{"id":46306,"date":"2026-02-15T07:28:51","date_gmt":"2026-02-15T00:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=46306"},"modified":"2026-02-15T07:28:51","modified_gmt":"2026-02-15T00:28:51","slug":"skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/","title":{"rendered":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk?"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Tangerang Selatan<\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com<\/span> \u2013 Ketua Umum Ruang Jurnalistik Nusantara Arfendy CFLE, Ketua Umum Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia dan Lembaga Aliansi Indonesia Herry Setiawan, S.H., C.BJ., C.EJ. angkat bicara terpantau Wajah Asri wilayah Pamulang dan Pondok Cabe dibayangi awan hitam peredaran Pil Koplo\/Obat keras daftar G secara ilegal.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bukan di lorong gelap, racun kimia ini justru disinyalir dijajakan secara vulgar di balik kamuflase toko Kosmetik dan toko Sembako kelontong.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di Duga bos jaringan Obat Obatan Terlarang Type G Bernama Muchklis dan Raja mencuat dalam investigasi lapangan sebagai aktor intelektual di balik jaringan yang merusak saraf generasi muda ini. Pada Hari Jum\u2019at (13\/02\/2026)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bModus \u201cToko Rakyat\u201d yang Mematikan generasi anak muda<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bHasil penelusuran Team Awak Media Jurnalistik Wartawan dan Lembaga Aliansi Indonesia dilapangan mengungkap dua titik sentral yang diduga menjadi \u201capotek bayangan\u201d bagi para remaja: Jalan Tarakan, Pondok Benda, dan Jalan Raya Pondok Cabe Hilir No. 7B. Di lokasi ini, transaksi obat keras seperti Tramadol dan Hexymer dilaporkan berlangsung rapi, tanpa tersentuh hukum apakah pihak Aparatur Negara Indonesia akan menutup mata dengan kasus ini membiarkan begitu saja, para pelaku menyuplai dan menjual obat keras ilegal Type G secara bebas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bModus yang digunakan tergolong licin. Dengan memajang deterjen dan mi instan di barisan depan, oknum penjaga toko yang salah satunya diidentifikasi bernama Jon diduga melayani pembeli obat terlarang tanpa resep dokter.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di atas kertas, Muchklis disebut-sebut sebagai penyokong utama (investor), sementara Raja bertindak sebagai dirigen atau koordinator lapangan yang mengatur ritme distribusi di puluhan titik di Tangerang Selatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bTaji Penegak Hukum Dipertanyakan<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bTajamnya peredaran obat ini menimbulkan tanya besar bagi publik. Bagaimana mungkin bisnis dengan lokasi permanen dan jalur distribusi yang benderang bisa luput dari radar Polsek Pamulang maupun Polres Tangerang Selatan \u2026.. ?????.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bMuncul spekulasi liar di tengah masyarakat mengenai adanya \u201cupeti koordinasi\u201d yang membuat para aktor utama seolah tak tersentuh. Istilah \u201ctangkap-lepas\u201d menjadi isu miring yang mencoreng citra Aparat Penegak Hukum (APH), secara tidak langsung para Oknum-oknum Pihak Aparatur Negara di wilayah sudah terkondisikan dengan Para Pelaku usaha Obat Ilegal tersebut, sampai tidak berani menutup total peredaran obat keras ilegal type G di seluruh wilayah Tangerang Selatan. Ujar\u201d Herry Setiawan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika hanya penjaga toko (operator bawah) yang diringkus tanpa menyentuh sosok seperti Muklis dan Raja, maka penegakan hukum tak ubahnya seperti memangkas rumput namun membiarkan akarnya tetap kokoh.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bMelanggar Konstitusi Kesehatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bSecara hukum, praktik ini merupakan pelanggaran berat terhadap UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal-pasal dalam undang-undang tersebut mengancam siapa pun yang mengedarkan sediaan farmasi tanpa standar keamanan dengan hukuman penjara belasan tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200bMasyarakat kini menanti keberanian Polda Metro Jaya dan BPOM untuk melakukan \u201coperasi bersih\u201d yang tidak hanya menyasar pion-pion di toko, melainkan memutus kepala gurita mafia obat di Tangerang Selatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200b\u201dJangan sampai hukum hanya tajam ke bawah pada penjual kecil, namun tumpul saat berhadapan dengan bandar besar yang berlindung di balik tumpukan uang panas,\u201d Ujar desakan warga yang resah terhadap masa depan anak-anak mereka.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Reporter : Redaksi<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang Selatan &#8211; Kompassindonesianews.com \u2013 Ketua Umum Ruang Jurnalistik Nusantara Arfendy CFLE, Ketua Umum Aliansi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tangerang Selatan &#8211; Kompassindonesianews.com \u2013 Ketua Umum Ruang Jurnalistik Nusantara Arfendy CFLE, Ketua Umum Aliansi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-15T00:28:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260215-WA0010.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk?\",\"datePublished\":\"2026-02-15T00:28:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-15T00:28:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\"},\"wordCount\":490,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\",\"name\":\"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-02-15T00:28:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-15T00:28:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Tangerang Selatan &#8211; Kompassindonesianews.com \u2013 Ketua Umum Ruang Jurnalistik Nusantara Arfendy CFLE, Ketua Umum Aliansi...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-02-15T00:28:51+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":1152,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260215-WA0010.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk?","datePublished":"2026-02-15T00:28:51+00:00","dateModified":"2026-02-15T00:28:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/"},"wordCount":490,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/","name":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk? - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-02-15T00:28:51+00:00","dateModified":"2026-02-15T00:28:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/15\/skandal-obat-ilegal-tangerang-selatan-mafia-atau-mimpi-buruk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Skandal Obat Ilegal Tangerang Selatan: Mafia atau Mimpi Buruk?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46308,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46306\/revisions\/46308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46306"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}