{"id":49343,"date":"2026-04-04T18:11:09","date_gmt":"2026-04-04T11:11:09","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=49343"},"modified":"2026-04-04T22:38:26","modified_gmt":"2026-04-04T15:38:26","slug":"bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/","title":{"rendered":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Banjarnegara<\/span>,<span style=\"color: #0000ff;\">-Kompassindonesianews.com<\/span> Warga di jalur Masaran\u2013Kutawuluh, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, akhirnya memilih cara unik sekaligus menyentil: menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.Sabtu, (04\/04\/2026)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemandangan tak biasa itu terlihat di beberapa titik jalan yang dipenuhi lubang besar, genangan air, dan permukaan aspal yang nyaris hilang. Alih-alih kendaraan melintas mulus, jalur tersebut kini lebih mirip kebun dadakan\u2014dengan pohon pisang berdiri di tengah jalan sebagai penanda \u201cbahaya\u201d sekaligus bentuk kekecewaan warga.<\/strong><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-49344\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/motion_photo_3568687690597413195-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" \/><\/p>\n<p><strong>\u201cKalau tidak ditanami, mungkin tidak dianggap rusak,\u201d ujar salah satu warga setempat dengan nada getir.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Aksi ini bukan tanpa alasan. Jalan Masaran\u2013Kutawuluh merupakan akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari pertanian hingga distribusi hasil bumi. Kondisi jalan yang rusak parah membuat perjalanan menjadi lambat, berisiko kecelakaan, bahkan merugikan secara ekonomi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut warga, keluhan sudah berkali-kali disampaikan, namun belum ada perbaikan signifikan. Akhirnya, pohon pisang dipilih sebagai simbol: bahwa jalan tersebut sudah \u201cmati\u201d dan tak lagi layak disebut infrastruktur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Aksi tanam pisang ini pun menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Banyak yang berhenti sejenak, mengabadikan momen, hingga membagikannya ke media sosial. Tak sedikit yang berharap cara kreatif ini mampu membuka mata pihak terkait.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di tengah keterbatasan, warga menunjukkan bahwa suara bisa disampaikan dengan cara yang sederhana namun kuat. Pohon pisang di tengah jalan kini bukan sekadar tanaman\u2014melainkan pesan keras: perbaikan tidak bisa terus ditunda.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah agar jalan tersebut kembali layak dilalui dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Setiawan<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjarnegara,-Kompassindonesianews.com Warga di jalur Masaran\u2013Kutawuluh, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, akhirnya memilih cara unik sekaligus menyentil:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49345,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21,302],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-pemerintahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banjarnegara,-Kompassindonesianews.com Warga di jalur Masaran\u2013Kutawuluh, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, akhirnya memilih cara unik sekaligus menyentil:...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-04T11:11:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-04T15:38:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/motion_photo_2916776445179491562.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes\",\"datePublished\":\"2026-04-04T11:11:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-04T15:38:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\"},\"wordCount\":266,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\",\"Pemerintahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\",\"name\":\"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-04T11:11:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-04T15:38:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Banjarnegara,-Kompassindonesianews.com Warga di jalur Masaran\u2013Kutawuluh, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, akhirnya memilih cara unik sekaligus menyentil:...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-04-04T11:11:09+00:00","article_modified_time":"2026-04-04T15:38:26+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/motion_photo_2916776445179491562.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes","datePublished":"2026-04-04T11:11:09+00:00","dateModified":"2026-04-04T15:38:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/"},"wordCount":266,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah","Pemerintahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/","name":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-04-04T11:11:09+00:00","dateModified":"2026-04-04T15:38:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/04\/bertahun-tak-tersentuh-jalan-masaran-kutawuluh-hancur-warga-tanam-pohon-pisang-sebagai-simbol-protes\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bertahun Tak Tersentuh, Jalan Masaran\u2013Kutawuluh Hancur: Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Simbol Protes"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49343"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49360,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49343\/revisions\/49360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49343"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}