{"id":59590,"date":"2026-08-17T20:51:00","date_gmt":"2026-08-17T13:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=59590"},"modified":"2026-08-17T20:51:00","modified_gmt":"2026-08-17T13:51:00","slug":"gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/","title":{"rendered":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">KUPANG<\/span> \u2014 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesiansws.Com<\/span> Langkah cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merespons gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo patut diapresiasi. Namun, di tengah situasi darurat tersebut, muncul pertanyaan serius mengenai pola penanganan logistik yang disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gubernur meminta seluruh toko yang menjual makanan tetap memberikan akses kepada masyarakat agar kebutuhan pangan tetap tersedia. Sementara biaya yang timbul, menurutnya, akan dihitung kemudian dan ditagihkan kepada Pemerintah Provinsi NTT setelah urusan bencana selesai.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kami minta semua toko yang menjual makanan tetap memberi akses bagi masyarakat agar tetap mendapatkan suplai makanan, terkait biayanya akan dihitung kemudian tagihannya akan dibayarkan oleh Pemprov NTT di kemudian hari setelah selesai urusan bencana,\u201d kata Melkiades, Sabtu (15\/08\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pernyataan tersebut memang terdengar solutif dalam situasi darurat. Namun, Aktivis Mahasiswa dan Pegiat Sosial Sandiang Kaya Ndapa Namung mempertanyakan aspek perlindungan terhadap para pemilik toko yang juga merupakan warga dan sama-sama berpotensi menjadi korban bencana.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Sandiang, pemilik toko bukan perusahaan negara dan bukan pula gudang logistik pemerintah. Di balik sebuah toko terdapat keluarga, pekerja, modal pribadi, stok barang, cicilan, biaya operasional, serta risiko kerusakan akibat bencana.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKalau toko diminta terus menyediakan makanan sementara pembayaran baru dilakukan kemudian, pertanyaannya sederhana: siapa yang menjamin modal pedagang tetap berputar ketika mereka sendiri sedang menghadapi bencana?\u201d ujar Sandiang, Senin (17\/08\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menilai, semangat gotong royong dalam situasi bencana tentu harus dipertahankan. Namun, gotong royong tidak boleh berubah menjadi mekanisme yang secara tidak langsung membuat masyarakat menanggung terlebih dahulu beban pembiayaan penanganan bencana.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cJangan sampai masyarakat diminta menjadi penyelamat dalam keadaan mereka sendiri sedang membutuhkan pertolongan. Negara harus hadir sebagai penanggung utama, sementara pelaku usaha menjadi mitra yang mendapatkan perlindungan dan kepastian,\u201d tegasnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sandiang mengatakan, apabila pemerintah memang membutuhkan dukungan toko dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan pangan selama masa darurat, harus ada mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurutnya, setidaknya harus terdapat pencatatan barang yang disalurkan, harga yang digunakan, batas pengadaan, pihak yang berwenang memberikan instruksi, mekanisme verifikasi, serta kepastian waktu pembayaran.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab, kata dia, kalimat \u201cakan dibayarkan kemudian\u201d belum tentu memberikan kepastian bagi pedagang kecil.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBagi pedagang kecil, modal hari ini adalah modal untuk membeli barang dagangan besok. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan janji pembayaran tanpa kepastian administrasi dan waktu pencairan,\u201d katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemerintah Harus Menjamin, Bukan Sekadar Meminta<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sandiang juga mempertanyakan mengapa pemerintah tidak terlebih dahulu mengoptimalkan skema logistik kebencanaan yang menempatkan pemerintah sebagai penanggung utama, sementara toko dan pelaku usaha ditempatkan sebagai mitra distribusi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cMasyarakat membutuhkan makanan. Tetapi masyarakat yang memiliki toko juga membutuhkan perlindungan. Jangan melihat mereka hanya sebagai penyedia barang, tetapi juga sebagai warga negara yang terdampak bencana,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menilai prinsip tersebut juga perlu diterapkan terhadap permintaan Gubernur kepada para kontraktor pemilik alat berat agar membantu Dinas Pekerjaan Umum membuka akses jalan yang tertimbun longsor.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Sandiang, gotong royong dalam menghadapi bencana merupakan nilai sosial yang penting. Namun, kontribusi masyarakat dan dunia usaha tetap membutuhkan koordinasi, pencatatan pekerjaan, standar keselamatan, serta kepastian pembiayaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cNegara tidak boleh hadir hanya dengan meminta masyarakat bergerak. Negara harus hadir dengan memastikan masyarakat yang bergerak juga terlindungi,\u201d tegasnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepastian Informasi dan Bantuan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di sisi lain, Sandiang mengapresiasi imbauan Gubernur agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam situasi gempa, menurutnya, kepanikan dan informasi yang tidak terverifikasi memang dapat memperburuk kondisi. Namun, ketenangan masyarakat tidak cukup dibangun melalui imbauan semata.