{"id":42725,"date":"2025-12-28T08:39:12","date_gmt":"2025-12-28T01:39:12","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=42725"},"modified":"2025-12-28T08:39:12","modified_gmt":"2025-12-28T01:39:12","slug":"menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/","title":{"rendered":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern"},"content":{"rendered":"<h2><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>OPINI<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd.<\/strong><br \/>\n<strong>Ketua Afiliasi Pengajar dan Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain<\/strong><br \/>\n<strong>Provinsi Kepulauan Riau (APEBSKID\u2013KEPRI)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pagi hari selalu menghadirkan ruang yang jujur bagi pikiran. Di saat suasana masih tenang dan dunia belum sepenuhnya riuh, menulis menjadi aktivitas reflektif yang tidak sekadar melahirkan kata, tetapi juga memanggil kesadaran. Coretan-coretan ringan yang lahir di pagi hari kerap menjadi pintu masuk untuk merenungi peran intelektual, tanggung jawab moral, serta makna keberpihakan pada kebenaran di tengah derasnya arus informasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menulis, dalam konteks ini, bukan sekadar kegiatan akademik atau rutinitas personal. Ia adalah laku berpikir, proses menata nalar, sekaligus upaya menjaga kejernihan nurani. Dari kebiasaan menulis itulah, diskursus tentang jurnalisme kembali menemukan relevansinya. Sebab jurnalisme pada dasarnya juga bertumpu pada kekuatan kata, kejujuran gagasan, dan keberanian menyampaikan fakta.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pertanyaan mendasar yang kerap muncul adalah: apa tujuan seseorang memasuki dunia wartawan atau jurnalis? Jawabannya tidak pernah tunggal. Jurnalisme bukan semata-mata profesi, melainkan ruang pengabdian. Ada yang melangkah karena panggilan nurani untuk menyampaikan kebenaran, ada yang terdorong oleh keinginan mengedukasi publik, dan ada pula yang ingin memastikan bahwa realitas sosial tidak disederhanakan atau dipelintir oleh kepentingan tertentu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam hakikatnya, jurnalis adalah penjaga nalar publik. Ia bertugas menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Setiap berita bukan hanya soal apa yang terjadi, tetapi bagaimana peristiwa itu dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, jurnalisme menuntut integritas, ketelitian, serta kepekaan etis. Tanpa nilai-nilai tersebut, berita kehilangan makna dan berubah menjadi sekadar sensasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lebih dari itu, jurnalisme memiliki fungsi kultural dan sosial. Ia berperan membuka ruang kesadaran, mengangkat persoalan-persoalan yang kerap terpinggirkan, serta memberi suara kepada mereka yang tidak memiliki akses untuk berbicara. Dalam konteks inilah jurnalisme sering disebut sebagai \u201csuara bagi yang tak bersuara\u201d, sebuah peran mulia yang menuntut keberanian dan konsistensi sikap.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dunia jurnalistik juga merupakan medan pembelajaran yang tidak pernah usai. Ia melatih kemampuan berpikir kritis, kepekaan bahasa, dan kecermatan membaca konteks sosial, budaya, serta politik. Setiap liputan adalah proses intelektual, setiap narasumber adalah teks hidup, dan setiap tulisan adalah bentuk pertanggungjawaban pemikiran kepada publik. Jurnalis yang berhenti belajar sesungguhnya sedang menyiapkan dirinya untuk tertinggal.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menulis dengan kesadaran, baik sebagai akademisi, penulis, maupun jurnalis, sejatinya berangkat dari tujuan yang sama: memberi makna. Kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf, melainkan medium nilai, sikap, dan keberpihakan. Di tengah banjir informasi dan opini yang sering kali dangkal, tulisan yang jujur dan bernalar justru semakin dibutuhkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada akhirnya, jurnalisme yang bermartabat tidak diukur dari kecepatan, tetapi dari kedalaman dan kejujuran. Seperti coretan ringan di pagi hari yang lahir dari keheningan, tulisan yang baik mungkin tampak sederhana, namun mampu meninggalkan jejak kesadaran yang panjang. Di sanalah jurnalisme menemukan kehormatannya pada kata yang dijaga, makna yang dirawat, dan tanggung jawab yang ditunaikan.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OPINI Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar dan Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-42725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"OPINI Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar dan Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-28T01:39:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251228-WA0015.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"613\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"483\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern\",\"datePublished\":\"2025-12-28T01:39:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-28T01:39:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\"},\"wordCount\":457,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\",\"name\":\"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-12-28T01:39:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-28T01:39:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"OPINI Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar dan Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni,...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2025-12-28T01:39:12+00:00","og_image":[{"width":613,"height":483,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251228-WA0015.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern","datePublished":"2025-12-28T01:39:12+00:00","dateModified":"2025-12-28T01:39:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/"},"wordCount":457,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/","name":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2025-12-28T01:39:12+00:00","dateModified":"2025-12-28T01:39:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2025\/12\/28\/menulis-nurani-dan-tanggung-jawab-kata-di-era-jurnalisme-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menulis, Nurani, dan Tanggung Jawab Kata di Era Jurnalisme Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42727,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42725\/revisions\/42727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42725"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=42725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}