{"id":53348,"date":"2026-06-04T14:53:37","date_gmt":"2026-06-04T07:53:37","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=53348"},"modified":"2026-06-04T14:55:36","modified_gmt":"2026-06-04T07:55:36","slug":"diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/","title":{"rendered":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Palembang, 04.Juni 2026_<\/span> \u2013 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com<\/span> Sembilan orang pekerja harian asal Palembang mengadukan nasibnya setelah diajak bekerja ke Kabupaten Lahat dan bekerja total 14 hari atau 2 minggu di lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih, namun upah mereka hingga kini belum dibayarkan sama sekali oleh Haris<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para pekerja mengaku awalnya diajak bekerja ke Kabupaten Lahat oleh seseorang yang mereka kenal sebagai &#8216;Ipong&#8217;. Para pekerja mengetahui alamat &#8216;Ipong&#8217; di Palembang namun tidak mengetahui nama asli dan identitas lengkapnya, serta tidak pernah melihat KTP atau dokumen identitas dari yang bersangkutan. &#8216;Ipong&#8217; sendiri juga merupakan salah satu dari 9 pekerja korban.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para pekerja bekerja Senin, 6 April 2026.Dan Diawasi pengawasan Bapak sukri di gedung Merah Putih Sukaraja, Selama satu minggu pertama, 8 pekerja bekerja di pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Sukaraja, Kecamatan Kota Agung. Sementara &#8216;Ipong&#8217; bekerja satu minggu di pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Muara Tiga, Kecamatan Kota Agung.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada Satu minggu kedua, 4 orang pekerja diminta Bekerja Di Pembesian &#8211; Logistik Graha Prima asyik dan tempatnya bersampingan SFX Expres, Desa Tanjung Kurung Ulu,Kecamatan Tanjung Tebat, oleh &#8216;Haris&#8217; untuk mengerjakan beberapa titik lokasi lain di wilayah Kecamatan Kota Agung. Sementara 5 orang pekerja lainnya tetap bekerja di pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Sukaraja. Upah 14 hari kerja sesuai kesepakatan awal dijanjikan akan dibayarkan oleh Haris Namun hingga tanggal 19 April 2026, upah 14 hari kerja untuk 9 pekerja tidak kunjung dibayarkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para pekerja mengetahui Haris yang membayar upah kami kerja. Haris tidak pernah mengaku sebagai perwakilan resmi CV dan para pekerja tidak pernah melihat identitas\/KTP dari yang bersangkutan. Para pekerja juga tidak pernah menerima upah dari &#8216;Haris&#8217; maupun langsung dari CV. Para pekerja tidak pernah mengetahui dan tidak pernah menerima surat penunjukan Haris sebagai perwakilan resmi CV pelaksana.<\/strong><\/p>\n<p><strong>*KRONOLOGI TAMBAHAN*<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kami 8 orang tinggal di gedung merah putih sukaraja di lokasi kerja, Dan Diawasi Pengawasan Bapak.Sukri ,minggu malam 5-4- 2026 Sebelum bekerja di hari pertama kami mendapat tamu dari bapak Deri memperkenalkan diri, untuk bekerja dan kami menanyakan maslah gaji, gaji kami senin malam 13\/4 kami menerima upah untuk di lihat progrest hasil kerja dan kami belum di bayar haris.<\/strong><\/p>\n<p><strong>haris mengatakan Di tunda Rabu malam 15\/4 kami tunggu sebentar, tunggu lah dua hari lagi kata pak Deri dia yg memberi &#8220;kepercayaan gaji kami akan di bayarkan&#8221;, Menurut Impormasi kawan- Kawan Kerja Bangunan. di situ ada tukang minta di bayar, walaupun gaji tertunda ada pulang kampung, dan teman saya, 1 minggu pulang kampung dari sungai rebo -banyuasin minta di bayar, &#8216; saya bayar dan saya suruh pulang kata haris Yang bercerita kami di mobil di kemudikan bapak Hendri menuju graha tanjung Prima Asyik Desa Tanjung kurung ulu,Kecamatan Tanjung Tebat. Sabtu malam 18\/ 4 kami dan teman &#8211; teman belum di bayar Sampai Mingu 19 \/4 Kami belum dibayar,, Kami dan teman- teman menunggu haris di rumah makan M. Al- patir, Tempat Bapak Rudi, penginapan tempat haris tinggal, desa air puar, minggu pagi Haris melarikan diri dan tidak aktip no kontak WA\/ telp, Janji Haris, Ainal, Henry &#8211; Pengawas dan sopir logistik dan pengangkut pekerja.Jontak- Pengawas dan tidak mengetahui nama aslinya hanya nama di lapangan kerja tanpa identitas,kemana kami minta di bayar, kemana kami mengadu<\/strong><\/p>\n<p><strong>*CATATAN:* Nama &#8216;Pak Deri&#8217;, &#8216;Hendri&#8217;, &#8216;Jonta&#8217;, &#8220;Rudi&#8221; &#8216;Haris&#8217;, &#8216;Ainal&#8217; yang disebut dalam rilis ini adalah nama yang kami kenal di lapangan kerja. Kami tidak mengetahui nama asli dan identitas lengkapnya, serta tidak pernah melihat KTP atau dokumen identitas dari yang bersangkutan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga berita ini diturunkan, seorang pria yang Kami ketahui di lapangan Graha Prima Asyik Desa Tanjung Kurung ulu sebagai &#8216;Pak Ainal dan Deri &#8216; Desa Sukaraja mengklaim kepada para pekerja bahwa upah sudah dibayarkan kepada &#8216;Haris&#8217;. Para pekerja mengaku mengenal orang tersebut namun tidak mengetahui nama asli dan identitas lengkapnya, serta tidak pernah melihat KTP atau dokumen identitas dari yang bersangkutan. Para pekerja menegaskan tidak pernah menerima upah dari orang tersebut, dari &#8216;Haris&#8217;, maupun langsung dari lainya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para pekerja menegaskan tidak memiliki perjanjian kerja tertulis dengan orang yang dikenal sebagai &#8216;Ipong&#8217;, &#8216;Haris&#8217;, maupun orang yang kami ketahui di lapangan sebagai &#8216;Pak Ainal dan Deri. &#8216;Seluruh hubungan kerja dan tanggung jawab pembayaran upah 14 hari kerja untuk 9 pekerja merujuk kepada haris, proyek Koperasi Merah Putih di Kecamatan Kota Agung.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKami 9 orang diajak Ipong ke Lahat. 1 minggu pertama kerja di Sukaraja sama Muara Tiga. Minggu kedua 4 orang dipindah-Di Gedung Graha Prima Asyik Desa Tanjung kurung ulu, Kecamatan Tanjung tebat, sama Haris, 5 orang tetap di Sukaraja. Ipong juga korban, nggak dibayar. Sampai hari ini oleh Haris, belum bayar upah 14 hari kerja kami 1 rupiah pun,\u201d ungkap para pekerja, Sabtu 04\/6.<\/strong><br \/>\n<strong>Kami bekerja keluar keringat -bating tulang, Tidak dibayar, Istri dan anak menunggu kiriman hampa, ongkos pulang tidak di beri, &#8216; siapa yang bertanggung jawab&#8221; Kami bekerja di negeri sendiri merasa terjajah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para pekerja juga menyoroti tidak adanya papan impormasi proyek di lokasi kerja. Padahal pemasangan papan proyek adalah kewajiban sesuai aturan transparansi proyek pemerintah. dan tidak ada tanda pengenal Team leader, Pengawas Konsultan, &#8221; kemana kami mau melapor upah kami yang belum di bayar selama bekerja.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Atas kejadian ini, 9 pekerja berharap perhatian dan bantuan Bapak Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru,Bapqk Wakil Gubernur H. Cik Ujang,Bupati Lahat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lahat,serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lahat untuk segera memanggil CV pelaksana dan menyelesaikan pembayaran upah 14 hari kerja untuk 9 pekerja sesuai kesepakatan.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Redaksi<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palembang, 04.Juni 2026_ \u2013 Kompassindonesianews.com Sembilan orang pekerja harian asal Palembang mengadukan nasibnya setelah diajak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-53348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Palembang, 04.Juni 2026_ \u2013 Kompassindonesianews.com Sembilan orang pekerja harian asal Palembang mengadukan nasibnya setelah diajak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-04T07:53:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-04T07:55:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA00483.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"678\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"455\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja\",\"datePublished\":\"2026-06-04T07:53:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T07:55:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\"},\"wordCount\":878,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\",\"name\":\"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-06-04T07:53:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-04T07:55:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Palembang, 04.Juni 2026_ \u2013 Kompassindonesianews.com Sembilan orang pekerja harian asal Palembang mengadukan nasibnya setelah diajak...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-06-04T07:53:37+00:00","article_modified_time":"2026-06-04T07:55:36+00:00","og_image":[{"width":678,"height":455,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260604-WA00483.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja","datePublished":"2026-06-04T07:53:37+00:00","dateModified":"2026-06-04T07:55:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/"},"wordCount":878,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/","name":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-06-04T07:53:37+00:00","dateModified":"2026-06-04T07:55:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/04\/diajak-ipong-kerja-ke-lahat-9-pekerja-2-minggu-upah-0-rupiah-4-orang-dipndah-haris-5-orang-tetap-di-sukaraja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diajak IPONG Kerja KE LAHAT, 9 Pekerja 2 Minggu Upah 0 Rupiah: 4 ORANG Dipndah Haris, 5 Orang Tetap DI Sukaraja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53348"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53352,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53348\/revisions\/53352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53348"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=53348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}