{"id":59180,"date":"2026-08-15T15:47:24","date_gmt":"2026-08-15T08:47:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=59180"},"modified":"2026-08-15T15:47:24","modified_gmt":"2026-08-15T08:47:24","slug":"air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/","title":{"rendered":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">BENGKULU<\/span> \u2014 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianesianews.Com<\/span> Sejumlah warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengeluhkan perubahan kualitas air sumur yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air disebut berubah rasa menjadi pahit dan asin, keruh, hingga berbuih. Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas tempat penyimpanan garam yang berada di sekitar permukiman.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, hingga Sabtu (15\/8\/2026), belum ada pemeriksaan resmi dari instansi berwenang yang memastikan penyebab perubahan kualitas air tersebut. Karena itu, dugaan keterkaitan antara aktivitas tempat penyimpanan garam dan kondisi sumur warga masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan serta pengujian kualitas air.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keluhan warga disebut telah berlangsung selama beberapa tahun. Salah seorang warga, Siti, mengaku mulai merasakan perubahan pada air sumurnya sekitar tiga hingga empat tahun terakhir.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia baru menyadari kondisi tersebut ketika menggunakan air sumur untuk merebus lontong. Lontong yang direbus berubah warna menjadi kekuningan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Karena merebus lontong, lontong itu berubah kuning seperti kunyit. Setelah dua sampai tiga kali, baru saya sadar,&#8221; ujar Siti.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebelum perubahan warna itu terjadi, Siti mengaku hanya merasakan air sumurnya memiliki rasa pahit. Ia belum mengetahui apakah rasa tersebut disebabkan kandungan garam atau faktor lain.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Khawatir terhadap kondisi air, Siti kemudian berhenti menggunakan sumur tersebut dan beralih menggunakan air PAM atau air ledeng untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, sumur itu sudah tidak digunakan selama lebih dari tiga tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Siti juga mengaku dirinya, suami, dan kedua anaknya pernah mengalami gatal-gatal ketika menggunakan air sumur tersebut. Meski demikian, ia belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan itu berkaitan dengan penggunaan air sumur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selama mengalami persoalan tersebut, Siti tidak pernah membuat laporan resmi. Ia mengaku takut persoalan tersebut justru menimbulkan masalah karena dirinya merupakan pendatang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Saya tidak berani melapor karena saya cuma pendatang. Takutnya jadi masalah dan saya tidak mau membuat masalah,&#8221; katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Siti kemudian mulai menceritakan kondisi tersebut setelah mengetahui warga lain di sekitar rumahnya juga mengalami persoalan dengan air sumur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keluhan serupa disampaikan Fatimah, warga RT 35 Kelurahan Betungan yang tinggal tidak jauh dari tempat penyimpanan garam di RT 19. Fatimah mengaku telah menetap di kawasan tersebut sejak 2000.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Fatimah, ketika pertama kali tinggal di lokasi tersebut, air sumurnya masih jernih dan dapat digunakan dengan baik. Bahkan, saat terjadi kekeringan, warga sekitar kerap mengambil air dari sumurnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kini, keberadaan tempat penyimpanan garam yang lokasinya diperkirakan hanya sekitar 3\u20134 meter dari rumahnya membuat Fatimah khawatir. Terlebih, ia tidak memiliki akses air ledeng dan masih mengandalkan sumur yang telah digunakan keluarganya selama puluhan tahun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Saya khawatir kalau nanti ikut tercemar seperti tetangga-tetangga yang sudah tercemar. Kalau tetangga punya ledeng, sementara saya tidak punya ledeng. Saya mengandalkan sumur yang sudah kami pakai bertahun-tahun sejak 2000,&#8221; tuturnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Fatimah menyebut beberapa warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tempat penyimpanan garam telah mengalami perubahan kondisi air. Ia mencontohkan sumur milik Siti dan Lisda yang disebut berubah menjadi keruh dan berbuih sehingga tidak lagi berani digunakan untuk konsumsi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sementara sumurnya sendiri, kata Fatimah, masih terlihat jernih. Namun, ia memilih tidak meminum air tersebut karena khawatir kualitasnya sewaktu-waktu ikut berubah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Saya masih bagus, cuma saya juga tidak berani minum yang sekarang. Tidak tahu rasanya sudah asin atau belum. Yang jelas masih jernih, tetapi saya tidak berani minum,&#8221; katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Persoalan tersebut, menurut Fatimah, telah disampaikan kepada ketua RT dan diteruskan kepada ketua RW. Namun, warga mengaku belum merasakan adanya pemeriksaan atau tindakan nyata di lapangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Warga meminta instansi terkait turun langsung untuk memeriksa kualitas air sumur serta kondisi aktivitas tempat penyimpanan garam. Pemeriksaan dinilai penting agar dugaan pencemaran tidak berhenti sebagai asumsi dan dapat diketahui secara ilmiah sumber perubahan kualitas air tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Fatimah juga menyampaikan informasi yang diperolehnya dari sejumlah pekerja angkut mengenai aktivitas keluar-masuk garam di tempat penyimpanan garam tersebut. Berdasarkan informasi yang ia dengar, jumlah garam yang masuk disebut sedikitnya sekitar 10 ton dan pengiriman dapat berlangsung beberapa kali dalam sepekan, dengan jumlah yang terkadang disebut mencapai 12 hingga 24 ton.