{"id":47576,"date":"2026-03-05T16:11:01","date_gmt":"2026-03-05T09:11:01","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=47576"},"modified":"2026-03-05T16:11:01","modified_gmt":"2026-03-05T09:11:01","slug":"neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/","title":{"rendered":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Lampung Selatan<\/span>, <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews<\/span> &#8211; Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan pasir secara Ilegal diwilayah Kecamatan Katibung yang kini tengah menjadi sorotan banyak pihak, Tambang pasir milik Joni bebas Ber-Operasi yang diduga kuat kebal akan Hukum.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Berdasarkan petunjuk dari salah seorang pelapor yang merupakan warga setempat, Tim Media Kompassindonesianews mencoba menelusuri kebenaran terkait adanya laporan tersebut dan meminta keterangan dari sejumlah warga setempat.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-47577\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260305-WA0050-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" \/><\/p>\n<p><strong>Pada kamis, 5 Maret 2026 tim Media Kompassindonesianews menemukan lokasi yang digunakan sebagai tempat adanya aktivitas penambangan pasir ilegal yang bertempat di wilayah Desa Neglasari Dusun Bangun Rahayu, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari hasil peninjauan lokasi yang dilakukan, ditemukan galian lubang yang menganga di selah antara perkebunan sawit dan lahan pertanian milik warga yang kini tengah ditanami jagung. Dilokasi nampak para pekerja tengah melakukan kegiatan penyedotan seperti biasa, dengan cara menyedot material pasir yang dikumpulkan di satu titik pengumpulan (Tandon).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pelaku diduga telah memenuhi unsur tindak pidana dan pelanggaran undang-undang tentang minerba, berdasarkan peraturan perundang-undangan :<\/strong><br \/>\n<strong>1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara;<\/strong><br \/>\n<strong>2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara; <\/strong><br \/>\n<strong>3. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja;<\/strong><br \/>\n<strong>4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang; <\/strong><br \/>\n<strong>5. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara; <\/strong><br \/>\n<strong>6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. <\/strong><br \/>\n<strong>Dan mengacu pada peraturan pemerintah tentang kegiatan penambangan yang dilakukan tanpa izin dapat dikenakan pidana sebagaimana yang tertuang dalam : <\/strong><br \/>\n<strong>Pasal 158 s.d. Pasal 161B UU 3\/2020, Pasal 39 angka 2 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 162 UU 3\/2020, Pasal 163 UU 4\/2009, dan Pasal 164 UU 3\/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, menyatakan bahwa usaha pertambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud, dapat dijatuhi sanksi pidana terhadap pelanggar sesuai Pasal 158 UU 3\/2020 yang mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU 3\/2020, dapat dipidana penjara maksimal 5 (lima tahun) dan denda maksimal Rp100 miliar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diduga kebal akan Hukum, Joni selaku pemilik tambang dengan leluasa mengeruk kekayaan alam demi raup keuntungan pribadi. Selain di Desa Neglasari Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Joni juga memiliki tambang pasir di wilayah Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Joni sendiri dikenal masyarakat sebagai artis didunia pertambangan pasir secara Ilegal, meski telah beberapa kali diberitakan hingga pada akhir Februari 2026 lalu salah satu tambang miliknya di nyatakan Ilegal oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perizinan Kabupaten Lampung Timur, namun hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya melakukan penambangan pasir secara Illegal.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Benarkah adanya indikasi dugaan umpeti yang mengalir kepihak APH dan pihak lainnya, hingga para penegak hukum tak mampu menyentuh pelaku pelanggaran dan tindak pidana ILLEGAL MINING tersebut? Jika benar, Kapolda diharapkan dapat menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam praktik baking-membekingi para pelaku usaha penambangan ILLEGAL tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Meski pelaku usaha dikenal kebal hukum, pihak media Kompassindonesianews akan terus mengawal persoalan ini hingga dapat segera ditangani oleh Pihak Penegak Hukum Polda Lampung, dan memastikan penerapan hukum bagi pelaku sesuai peraturan perundang-undangan 1945.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga berita diterbitkan, Jamaludin selaku Kepala Desa Neglasari belum dapat dikonfirmasi. Pihak Media Kompassindonesianews masih memberikan ruang bagi pihak terkait guna memberikan klarifikasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam zona penegakan hukum sesuai undang-undang 1945, Sekalipun langit akan runtuh, meskipun dunia akan musnah, tak perduli itu siapa, tanpa pandang bulu keadilan harus tetaplah ditegakkan, Equality Before The Law baik secara lisan maupun secara pengaplikasian.<\/strong><br \/>\n<strong>#<span style=\"color: #ff0000;\">Andi Selagai<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Selatan, Kompassindonesianews &#8211; Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan pasir secara Ilegal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":47578,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-47576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lampung Selatan, Kompassindonesianews &#8211; Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan pasir secara Ilegal...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-05T09:11:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260305-WA0049.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata\",\"datePublished\":\"2026-03-05T09:11:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-05T09:11:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\"},\"wordCount\":568,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\",\"name\":\"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-03-05T09:11:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-05T09:11:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Lampung Selatan, Kompassindonesianews &#8211; Menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan pasir secara Ilegal...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-03-05T09:11:01+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":920,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG-20260305-WA0049.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata","datePublished":"2026-03-05T09:11:01+00:00","dateModified":"2026-03-05T09:11:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/"},"wordCount":568,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/","name":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-03-05T09:11:01+00:00","dateModified":"2026-03-05T09:11:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/03\/05\/neglasari-dalam-ambang-kehancuran-tambang-pasir-milik-joni-bebas-ber-operasi-pihak-aph-diduga-tutup-mata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Neglasari Dalam Ambang Kehancuran, Tambang Pasir Milik Joni Bebas Ber-Operasi Pihak APH Diduga Tutup Mata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47579,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47576\/revisions\/47579"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47576"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=47576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}