{"id":44617,"date":"2026-01-20T12:41:01","date_gmt":"2026-01-20T05:41:01","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=44617"},"modified":"2026-01-20T12:41:01","modified_gmt":"2026-01-20T05:41:01","slug":"kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/","title":{"rendered":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">BENGKALIS<\/span> \u2013 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com<\/span> &#8211; Dugaan pencemaran lingkungan oleh kilang sagu di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis kian menguat. Hasil penelusuran langsung media ini ke lokasi hari ini menemukan fakta mencengangkan, sungai di perbatasan Desa Ketam Putih\u2013Pematang Duku berubah menjadi aliran limbah berwarna hitam pekat dengan bau busuk menyengat, diduga kuat berasal dari pembuangan limbah produksi kilang sagu yang telah beroperasi puluhan tahun tanpa pengelolaan memadai.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pantauan di lapangan menunjukkan air sungai menghitam, berlendir, dan menebarkan aroma tidak sedap yang menusuk hidung.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kondisi ini membuat warga yang melintas di jembatan sekitar lokasi terpaksa menutup hidung. Tak tampak satu pun tanda pengolahan limbah yang layak, sementara aliran limbah mengarah langsung ke sungai.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Seorang warga Ketam Putih yang enggan disebutkan namanya menegaskan, pencemaran tersebut bukan lagi dugaan, melainkan fakta yang dapat dilihat dengan mata telanjang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cAir sungai hitam pekat dan baunya busuk. Dulu sungai ini dipakai mandi dan mencuci. Sekarang sudah mati. Ikan pun tidak ada lagi,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut warga, sejak berdirinya kilang sagu tersebut, fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat perlahan lenyap.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Limbah yang terus dibuang ke sungai menyebabkan ekosistem air rusak total, bahkan aktivitas memancing tidak lagi memungkinkan karena ikan dinyatakan musnah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ironisnya, pengelola kilang dinilai lepas tangan dan minim pengawasan. Warga menyebut pemilik kilang yang diketahui merupakan warga keturunan Tionghoa jarang berada di lokasi usaha.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBosnya jarang sekali ada di pabrik. Katanya lebih sering di Kota Bengkalis,\u201d ungkap warga lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap peran pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup. Bagaimana mungkin pencemaran yang berlangsung bertahun-tahun ini dibiarkan tanpa tindakan tegas? Apakah perusahaan tersebut memiliki izin lingkungan dan sistem pengolahan limbah sesuai aturan?<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh klarifikasi dari pihak pengelola kilang sagu maupun instansi berwenang. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masyarakat Ketam Putih mendesak aparat penegak hukum dan instansi teknis untuk segera turun ke lokasi, melakukan audit lingkungan, serta menghentikan aktivitas pabrik jika terbukti melanggar aturan. Warga menegaskan, mereka tidak menolak investasi, namun menolak keras pencemaran yang merusak lingkungan dan mengancam kesehatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika dibiarkan, pencemaran ini berpotensi menjadi kejahatan lingkungan yang sistematis dan berkepanjangan.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis Harry<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENGKALIS \u2013 Kompassindonesianews.com &#8211; Dugaan pencemaran lingkungan oleh kilang sagu di Desa Ketam Putih, Kecamatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44618,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-44617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BENGKALIS \u2013 Kompassindonesianews.com &#8211; Dugaan pencemaran lingkungan oleh kilang sagu di Desa Ketam Putih, Kecamatan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-20T05:41:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260120-WA0043.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"526\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"341\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun\",\"datePublished\":\"2026-01-20T05:41:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-20T05:41:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\"},\"wordCount\":362,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\",\"name\":\"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-01-20T05:41:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-20T05:41:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"BENGKALIS \u2013 Kompassindonesianews.com &#8211; Dugaan pencemaran lingkungan oleh kilang sagu di Desa Ketam Putih, Kecamatan...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-01-20T05:41:01+00:00","og_image":[{"width":526,"height":341,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260120-WA0043.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun","datePublished":"2026-01-20T05:41:01+00:00","dateModified":"2026-01-20T05:41:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/"},"wordCount":362,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/","name":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-01-20T05:41:01+00:00","dateModified":"2026-01-20T05:41:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/01\/20\/kilang-sagu-diduga-cemari-sungai-ketam-putih-limbah-hitam-berbau-busuk-mengalir-bebas-puluhan-tahun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kilang Sagu Diduga Cemari Sungai Ketam Putih, Limbah Hitam Berbau Busuk Mengalir Bebas Puluhan Tahun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44619,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44617\/revisions\/44619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44617"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=44617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}