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, Fatimah menegaskan informasi mengenai jumlah tersebut bukan berdasarkan pengamatannya secara langsung. Ia mendapatkannya dari orang-orang yang bekerja sebagai kuli angkut. Ia juga mengaku tidak pernah melihat langsung kondisi bagian dalam tempat penyimpanan garam.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di sisi lain, Lurah Betungan, Nanto Sinarman, S.T., mengatakan laporan masyarakat mengenai dugaan pencemaran tersebut belum disampaikan secara resmi kepada pihak kelurahan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nanto mengatakan pihak kelurahan berharap instansi terkait segera menindaklanjuti persoalan yang telah disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses salah satu anggota dewan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurutnya, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya berdasarkan dugaan atau informasi dari masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Kalau dinas terkait sudah turun, biar tahu apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dilakukan kepada pihak pengusaha,&#8221; ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga Sabtu (15\/8\/2026), Nanto mengatakan pihak kelurahan belum menerima informasi resmi mengenai rencana pemeriksaan atau peninjauan lapangan dari instansi terkait.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Terkait kemungkinan laporan warga kepada Komisi II DPRD, Nanto menyebut hal tersebut masih perlu dikoordinasikan. Pihak kelurahan akan berkomunikasi dengan pihak terkait dan perangkat wilayah, termasuk RT dan RW, sebelum menentukan langkah selanjutnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menjelaskan kegiatan reses merupakan bagian dari proses resmi lembaga dewan. Karena itu, pihak kelurahan masih menunggu penyampaian dan koordinasi resmi dari pihak yang melaksanakan kegiatan tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan yang dapat memastikan apakah perubahan kualitas air sumur warga disebabkan aktivitas tempat penyimpanan garam atau faktor lain. Belum terdapat pula informasi mengenai hasil uji laboratorium terhadap sampel air dari sumur warga.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Warga berharap persoalan tersebut segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan kualitas air dan pengecekan aktivitas tempat penyimpanan garam di sekitar permukiman. Bagi warga yang masih bergantung pada sumur, kepastian mengenai keamanan sumber air menjadi kebutuhan mendesak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mereka meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga turun ke lapangan untuk memastikan fakta, menentukan sumber persoalan, dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan adanya pelanggaran atau pencemaran.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Pewarta : Feronike (mimi)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENGKULU \u2014 Kompassindonesianesianews.Com Sejumlah warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengeluhkan perubahan kualitas air sumur yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-59180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BENGKULU \u2014 Kompassindonesianesianews.Com Sejumlah warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengeluhkan perubahan kualitas air sumur yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-15T08:47:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260815-WA0137.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan\",\"datePublished\":\"2026-08-15T08:47:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-15T08:47:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\"},\"wordCount\":931,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\",\"name\":\"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-15T08:47:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-15T08:47:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"BENGKULU \u2014 Kompassindonesianesianews.Com Sejumlah warga Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, mengeluhkan perubahan kualitas air sumur yang...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-08-15T08:47:24+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1180,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260815-WA0137.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan","datePublished":"2026-08-15T08:47:24+00:00","dateModified":"2026-08-15T08:47:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/"},"wordCount":931,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/","name":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-15T08:47:24+00:00","dateModified":"2026-08-15T08:47:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/15\/air-sumur-warga-betungan-diduga-terdampak-tempat-penyimpanan-garam-pemeriksaan-belum-dilakukan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Air Sumur Warga Betungan Diduga Terdampak Tempat Penyimpanan Garam, Pemeriksaan Belum Dilakukan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59182,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59180\/revisions\/59182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59180"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=59180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}