawasan, serta kesadaran terhadap sesama serta mengutamakan kantong pribadi, alhasil para pelaku pelaksana teknis dilapangan seringkali mengabaikan kualitas, sehingga diduga pengerjaan proyek perbaikan ruas jalan tersebut menelan anggaran Puluhan Juta bahkan mungkin hingga Ratusan Juta Rupiah terbuang sia-sia dan berpotensi merugikan Keuangan Negara. Alih-alih menjalankan amanah pemerintah guna memperbaiki jalan untuk masyarakat, ternyata hanya sebuah ladang Korupsi bagi sebagian pihak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan adanya temuan tersebut, masyarakat serta segenap pihak pemerintah dikecamatan Waway Karya berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur serta konsultan pengawas dapat turun langsung guna melakukan inspeksi dan audit secara mendalam terkait pengerjaan pengaspalan ruas jalan yang dinilai asal jadi tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kontraktor CV. PUKEM KONTRUKSI.<\/strong><br \/>\n#<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Andi Selagai<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur, Kompassindonesianews &#8211; Diduga asal jadi pekerjaan pengaspalan jalan di dusun 3 Desa Karang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41785,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-41784","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lampung Timur, Kompassindonesianews &#8211; Diduga asal jadi pekerjaan pengaspalan jalan di dusun 3 Desa Karang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-18T13:55:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251218-WA0094.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi\",\"datePublished\":\"2025-12-18T13:55:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-18T13:55:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\"},\"wordCount\":633,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\",\"name\":\"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-12-18T13:55:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-18T13:55:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Lampung Timur, Kompassindonesianews &#8211; Diduga asal jadi pekerjaan pengaspalan jalan di dusun 3 Desa Karang...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-12-18T13:55:15+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":920,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251218-WA0094.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi","datePublished":"2025-12-18T13:55:15+00:00","dateModified":"2025-12-18T13:55:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/"},"wordCount":633,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/","name":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-12-18T13:55:15+00:00","dateModified":"2025-12-18T13:55:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/18\/akibat-minimnya-pengawasan-oleh-dinas-terkait-pengaspalan-jalan-dusun-3-desa-karang-anom-diduga-asal-jadi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akibat Minimnya Pengawasan Oleh Dinas Terkait, Pengaspalan Jalan Dusun 3 Desa Karang Anom Diduga Asal Jadi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41784"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41787,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41784\/revisions\/41787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41784"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=41784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}