{"id":46417,"date":"2026-02-16T08:19:18","date_gmt":"2026-02-16T01:19:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=46417"},"modified":"2026-02-16T08:20:46","modified_gmt":"2026-02-16T01:20:46","slug":"bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/","title":{"rendered":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Oleh Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong>Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain Provinsi Kepulauan Riau<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dakwah pada hakikatnya adalah proses transformasi kesadaran. Ia tidak berhenti pada penyampaian ajaran, tetapi bergerak menuju pembentukan karakter, penguatan moral, dan penumbuhan peradaban. Dalam proses itu, bahasa menempati posisi yang amat strategis. Bahasa bukan sekadar medium teknis untuk menyampaikan pesan, melainkan instrumen pembentuk makna dan arah pikir umat. Di era disrupsi yang ditandai oleh percepatan informasi dan fragmentasi otoritas, kualitas bahasa juru dakwah menentukan kualitas dampak dakwah itu sendiri.<\/strong><br \/>\n<strong>Kita hidup di tengah lanskap komunikasi yang berubah drastis. Otoritas tidak lagi berdiri kokoh hanya karena gelar atau mimbar, tetapi diuji oleh konsistensi narasi dan integritas personal. Publik semakin kritis, generasi muda semakin selektif, dan ruang digital semakin kompetitif. Dalam situasi ini, dakwah menuntut kecanggihan retoris yang berlandaskan etika. Juru dakwah tidak cukup hanya fasih, tetapi harus cerdas membaca konteks, memahami psikologi audiens, dan mengelola pesan secara argumentatif serta inspiratif.<\/strong><br \/>\n<strong>Strategi retoris yang pertama adalah integrasi antara kedalaman substansi dan kejernihan ekspresi. Banyak pesan kebenaran gagal menyentuh karena terbungkus dalam bahasa yang terlalu abstrak atau terlalu normatif. Sebaliknya, pesan yang dikemas secara populer tetapi miskin kedalaman justru berisiko melahirkan pemahaman dangkal. Keseimbangan antara nalar yang kokoh dan tutur yang jernih menjadi prasyarat utama. Dakwah harus mampu menghadirkan argumentasi yang logis sekaligus menyentuh dimensi emosional secara proporsional.<\/strong><br \/>\n<strong>Kedua, dakwah membutuhkan kepekaan sosiolinguistik. Bahasa selalu hidup dalam konteks sosial tertentu. Pilihan diksi, metafora, dan gaya tutur harus mempertimbangkan latar budaya, tingkat pendidikan, serta dinamika sosial audiens. Di masyarakat yang majemuk, bahasa dakwah dituntut bersifat inklusif, mengayomi, dan tidak memantik polarisasi. Retorika yang menghakimi atau menggeneralisasi hanya akan memperlebar jarak antara pesan dan penerima. Sebaliknya, bahasa yang empatik membuka ruang dialog dan refleksi.<\/strong><br \/>\n<strong>Ketiga, etika komunikasi menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar. Di era digital, satu kalimat dapat menyebar dalam hitungan detik dan membentuk persepsi publik secara luas. Karena itu, juru dakwah harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, verifikasi, dan tanggung jawab moral. Dakwah bukan ruang untuk sensasi atau provokasi. Ia adalah ruang amanah. Integritas bahasa mencerminkan integritas kepribadian.<\/strong><br \/>\n<strong>Keempat, diperlukan strategi naratif yang membangun harapan. Umat tidak hanya membutuhkan peringatan, tetapi juga penguatan. Bahasa dakwah yang terlalu menekankan ancaman tanpa menawarkan solusi berpotensi melahirkan kelelahan spiritual. Sebaliknya, narasi yang membangkitkan optimisme, menghadirkan teladan, dan menawarkan jalan keluar akan memperkuat daya tahan moral masyarakat. Dakwah yang mencerahkan adalah dakwah yang menumbuhkan keberanian untuk berubah.<\/strong><br \/>\n<strong>Kelima, refleksi diri menjadi inti dari seluruh strategi. Bahasa yang efektif lahir dari kedalaman batin dan ketulusan niat. Keahlian retorika tanpa kematangan spiritual hanya akan menghasilkan gema kosong. Juru dakwah perlu terus mengasah diri\u2014baik dalam aspek keilmuan, kepekaan sosial, maupun integritas pribadi. Dengan demikian, bahasa yang disampaikan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pancaran nilai.<\/strong><br \/>\n<strong>Pada akhirnya, dakwah adalah proyek peradaban. Bahasa menjadi fondasi yang menopangnya. Jika bahasa dikelola dengan kebijaksanaan, ia akan menjadi cahaya yang menuntun masyarakat menuju kematangan moral dan intelektual. Namun jika diabaikan etika dan strategi komunikasinya, dakwah berisiko kehilangan relevansi di tengah zaman yang terus berubah. Karena itu, meningkatkan mutu bahasa dakwah bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan tanggung jawab intelektual dan spiritual yang harus dipikul dengan kesungguhan.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[354],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-46417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-16T01:19:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-16T01:20:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260216-WA0011.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1009\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"697\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi\",\"datePublished\":\"2026-02-16T01:19:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-16T01:20:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\"},\"wordCount\":532,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opini\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\",\"name\":\"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-02-16T01:19:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-16T01:20:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Oleh Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-02-16T01:19:18+00:00","article_modified_time":"2026-02-16T01:20:46+00:00","og_image":[{"width":1009,"height":697,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/IMG-20260216-WA0011.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi","datePublished":"2026-02-16T01:19:18+00:00","dateModified":"2026-02-16T01:20:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/"},"wordCount":532,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Opini"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/","name":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-02-16T01:19:18+00:00","dateModified":"2026-02-16T01:20:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/02\/16\/bahasa-sebagai-pilar-transformasi-dakwah-strategi-retoris-dan-etika-komunikasi-di-era-disrupsi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bahasa sebagai Pilar Transformasi Dakwah: Strategi Retoris dan Etika Komunikasi di Era Disrupsi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46417"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46420,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46417\/revisions\/46420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46417"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=46417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}