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKetenangan harus dibangun melalui kepastian. Kepastian informasi, kepastian bantuan, kepastian distribusi pangan, dan yang paling penting kepastian bahwa pemerintah benar-benar mengambil alih tanggung jawab penanganan bencana,\u201d katanya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sandiang menegaskan bahwa kondisi bencana merupakan keadaan luar biasa sehingga kebijakan pemerintah juga harus mampu memberikan perlindungan luar biasa kepada masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cBencana tidak boleh menjadi alasan untuk memindahkan beban tanggung jawab pemerintah kepada rakyat yang sedang sama-sama menjadi korban,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gotong Royong Jangan Menjadi Pemindahan Beban<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Sandiang, pertanyaan publik sebenarnya sangat sederhana.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika pemilik toko juga korban gempa, stok mereka terancam, modal mereka terbatas, keluarga mereka juga membutuhkan makanan, apakah adil jika mereka terlebih dahulu diminta menanggung kebutuhan masyarakat dengan janji pembayaran di kemudian hari?<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cGotong royong harus tetap hidup. Tetapi dalam negara yang hadir, gotong royong tidak boleh menjadi alasan untuk memindahkan beban tanggung jawab pemerintah kepada rakyat,\u201d tegas Sandiang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia berharap Pemprov NTT segera memperjelas mekanisme pelibatan toko dan pelaku usaha dalam penyediaan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat, termasuk menjamin pencatatan, pembayaran, perlindungan usaha, dan keselamatan para pelaku usaha.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cPemerintah harus menjadi pihak pertama yang memastikan kebutuhan korban terpenuhi. Masyarakat dan pelaku usaha harus ditempatkan sebagai mitra yang diberdayakan dan dilindungi, bukan pihak yang menanggung risiko terlebih dahulu,\u201d pungkasnya.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Dominggus<\/strong><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">(Damyan Godho)<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUPANG \u2014 Kompassindonesiansws.Com Langkah cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merespons gempa bumi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59593,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-59590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KUPANG \u2014 Kompassindonesiansws.Com Langkah cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merespons gempa bumi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-17T13:51:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260817-WA0167.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1254\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1254\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa\",\"datePublished\":\"2026-08-17T13:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T13:51:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\"},\"wordCount\":758,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\",\"name\":\"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-17T13:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-17T13:51:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KUPANG \u2014 Kompassindonesiansws.Com Langkah cepat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merespons gempa bumi...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-08-17T13:51:00+00:00","og_image":[{"width":1254,"height":1254,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260817-WA0167.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa","datePublished":"2026-08-17T13:51:00+00:00","dateModified":"2026-08-17T13:51:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/"},"wordCount":758,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/","name":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-17T13:51:00+00:00","dateModified":"2026-08-17T13:51:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/17\/gubernur-ntt-minta-toko-tetap-buka-akses-pangan-sandiang-pertanyakan-jaminan-bagi-pedagang-terdampak-gempa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gubernur NTT Minta Toko Tetap Buka Akses Pangan, Sandiang Pertanyakan Jaminan bagi Pedagang Terdampak Gempa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59594,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59590\/revisions\/59594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59590"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=59590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}