{"id":49407,"date":"2026-04-05T19:49:43","date_gmt":"2026-04-05T12:49:43","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=49407"},"modified":"2026-04-05T19:49:43","modified_gmt":"2026-04-05T12:49:43","slug":"di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/","title":{"rendered":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Palembang<\/span>\u00a0 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com<\/span><\/strong><br \/>\n<strong>Minggu, 5 April 2026 \u2013<\/strong><br \/>\n<strong>Palembang yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya dan bagian dari kawasan Batanghari Sembilan, menyimpan jejak peradaban panjang yang dibentuk oleh aliran Sungai Musi. Di ruang inilah, pembangunan tidak sekadar menyentuh fisik, tetapi juga menjaga jati diri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada masa Gubernur Sumatera Selatan ke-11, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ramli Hasan Basri (1988\u20131998), arah pembangunan bergerak dalam dua jalur: memperkuat infrastruktur dan mengangkat budaya sebagai kekuatan strategis.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masa kepemimpinan ini berlangsung pada periode pemerintahan Soeharto, di mana pembangunan nasional berfokus pada stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan percepatan pembangunan daerah melalui sentralisasi kebijakan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menggantikan Sainan Sagiman, Ramli Hasan Basri mendorong konektivitas antarwilayah, membuka keterisolasian daerah, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, pembangunan tidak berhenti pada beton dan aspal.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Melalui dukungan terhadap film Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat (1989), legenda Pangeran Serunting Sakti diangkat dari tradisi lisan masyarakat Batanghari Sembilan ke layar lebar\u2014lalu menjangkau publik yang lebih luas, hingga mancanegara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Film ini digagas melalui ide cerita dan proyek film oleh Ismail Jalili, disutradarai oleh Lilik Sudjio dan dilanjutkan pada sekuelnya oleh Dasri Yacob, serta diproduseri oleh Leonita Sutopo.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Deretan aktor seperti Advent Bangun, Arthur Tobing, Yan Bastian, Toma Gagah Satria, Pitrajaya Dewi Irawan, hingga Camelia Malik turut menghidupkan kisah tersebut. Di balik layar, kru dan tim produksi bekerja senyap, namun menentukan kualitas karya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai lapisan, mulai dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan, DPRD Kabupaten\/Kota, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, hingga Pemerintah Kota setempat. Di tingkat daerah, dukungan juga datang dari Bupati Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu), Hasan Saleh CH, serta Bupati Lahat, H. M. Kafrawi Rachim, bersama jajaran pemerintahan tingkat II dan masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari layar lebar, dampaknya menjalar ke lapangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Wilayah Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami peningkatan kunjungan wisata. Destinasi seperti Danau Ranau, Goa Putri Baturaja, Bukit batu, Pagar Alam, serta kawasan Palembang ikut bergerak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jangkauan budaya ini meluas hingga Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada masa itu, Bangka masih merupakan bagian dari Sumatera Selatan sebelum kemudian berkembang menjadi Kepulauan Bangka Belitung yang dibentuk pada 4 Desember 2000. Hal ini menegaskan bahwa promosi budaya memiliki daya jangkau yang melampaui batas administratif.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di sisi lain, dinamika pembangunan daerah juga ditandai dengan pemekaran wilayah sebagai bagian dari otonomi daerah. Pada 21 Juni 2001 dibentuk tiga kota otonom, yakni Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau, dan Kota Pagaralam. Selanjutnya, pada 18 Desember 2003 dibentuk Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemekaran berlanjut dengan pembentukan Kabupaten Empat Lawang pada 2 Januari 2007; Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada 14 Desember 2012; serta Kabupaten Musi Rawas Utara pada 10 Juni 2013. Sementara itu, Kabupaten Banyuasin telah lebih dahulu dibentuk pada 10 April 2002.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Rangkaian pemekaran ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan terus berkembang, tidak hanya secara administratif, tetapi juga dalam penguatan identitas daerah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di titik ini, satu hal menjadi jelas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ketika budaya ditempatkan sebagai strategi pembangunan, dampaknya tidak hanya simbolik. Pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak, dan masyarakat ikut terlibat dalam ekosistem yang terbentuk.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ramli Hasan Basri tidak sekadar membangun jalan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia membangun arah.<\/strong><br \/>\n<strong>Ia membangun identitas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dan dari tanah Batanghari Sembilan, ia meninggalkan jejak yang menjangkau Nusantara hingga dunia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>(<span style=\"color: #ff0000;\">Komarudin<\/span>)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palembang\u00a0 Kompassindonesianews.com Minggu, 5 April 2026 \u2013 Palembang yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya dan bagian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Palembang\u00a0 Kompassindonesianews.com Minggu, 5 April 2026 \u2013 Palembang yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya dan bagian...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-05T12:49:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260405-WA0048.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"628\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1289\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata\",\"datePublished\":\"2026-04-05T12:49:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-05T12:49:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\"},\"wordCount\":527,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\",\"name\":\"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-05T12:49:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-05T12:49:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Palembang\u00a0 Kompassindonesianews.com Minggu, 5 April 2026 \u2013 Palembang yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya dan bagian...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-04-05T12:49:43+00:00","og_image":[{"width":628,"height":1289,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260405-WA0048.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata","datePublished":"2026-04-05T12:49:43+00:00","dateModified":"2026-04-05T12:49:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/"},"wordCount":527,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/","name":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-04-05T12:49:43+00:00","dateModified":"2026-04-05T12:49:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/05\/di-balik-pembangunan-ramli-hasan-basri-si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-dari-legenda-menjadi-kekuatan-wisata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Di Balik Pembangunan Ramli Hasan Basri: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Dari Legenda Menjadi Kekuatan Wisata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49407"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49409,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49407\/revisions\/49409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49407"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}