{"id":61208,"date":"2026-08-31T09:14:09","date_gmt":"2026-08-31T02:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=61208"},"modified":"2026-08-31T09:14:58","modified_gmt":"2026-08-31T02:14:58","slug":"dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/","title":{"rendered":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\">kompassindonesianews.com\/<\/span> \u2014 Dari sebuah forum pesantren di Jombang, sebuah keputusan besar lahir. Di tengah riuhnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sembilan ulama yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) akhirnya mencapai mufakat dan memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026\u20132031.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keputusan itu diumumkan dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31\/8\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-61144\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa.png\" alt=\"\" width=\"1114\" height=\"1412\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa.png 1114w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa-768x973.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1114px) 100vw, 1114px\" \/><\/p>\n<p><strong>&#8220;Anggota Ahlul Halli wal Aqdi memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026\u20132031,&#8221; kata KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil keputusan AHWA.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya salah satu tahapan paling menentukan dalam Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, lima nama telah disaring melalui proses penjaringan suara. Gus Kikin berada di posisi teratas dengan 472 suara, disusul KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Shohib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghaffar Rozin 155 suara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, angka 472 itu bukanlah tiket otomatis menuju kursi Ketua Umum. Dalam mekanisme yang disepakati Muktamar, keputusan final berada di tangan AHWA melalui musyawarah. Setelah mendapat persetujuan Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar, sembilan ulama AHWA kemudian bermusyawarah secara tertutup hingga akhirnya sepakat menunjuk Gus Kikin.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Musyawarah tersebut berlangsung pada Senin pagi sekitar pukul 06.20 hingga 07.00 WIB. Tidak lama berselang, nama Gus Kikin diumumkan sebagai pemimpin baru PBNU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Gus Kikin, Putra Pesantren yang Kini Mengemban Amanah Besar<\/strong><\/p>\n<p><strong>Terpilihnya Gus Kikin bukanlah kisah yang muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari lingkungan pesantren dan memiliki hubungan genealogis dengan pendiri NU, KH Hasyim Asy&#8217;ari.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gus Kikin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia sebelumnya dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Tebuireng dan kemudian meneruskan kepengasuhan pesantren tersebut setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di dunia organisasi, Gus Kikin juga bukan wajah baru. Ia dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024\u20132029. Penugasan dirinya sebagai kandidat Ketum PBNU sebelumnya juga mendapat dukungan dari PWNU Jawa Timur dan PCNU se-Jawa Timur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menariknya, perjalanan Gus Kikin tidak hanya bersentuhan dengan dunia pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan memiliki pengalaman di dunia pelayaran serta usaha sebelum kemudian lebih banyak mengabdikan diri dalam dunia pesantren dan organisasi NU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari ruang-ruang pendidikan pesantren, dunia usaha, organisasi, hingga kini dipercaya memimpin PBNU, perjalanan itu membawa Gus Kikin pada satu amanah yang jauh lebih besar: menjaga arah perjalanan organisasi yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p><strong>B. Bukan Sekadar Pergantian Ketua<\/strong><\/p>\n<p><strong>Muktamar ke-35 NU bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi Ketua Umum. Lebih jauh dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk menentukan bagaimana NU akan menatap lima tahun ke depan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepemimpinan baru akan berhadapan dengan berbagai tantangan: konsolidasi organisasi, kaderisasi generasi muda, penguatan pesantren dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kemampuan NU merespons perubahan sosial dan perkembangan teknologi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, NU menghadapi pekerjaan rumah untuk tetap menjaga akar tradisinya tanpa kehilangan kemampuan membaca masa depan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Karena itu, kepemimpinan Gus Kikin akan diuji bukan hanya oleh bagaimana ia mengelola struktur organisasi, tetapi juga oleh bagaimana ia merawat hubungan antara pesantren, ulama, kader, generasi muda, serta jutaan warga Nahdliyin di berbagai penjuru negeri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>C. AHWA dan Pesan Musyawarah<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ada satu hal menarik dari proses pemilihan kali ini: Ketua Umum PBNU tidak ditentukan secara langsung melalui sistem &#8220;one man one vote&#8221;.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Muktamar ke-35 menyepakati penggunaan mekanisme AHWA untuk menentukan kepemimpinan PBNU. Mekanisme tersebut menempatkan sembilan ulama sebagai pihak yang bermusyawarah menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pilihan itu sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi musyawarah masih menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di tubuh NU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahkan sebelum keputusan final, Gus Kikin pernah menyampaikan harapan agar siapa pun yang nantinya terpilih tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan di tubuh NU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kini, setelah keputusan dibuat, pesan tersebut terasa semakin relevan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab setelah kompetisi selesai, yang tersisa bukan lagi soal siapa menang dan siapa kalah. Yang tersisa adalah amanah, tanggung jawab, dan pekerjaan panjang untuk membawa organisasi menuju masa depan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>D. Bersama KH Miftachul Akhyar<\/strong><\/p>\n<p><strong>Muktamar ke-35 NU juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026\u20132031.