{"id":49941,"date":"2026-04-13T20:00:56","date_gmt":"2026-04-13T13:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=49941"},"modified":"2026-04-13T20:00:56","modified_gmt":"2026-04-13T13:00:56","slug":"tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/","title":{"rendered":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd.<\/strong> <\/span><strong>Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain (APEBSKID) Provinsi Kepulauan Riau | Humas Da\u2019i Kamtibmas Polda Kepri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam perjalanan spiritual manusia, taubat bukan sekadar ungkapan lisan atau penyesalan sesaat, melainkan proses transformasi diri yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan. Para ahli hikmah telah lama menegaskan bahwa keabsahan taubat tidak diukur dari kata-kata, tetapi dari perubahan nyata dalam sikap, perilaku, dan orientasi hidup. Empat indikator yang sering disebutkan menjadi cermin yang jernih untuk menilai sejauh mana seseorang benar-benar kembali kepada jalan yang diridhai oleh Allah.<\/strong><br \/>\n<strong>Menjaga lisan merupakan langkah awal yang paling tampak, namun sekaligus paling sulit. Lisan adalah cerminan hati. Ketika seseorang mampu menahan diri dari ucapan yang sia-sia, ghibah, dan dusta, sejatinya ia sedang membangun disiplin batin yang kuat. Di era digital, menjaga lisan tidak hanya berarti menahan ucapan secara langsung, tetapi juga mengendalikan jari dalam menulis, berkomentar, dan menyebarkan informasi. Banyak konflik sosial, perpecahan, bahkan dosa yang berlipat, berawal dari kelalaian dalam menjaga lisan. Oleh karena itu, taubat yang sejati menuntut kesadaran penuh bahwa setiap kata memiliki konsekuensi moral.<\/strong><br \/>\n<strong>Dimensi kedua adalah kebersihan hati dari hasad dan permusuhan. Ini adalah wilayah yang lebih dalam dan tidak kasat mata. Hasad bukan sekadar rasa tidak suka terhadap keberhasilan orang lain, tetapi juga bentuk penolakan terhadap takdir Allah. Hati yang masih dipenuhi iri dan kebencian menunjukkan bahwa taubat belum sepenuhnya meresap. Sebaliknya, hati yang telah dibersihkan akan mampu menerima perbedaan, menghargai kelebihan orang lain, dan hidup dalam ketenangan. Dalam konteks sosial, inilah fondasi bagi terciptanya harmoni dan persaudaraan yang tulus.<\/strong><br \/>\n<strong>Selanjutnya, meninggalkan lingkungan pergaulan yang buruk merupakan langkah strategis dalam menjaga konsistensi taubat. Manusia adalah makhluk sosial yang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Teman yang buruk tidak hanya mengajak pada perbuatan yang salah, tetapi juga dapat melemahkan tekad untuk berubah. Oleh karena itu, memilih lingkungan yang baik bukanlah bentuk eksklusivitas, melainkan ikhtiar untuk menjaga kualitas diri. Lingkungan yang positif akan menjadi penguat dalam perjalanan menuju kebaikan, sementara lingkungan yang negatif dapat menjadi penghambat bahkan penarik kembali ke masa lalu yang kelam.<\/strong><br \/>\n<strong>Puncak dari semua itu adalah kesiapan menghadapi kematian. Kesadaran akan kefanaan hidup merupakan energi spiritual yang sangat kuat. Seseorang yang benar-benar bertaubat akan memandang hidup sebagai kesempatan terakhir untuk memperbaiki diri. Penyesalan atas dosa masa lalu tidak membuatnya terpuruk, tetapi justru mendorongnya untuk memperbanyak istighfar dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia hidup dengan kesadaran bahwa setiap detik adalah amanah, dan setiap amal akan dipertanggungjawabkan.<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan distraksi dan godaan, empat indikator ini menjadi kompas moral yang sangat relevan. Taubat tidak boleh dipersempit sebagai ritual sesaat, tetapi harus dimaknai sebagai gerakan berkelanjutan menuju perbaikan diri. Ia menuntut konsistensi, kesungguhan, dan kejujuran terhadap diri sendiri.<\/strong><br \/>\n<strong>Lebih jauh, taubat sejati juga memiliki dimensi sosial. Ketika individu-individu dalam masyarakat memperbaiki lisannya, membersihkan hatinya, memilih lingkungan yang baik, dan hidup dengan kesadaran akhirat, maka yang terbangun adalah tatanan sosial yang lebih sehat, damai, dan berkeadaban. Inilah esensi dari perubahan yang hakiki: dimulai dari diri sendiri, lalu meluas ke lingkungan, dan akhirnya membentuk peradaban.<\/strong><br \/>\n<strong>Pada akhirnya, taubat bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti keberanian untuk berubah. Ia adalah jalan kembali yang penuh harapan, bukan penyesalan yang mematikan. Dan dalam perjalanan itu, empat tanda yang disebutkan oleh para ahli hikmah menjadi penunjuk arah yang memastikan bahwa langkah kita tidak sekadar bergerak, tetapi benar-benar menuju ridha Ilahi.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":49942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-49941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-13T13:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260413-WA0104.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1031\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat\",\"datePublished\":\"2026-04-13T13:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-13T13:00:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\"},\"wordCount\":560,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\",\"name\":\"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-13T13:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-13T13:00:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Oleh: Dr. Nursalim, S.Pd., M.Pd. Ketua Afiliasi Pengajar Penulis Bahasa, Sastra, Budaya, Seni, dan Desain...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-04-13T13:00:56+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1031,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260413-WA0104.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat","datePublished":"2026-04-13T13:00:56+00:00","dateModified":"2026-04-13T13:00:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/"},"wordCount":560,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/","name":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-04-13T13:00:56+00:00","dateModified":"2026-04-13T13:00:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/04\/13\/tanda-tanda-taubat-sejati-menata-lisan-hati-lingkungan-dan-kesadaran-akhirat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanda-Tanda Taubat Sejati: Menata Lisan, Hati, Lingkungan, dan Kesadaran Akhirat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49941"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49941\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49944,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49941\/revisions\/49944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49941"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=49941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}