{"id":53568,"date":"2026-06-08T22:37:09","date_gmt":"2026-06-08T15:37:09","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=53568"},"modified":"2026-06-08T22:37:09","modified_gmt":"2026-06-08T15:37:09","slug":"aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/","title":{"rendered":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Waingapu<\/span> <span style=\"color: #0000ff;\">\u2013Kompassindonesianews.com<\/span> Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sumba Timur menyambut terbitnya Keputusan Bupati Sumba Timur tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat (MA) Wundut sebagai langkah penting dalam memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat adat di daerah tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ketua PD AMAN Sumba Timur, Umbu Pajaru Lombu, menegaskan bahwa pengakuan terhadap Masyarakat Adat Wundut bukanlah sebuah hadiah dari negara, melainkan bentuk koreksi atas ketidakadilan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cIni bukan hadiah. Ini adalah pembayaran utang sejarah. Selama puluhan tahun masyarakat adat dipaksa hidup tanpa pengakuan yang jelas di tanah leluhurnya sendiri. Hari ini negara hadir untuk mengakui dan menyebut nama itu dengan lantang: Wundut,\u201d ujar Umbu Pajaru, Jumat (6\/6\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurutnya, keputusan tersebut menjadi tonggak penting dalam memutus rantai ketidakadilan yang selama ini dialami masyarakat adat, terutama dalam berbagai persoalan agraria dan pengelolaan sumber daya alam.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cTanpa pengakuan, masyarakat adat sering kali kalah sebelum bertanding. Tanahnya diambil atas nama investasi, hutannya ditebang atas nama pembangunan, dan pengetahuannya dimanfaatkan tanpa perlindungan. SK ini menjadi tameng hukum awal agar Wundut tidak lagi menjadi korban,\u201d tegasnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Umbu Pajaru juga menilai langkah Bupati Sumba Timur sebagai bentuk keberanian politik yang patut diapresiasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cMengakui masyarakat adat berarti siap menghadapi berbagai kepentingan yang selama ini diuntungkan oleh ketidakjelasan status wilayah adat. Karena itu, keputusan ini kami catat sebagai komitmen nyata, bukan sekadar seremoni,\u201d katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ujian Konsistensi Dimulai<\/strong><\/p>\n<p><strong>AMAN Sumba Timur menegaskan bahwa pengakuan terhadap MA Wundut bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari pekerjaan yang lebih besar. Pada tahun 2026, AMAN bersama berbagai pihak tengah menyiapkan sejumlah komunitas adat lainnya untuk mengikuti proses verifikasi dan pengakuan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cData partisipatif sedang kami rapikan. Kajian hukum dan sosial terus kami matangkan agar proses pengakuan berikutnya memiliki dasar yang kuat dan tidak mudah dipatahkan oleh alasan administratif,\u201d jelas Umbu Pajaru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia mengingatkan bahwa konsistensi pemerintah akan diuji setelah pengakuan diberikan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cPengakuan tanpa perlindungan adalah janji kosong. Pengakuan tanpa pemberdayaan adalah monumen mati. Tugas besar berikutnya adalah memastikan masyarakat adat Wundut benar-benar berdaulat di wilayahnya dan sejahtera dengan kebudayaannya,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Apresiasi bagi Para Pendamping<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam kesempatan tersebut, AMAN Sumba Timur menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses panjang pengakuan Masyarakat Adat Wundut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Apresiasi diberikan kepada Panitia Masyarakat Adat Kabupaten Sumba Timur yang telah melakukan proses verifikasi secara cermat dan objektif.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cVerifikasi bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keberanian untuk berpihak pada fakta dan kebenaran,\u201d kata Umbu Pajaru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) yang berperan dalam penyusunan data spasial dan sosial wilayah adat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBRWA memastikan peta wilayah adat Wundut memiliki dasar yang kuat. Data yang mereka hasilkan menjadi fondasi ilmiah yang memperkuat proses pengakuan ini,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selain itu, AMAN memberikan penghormatan kepada Kopesda Sumba Timur yang selama bertahun-tahun mendampingi masyarakat adat melalui pemetaan, kajian, serta advokasi kebijakan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKopesda telah bekerja jauh sebelum SK ini terbit. Mereka mendampingi masyarakat, melakukan pemetaan, dan memperjuangkan pengakuan di berbagai ruang kebijakan. Kontribusi mereka sangat berarti dalam perjalanan pengakuan Masyarakat Adat Wundut,\u201d katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masyarakat Adat Adalah Subjek Pembangunan<\/strong><\/p>\n<p><strong>AMAN Sumba Timur mengajak pemerintah daerah, DPRD, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pengakuan tersebut dan mendorong lahirnya pengakuan bagi komunitas adat lainnya di Sumba Timur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cMasih banyak komunitas adat di Sumba Timur yang menunggu pengakuan negara. Wundut tidak boleh menjadi yang terakhir,\u201d tegas Umbu Pajaru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masyarakat adat harus dipandang sebagai subjek pembangunan yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cMasyarakat adat adalah penjaga air, hutan, dan pangan Sumba Timur. Mengakui mereka berarti menjaga masa depan daerah ini. Melukai masyarakat adat sama saja dengan mempertaruhkan masa depan kita bersama,\u201d pungkasnya.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waingapu \u2013Kompassindonesianews.com Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sumba Timur menyambut terbitnya Keputusan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":53569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-53568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Waingapu \u2013Kompassindonesianews.com Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sumba Timur menyambut terbitnya Keputusan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-08T15:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260608-WA0106.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah\",\"datePublished\":\"2026-06-08T15:37:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-08T15:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\"},\"wordCount\":607,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\",\"name\":\"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-06-08T15:37:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-08T15:37:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Waingapu \u2013Kompassindonesianews.com Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Sumba Timur menyambut terbitnya Keputusan...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-06-08T15:37:09+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260608-WA0106.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah","datePublished":"2026-06-08T15:37:09+00:00","dateModified":"2026-06-08T15:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/"},"wordCount":607,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/","name":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-06-08T15:37:09+00:00","dateModified":"2026-06-08T15:37:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/06\/08\/aman-sumba-timur-sk-ma-wundut-bukan-hadiah-melainkan-koreksi-atas-utang-sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AMAN Sumba Timur: SK MA Wundut Bukan Hadiah, Melainkan Koreksi atas Utang Sejarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53570,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53568\/revisions\/53570"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53568"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=53568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}