{"id":57049,"date":"2026-07-22T13:21:03","date_gmt":"2026-07-22T06:21:03","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=57049"},"modified":"2026-07-22T13:21:03","modified_gmt":"2026-07-22T06:21:03","slug":"benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/","title":{"rendered":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Kabupaten Sleman<\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\">KompassIndonesianews.com<\/span> Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan Sleman menggelar Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) semester I triwulan II tahun 2026, bertempat di The Alana Yogyakarta Hotel, Selasa 21 Juli 2026. Hadir pada acara tersebut yakni Wakil Bupati Sleman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Kabupaten Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Kepala OPD terkait dan stakeholder lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Forum komunikasi rutin triwulan ini diselenggarakan sebagai langkah monitoring dan evaluasi guna memacu peningkatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, bagi seluruh pekerja di wilayah Kabupaten Sleman.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Kabupaten Sleman, Sony Eka Santana, menyampaikan bahwa forum UCJ ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan amanah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan badan penyelenggara dalam mewujudkan UCJ.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurutnya, Kabupaten Sleman menjadi daerah pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menginisiasi forum tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Lanjutnya, forum UCJ ini merupakan inisiasi pertama di Provinsi DIY, dan ada di Kabupaten Sleman. Kami berharap forum ini dapat diformalkan dan dibentuk secara resmi sebagai wadah komunikasi rutin dalam mengupayakan peningkatan cakupan kepesertaan,&#8221; jelas Sony.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia juga melaporkan bahwa berdasarkan data per Juni 2026, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sleman terus menunjukkan tren positif. Capaian Kabupaten Sleman saat ini yakni 34,53 persen, naik dari triwulan I sebesar 33,98 persen,&#8221; bebernya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ini menjadi capaian tertinggi di tingkat Kabupaten se &#8211; Provinsi DIY, dengan jumlah pekerja terlindungi sebanyak 195.000 pekerja dari total 566.865 pekerjaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Target 2026 dipatok sebesar 37 persen atau setara 209.740 pekerja dari komitmen target 62 persen atau 355.115 pekerja atau masih terdapat selisih sekitar 14.000 pekerja yang perlu dikejar hingga akhir tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurutnya, keberhasilan capaian ini tak lepas dari komitmen dan dukungan penuh APBD Pemkab Sleman, serta alokasi anggaran perangkat desa. Hingga pertengahan 2026, total sebanyak 22.810 pekerja dari berbagai elemen telah terlindungi,&#8221; tutup Sony.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8221; Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, mengatakan Pemkab Sleman akan terus menggalakan pemetaan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di wilayah. Meski capaian kepesertaan UCJ mengalami kenaikan di triwulan II ini, Pemkab Sleman menilai langkah percepatan masih sangat diperlukan untuk mengejar target tahunan sebesar 37 persen.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Meskipun ada kenaikan, kita masih punya PR mengejar target 37 persen tahun ini atau sekitar 14.000 peserta lagi. Saya minta Disnaker dan OPD-OPD terkait segera memetakan celah pekerja rentan yang belum terjangkau BPJS Ketenagakerjaan,&#8221; tutu Danang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Sleman ini menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagaketjaan merupakan instrumen penting jaring pengaman sosial, terutama bagi pekerja rentan yang sering kesulitan secara finansial saat menghadapi risiko kecelakaan kerja.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tutup Danang, pekerja rentan jika mengalami kecelakaan kerja pasti repot secara biaya.&#8221; Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki kepastian perlindungan,&#8221; <span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #000000;\">pungkasnya.<\/span> <\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">(Joni)<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan Sleman menggelar Forum Universal Coverage&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57050,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-57049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kabupaten Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan Sleman menggelar Forum Universal Coverage...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-22T06:21:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260722-WA0041.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1705\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY\",\"datePublished\":\"2026-07-22T06:21:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-22T06:21:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\"},\"wordCount\":422,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\",\"name\":\"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-22T06:21:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-22T06:21:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kabupaten Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan Sleman menggelar Forum Universal Coverage...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-07-22T06:21:03+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1705,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260722-WA0041.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY","datePublished":"2026-07-22T06:21:03+00:00","dateModified":"2026-07-22T06:21:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/"},"wordCount":422,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/","name":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-07-22T06:21:03+00:00","dateModified":"2026-07-22T06:21:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/07\/22\/benarkah-cakupan-bpjs-ketenagakerjaan-sleman-capai-3453-persen-tertinggi-di-provinsi-diy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 Persen, Tertinggi di Provinsi DIY"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57049"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57051,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57049\/revisions\/57051"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57049"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=57049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}