{"id":44092,"date":"2026-01-12T09:06:19","date_gmt":"2026-01-12T02:06:19","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=44092"},"modified":"2026-01-12T09:06:19","modified_gmt":"2026-01-12T02:06:19","slug":"menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/","title":{"rendered":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran"},"content":{"rendered":"<h2><strong><span style=\"color: #ff0000;\">opini<\/span><\/strong><\/h2>\n<p><strong>Oleh<\/strong><br \/>\n<strong>H. Adamrin, S.Ag., M.H.<\/strong><br \/>\n<strong>Sekretaris Umum LPTQ Kota Batam<\/strong><br \/>\n<strong>Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendidikan Agama Islam memikul tanggung jawab besar dalam membentuk karakter keagamaan generasi bangsa. Di ruang kelas, guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Karena itu, kemampuan membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur\u2019an seharusnya menjadi prasyarat yang tidak terpisahkan dari profesionalisme seorang guru agama.<\/strong><br \/>\n<strong>Namun realitas pendidikan menunjukkan adanya jarak antara idealitas dan praktik. Literasi Al-Qur\u2019an belum sepenuhnya menjadi standar utama dalam sistem pendidikan dan pengembangan guru PAI. Persoalan ini tidak dapat dipahami sebagai kegagalan personal, melainkan sebagai cerminan dari arah kebijakan pendidikan agama yang masih menempatkan kompetensi Qur\u2019ani di posisi sekunder.<\/strong><br \/>\n<strong>Selama ini, pendidikan calon guru agama lebih banyak diarahkan pada penguasaan aspek pedagogik dan administratif. Sementara itu, penguatan bacaan Al-Qur\u2019an sering kali bergantung pada inisiatif individu atau kegiatan tambahan di luar struktur utama kurikulum. Akibatnya, kualitas literasi Qur\u2019ani di kalangan lulusan menjadi tidak merata.<\/strong><br \/>\n<strong>Kondisi tersebut menuntut keberanian untuk menata ulang prioritas pendidikan agama. Al-Qur\u2019an perlu dikembalikan ke pusat pembelajaran, bukan hanya sebagai objek kajian, tetapi sebagai fondasi nilai dan praktik pendidikan. Tanpa langkah ini, pendidikan agama berisiko kehilangan daya transformasinya dalam membentuk karakter peserta didik.<\/strong><br \/>\n<strong>Negara memiliki peran strategis dalam memastikan penguatan literasi Al-Qur\u2019an berjalan secara sistemik. Salah satu ikhtiar yang dapat dipertimbangkan adalah pengembangan jalur pendidikan tinggi yang secara khusus memfokuskan diri pada penguasaan dan pengamalan Al-Qur\u2019an. Jalur ini akan melengkapi sistem pendidikan yang ada, sekaligus menjawab kebutuhan akan tenaga profesional Qur\u2019ani.<\/strong><br \/>\n<strong>Lulusan dari jalur tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai ruang pengabdian, baik di dunia pendidikan, pembinaan masyarakat, maupun kelembagaan keagamaan. Dengan pendekatan yang terencana, literasi Al-Qur\u2019an tidak hanya menjadi kompetensi individual, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang berkelanjutan.<\/strong><br \/>\n<strong>Indonesia memiliki tradisi keislaman yang kaya, terutama melalui pesantren dan lembaga Al-Qur\u2019an yang tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi ini membuktikan bahwa pembinaan bacaan Al-Qur\u2019an yang disiplin dan beradab dapat melahirkan generasi yang kuat secara moral. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tradisi tersebut diintegrasikan ke dalam kebijakan pendidikan nasional.<\/strong><br \/>\n<strong>Penguatan literasi Al-Qur\u2019an juga berkaitan erat dengan agenda pembangunan karakter dan moderasi beragama. Pemahaman yang baik terhadap sumber ajaran akan melahirkan sikap keagamaan yang seimbang, inklusif, dan bertanggung jawab. Moderasi tidak lahir dari pengabaian teks, tetapi dari kedalaman pemahaman terhadapnya.<\/strong><br \/>\n<strong>Pada akhirnya, menata ulang pendidikan guru PAI berarti menata ulang masa depan pendidikan agama itu sendiri. Ketika Al-Qur\u2019an benar-benar ditempatkan sebagai pusat pembelajaran, pendidikan agama akan kembali memiliki kekuatan moral dan spiritual yang mampu membimbing generasi bangsa secara utuh<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>opini Oleh H. Adamrin, S.Ag., M.H. Sekretaris Umum LPTQ Kota Batam Kasi Bimas Islam Kementerian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44093,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,5],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hukum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"opini Oleh H. Adamrin, S.Ag., M.H. Sekretaris Umum LPTQ Kota Batam Kasi Bimas Islam Kementerian...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-12T02:06:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0064.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"496\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"582\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran\",\"datePublished\":\"2026-01-12T02:06:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T02:06:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\"},\"wordCount\":447,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hukum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\",\"name\":\"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-01-12T02:06:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T02:06:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"opini Oleh H. Adamrin, S.Ag., M.H. Sekretaris Umum LPTQ Kota Batam Kasi Bimas Islam Kementerian...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-01-12T02:06:19+00:00","og_image":[{"width":496,"height":582,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0064.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran","datePublished":"2026-01-12T02:06:19+00:00","dateModified":"2026-01-12T02:06:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/"},"wordCount":447,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Hukum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/","name":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-01-12T02:06:19+00:00","dateModified":"2026-01-12T02:06:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/12\/menata-ulang-pendidikan-guru-pai-mengembalikan-al-quran-ke-pusat-pembelajaran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menata Ulang Pendidikan Guru PAI: Mengembalikan Al-Qur\u2019an ke Pusat Pembelajaran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44094,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44092\/revisions\/44094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44092"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}