{"id":59762,"date":"2026-08-19T12:20:31","date_gmt":"2026-08-19T05:20:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=59762"},"modified":"2026-08-19T12:20:31","modified_gmt":"2026-08-19T05:20:31","slug":"dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/","title":{"rendered":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Sleman<\/span> &#8211;<\/strong> <strong><span style=\"color: #0000ff;\">KompassIndonesianews.com,<\/span> Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melaporkan indikasi gejala depresi dan kecemasan pada 18.845 anak-anak dan remaja melalui skrining kesehatan mental. Ribuan anak tersebut menunjukkan gejala dengan tingkat keparahan ringan hingga berat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Sleman, dr. Seruni Anggreni Susila, menyebut 5,6 persen anak yang menjalani skrining mengalami gejala depresi ringan. Sedangkan, 2,38% lainnya mengalami gejala depresi berat. Kemudian, sebanyak 5,25% anak mengalami gejala kecemasan ringan dan 2,06% mengalami gejala kecemasan berat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Temuan tersebut perlu menjadi perhatian karena kesehatan mental perlu dipersiapkan sejak anak berada pada usia sekolah. Kesehatan generasi muda tidak cukup hanya dengan melindungi kondisi fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental,&#8221; tuturnya, Rabu (19\/8).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lanjut tambahnya, hasil skrining tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya peningkatan kasus kesehatan mental. Menurutnya, masalah kesehatan mental kini lebih banyak terlihat karena pemeriksaan dilakukan secara lebih aktif.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Jika sekarang kita mencari dan menemukan lebih awal, maka kita akan mengetahui berapa banyak yang depresi, berapa banyak yang cemas,&#8221; tutur Seruni di Kantor Bappeda Sleman, Selasa (18\/8).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selama lima tahun terakhir, Dinkes Sleman <\/strong><br \/>\n<strong>Skrining melakukan skrinning dengan menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang merupakan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemeriksaan awal dimulai dengan 15 pertanyaan yang diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan mental, pemeriksaan dilanjutkan oleh pusat kesehatan melalui tim kesehatan mental. Tim melibatkan psikolog, dokter terlatih, dan perawat kesehatan mental.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Selain kesehatan mental, Dinkes Sleman juga menemukan sejumlah persoalan pada pemeriksaan kesehatan fisik anak usia sekolah dan remaja.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari 56.140 anak usia sekolah dan remaja yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 18,42% ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Kemudian 0,73% mengalami gula darah tinggi atau hiperglikemia. Kemudian, sebanyak 3,62% atau 674 anak ditemukan berada dalam kondisi pradiabetes.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Promosi dan pencegahan kesehatan sejak usia sekolah akan terus diupayakan melalui penerapan gaya hidup sehat dan peningkatan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan anak-anak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Program kesehatan tahunan serentak ini menyasar puluhan ribu murid di tingkat Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), maupun sekolah lain yang sederajat di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman dr Khamidah Yuliati MMR, menegaskan bahwa proteksi imunologis dari imunisasi masa bayi tidak bertahan seumur hidup.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Daya tahan tubuh atau kekebalan yang dibentuk sewaktu bayi dan usia 18 bulan akan menurun seiring bertambahnya usia anak. Oleh karena itu, diperlukan pemberian imunisasi ulangan bagi anak usia sekolah dasar untuk memperpanjang serta memelihara perlindungan terhadap serangan penyakit-penyakit berbahaya,&#8221; terang dr Khamidah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lebih lanjut, dr Khamidah menjelaskan program BIAS membawa misi dan tujuan jangka panjang bagi kesehatan generasi mendatang. Di antaranya mencapai target eliminasi penyakit campak dan rubella, mempertahankan status eliminasi tetanus maternal dan neonatal pada ibu serta bayi baru lahir, mengendalikan potensi penyebaran penyakit difteri, hingga mencegah timbulnya risiko kanker leher rahim (serviks) serta kanker rektum sejak usia dini.<\/strong><\/p>\n<p><strong>BIAS tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan Sleman secara resmi memperluas sasaran tersebut secara inklusif. Vaksin HPV untuk siswa kelas 5 kini diberikan secara merata kepada seluruh murid, baik laki-laki maupun perempuan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Langkah memperluas cakupan vaksin HPV kepada anak laki-laki menjadi terobosan penting dalam dunia kesehatan masyarakat. Menurutnya, selama ini, infeksi virus HPV kerap dipahami sebatas pemicu kanker leher rahim (serviks) pada perempuan. Padahal, penularan virus HPV juga berisiko tinggi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius pada laki-laki, seperti kanker rektum (anus) hingga penyakit berbahaya di area genitalia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemberian imunisasi HPV bagi siswa laki-laki sejak usia sekolah dasar tidak hanya melindungi imunitas tubuh mereka secara langsung dari infeksi virus sejak awal. Langkah strategis ini juga menjadi metode yang sangat efektif untuk memutus rantai penularan virus HPV di tengah masyarakat secara menyeluruh.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Perbedaan mendasar BIAS tahun ini dan tahun sebelumnya terletak pada vaksin HPV kelas 5 yang kini mencakup siswa laki-laki dan perempuan,&#8221; tutup Khamidah.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>(Joni)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melaporkan indikasi gejala depresi dan kecemasan pada 18.845&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-59762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melaporkan indikasi gejala depresi dan kecemasan pada 18.845...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T05:20:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260819-WA0104.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata\",\"datePublished\":\"2026-08-19T05:20:31+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T05:20:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\"},\"wordCount\":624,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\",\"name\":\"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-19T05:20:31+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T05:20:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Sleman &#8211; KompassIndonesianews.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melaporkan indikasi gejala depresi dan kecemasan pada 18.845...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-08-19T05:20:31+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260819-WA0104.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata","datePublished":"2026-08-19T05:20:31+00:00","dateModified":"2026-08-19T05:20:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/"},"wordCount":624,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/","name":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-19T05:20:31+00:00","dateModified":"2026-08-19T05:20:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/dr-khamidah-yuliati-dinas-kesehatan-sleman-secara-resmi-memperluas-sasaran-vaksin-hpv-untuk-siswa-sd-secara-merata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"dr. Khamidah Yuliati, Dinas Kesehatan Sleman Secara Resmi Memperluas Sasaran Vaksin HPV Untuk Siswa SD Secara Merata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59762"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59766,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59762\/revisions\/59766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59762"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=59762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}