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan demikian, kepemimpinan PBNU lima tahun ke depan akan berada dalam duet Rais Aam dan Ketua Umum yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kekuatan tradisi keulamaan dan kebutuhan organisasi untuk terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagi warga Nahdliyin, pasangan kepemimpinan ini bukan sekadar struktur administratif. Ia merupakan tumpuan harapan agar NU tetap menjadi rumah besar yang teduh bagi umat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>E. Kini Saatnya Bekerja<\/strong><\/p>\n<p><strong>Terpilihnya Gus Kikin mungkin menjadi akhir dari ketegangan panjang proses pemilihan. Tetapi bagi PBNU, justru di sinilah pekerjaan sesungguhnya dimulai.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di hadapan Gus Kikin terbentang organisasi besar dengan jaringan pesantren, lembaga pendidikan, badan sosial, ekonomi, kesehatan, hingga kader-kader muda yang tersebar di berbagai wilayah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tantangannya tidak kecil.<\/strong><\/p>\n<p><strong>NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu merawat tradisi sekaligus membuka jendela inovasi. Kepemimpinan yang kuat tetapi tidak kehilangan kelembutan. Tegas dalam prinsip, namun lapang dalam menghadapi perbedaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dan yang paling penting, kepemimpinan yang menjadikan jabatan sebagai khidmah, bukan sekadar kekuasaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari Jombang, amanah itu kini berpindah ke pundak Gus Kikin.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lima tahun ke depan akan menjadi perjalanan panjang. Warga Nahdliyin tidak lagi menunggu siapa yang akan memimpin.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kini pertanyaannya berubah: apa yang akan dilakukan sang pemimpin setelah amanah itu benar-benar berada di tangannya?<\/strong><\/p>\n<p><strong>Muktamar telah memilih.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kini saatnya bekerja, mengabdi, dan membuktikan bahwa tradisi pesantren mampu berjalan beriringan dengan zaman\u2014tanpa kehilangan adab, akar, dan ruh perjuangannya.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Burhanudin Fajri<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Zill Samt<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-60747\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e.png\" alt=\"\" width=\"1102\" height=\"1427\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e.png 1102w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e-768x994.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1102px) 100vw, 1102px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Dari sebuah forum pesantren di Jombang, sebuah keputusan besar lahir. Di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[351,19,13,21,357,302],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-61208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama","category-berita","category-sosial-budaya","category-daerah","category-organisasi","category-pemerintahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Dari sebuah forum pesantren di Jombang, sebuah keputusan besar lahir. Di...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T02:14:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-31T02:14:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260831-WA0055.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai\",\"datePublished\":\"2026-08-31T02:14:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T02:14:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\"},\"wordCount\":910,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Agama\",\"Berita\",\"Budaya\",\"Daerah\",\"Organisasi\",\"Pemerintahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\",\"name\":\"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-31T02:14:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T02:14:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Jakarta &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Dari sebuah forum pesantren di Jombang, sebuah keputusan besar lahir. Di...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-08-31T02:14:09+00:00","article_modified_time":"2026-08-31T02:14:58+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1536,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260831-WA0055.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai","datePublished":"2026-08-31T02:14:09+00:00","dateModified":"2026-08-31T02:14:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/"},"wordCount":910,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Agama","Berita","Budaya","Daerah","Organisasi","Pemerintahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/","name":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-31T02:14:09+00:00","dateModified":"2026-08-31T02:14:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-tebuireng-ke-puncak-nahdlatul-ulama-gus-kikin-dipilih-memimpin-pbnu-babak-baru-dimulai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Tebuireng ke Puncak Nahdlatul Ulama: Gus Kikin Dipilih Memimpin PBNU, Babak Baru Dimulai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61208"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61211,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61208\/revisions\/61211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61208"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}