{"id":45911,"date":"2026-02-09T16:49:33","date_gmt":"2026-02-09T09:49:33","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=45911"},"modified":"2026-02-09T16:49:33","modified_gmt":"2026-02-09T09:49:33","slug":"makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/","title":{"rendered":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kompassindonesianews.com<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Jakarta, Senin 9 Februari 2026<\/strong><\/span><br \/>\n<strong>Kisah Mayor (kemudian Kolonel) Alex Kawilarang menampar Letnan Kolonel Soeharto disebut terjadi pada awal 1950-an di Makassar, dalam konteks pergolakan keamanan Indonesia Timur pasca pengakuan kedaulatan. Peristiwa ini kerap beredar luas di lingkungan militer sebagai cerita internal mengenai ketegasan komando dan konflik disiplin di tubuh TNI pada masa transisi revolusi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Saat itu, Alex Kawilarang menjabat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII\/Indonesia Timur, sementara Soeharto memimpin Brigade Mataram yang mendapat tugas mempertahankan Makassar dari tekanan dan manuver pasukan KNIL Belanda.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Latar Belakang Kejadian<\/strong><br \/>\n<strong>Menurut berbagai sumber non<\/strong><br \/>\n<strong>resmi dan cerita lisan di kalangan perwira, Alex Kawilarang sempat melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa situasi Makassar dalam kondisi aman dan terkendali. Namun laporan tersebut kemudian dipertanyakan setelah muncul informasi lanjutan bahwa pasukan KNIL Belanda telah menduduki kota Makassar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Perbedaan antara laporan komando dan kondisi lapangan ini memicu kemarahan Alex Kawilarang, karena dianggap mencerminkan kegagalan disiplin dan kejujuran laporan dari satuan di bawah komando Letkol Soeharto.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Insiden Teguran Keras<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam versi cerita yang paling sering beredar, Alex Kawilarang mengetahui bahwa Brigade Mataram justru mundur ke Lapangan Udara Mandai, alih-alih bertahan di pusat kota. Mundurnya pasukan ini dinilai sebagai kesalahan taktis serius.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam kemarahan yang memuncak, Alex Kawilarang disebut menegur keras Soeharto, dengan ungkapan yang kemudian menjadi legendaris di lingkungan militer:<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cSirkus apa-apaan ini?\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebagian versi cerita menyebutkan adanya tindakan fisik berupa tamparan. Namun detail ini menjadi titik kontroversi utama dalam historiografi peristiwa tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Klarifikasi dan Bantahan<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam sejumlah wawancara di kemudian hari, Alex Kawilarang membantah pernah menampar Soeharto secara fisik. Ia mengakui adanya teguran keras dan kemarahan terbuka, tetapi menolak narasi bahwa terjadi kekerasan fisik antara atasan dan bawahan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga kini, tidak terdapat dokumen resmi, laporan disipliner, atau arsip negara yang secara eksplisit mencatat peristiwa penamparan tersebut. Karena itu, kisah ini lebih tepat dipahami sebagai kontroversi sejarah militer yang hidup dalam tradisi lisan, bukan fakta tunggal yang telah terverifikasi sepenuhnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Figur Alex Kawilarang<\/strong><br \/>\n<strong>Alex Kawilarang dikenal sebagai perwira pelopor yang menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme militer. Ia juga tercatat sebagai perintis satuan khusus TNI, yang kelak berkembang menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Reputasinya sebagai komandan tegas menjadikan kisah Makassar ini terus dikenang sebagai simbol kerasnya standar kepemimpinan militer pada masa awal republik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>( <span style=\"color: #ff0000;\">Komarudin<\/span> )<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kompassindonesianews.com Jakarta, Senin 9 Februari 2026 Kisah Mayor (kemudian Kolonel) Alex Kawilarang menampar Letnan Kolonel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45912,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-45911","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kompassindonesianews.com Jakarta, Senin 9 Februari 2026 Kisah Mayor (kemudian Kolonel) Alex Kawilarang menampar Letnan Kolonel...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-09T09:49:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260209_164529_CapCut.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"762\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1093\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto\",\"datePublished\":\"2026-02-09T09:49:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-09T09:49:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\"},\"wordCount\":376,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\",\"name\":\"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-02-09T09:49:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-09T09:49:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kompassindonesianews.com Jakarta, Senin 9 Februari 2026 Kisah Mayor (kemudian Kolonel) Alex Kawilarang menampar Letnan Kolonel...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-02-09T09:49:33+00:00","og_image":[{"width":762,"height":1093,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Screenshot_20260209_164529_CapCut.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto","datePublished":"2026-02-09T09:49:33+00:00","dateModified":"2026-02-09T09:49:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/"},"wordCount":376,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/","name":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-02-09T09:49:33+00:00","dateModified":"2026-02-09T09:49:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/09\/makassar-1950-an-kisah-teguran-keras-alex-kawilarang-terhadap-letkol-soeharto\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makassar 1950-an: Kisah Teguran Keras Alex Kawilarang terhadap Letkol Soeharto"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45911","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45911"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45911\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45913,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45911\/revisions\/45913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45911"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=45911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}