{"id":61244,"date":"2026-08-31T14:53:20","date_gmt":"2026-08-31T07:53:20","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=61244"},"modified":"2026-08-31T14:53:20","modified_gmt":"2026-08-31T07:53:20","slug":"dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/","title":{"rendered":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &#8220;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Jakarta<\/span> \u2013 <span style=\"color: #0000ff;\">kompassindonesianews.com\/<\/span> Dari halaman pesantren di Jombang, sebuah pesan ekonomi meluncur bersama penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia memilih menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena merasa masih memiliki ruang untuk membangun negeri tanpa menambah ketergantungan terhadap utang luar negeri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31\/8\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-61144\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa.png\" alt=\"\" width=\"1114\" height=\"1412\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa.png 1114w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_0000000038588211b7621714d111d6fa-768x973.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1114px) 100vw, 1114px\" \/><\/p>\n<p><strong>Prabowo mengatakan pemerintah tidak ingin terlalu banyak mengambil pinjaman dari berbagai pihak. Menurutnya, Indonesia tetap membuka pintu bagi investasi, tetapi untuk urusan utang pemerintah akan lebih selektif dan mempertimbangkan beban bunga yang harus ditanggung negara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cIndonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,\u201d demikian inti pesan Presiden dalam pidatonya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keterangan tersebut juga diberitakan sejumlah media nasional. Katadata melaporkan bahwa Prabowo menyebut tawaran pinjaman itu diterima Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ketika berada di Washington, Amerika Serikat, beberapa bulan lalu. Pemerintah kemudian memutuskan tidak mengambil tawaran tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Bukan Menutup Pintu, Tetapi Memilih Cara Berdiri<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sikap pemerintah tersebut tidak berarti Indonesia menutup hubungan ekonomi dengan dunia internasional. Prabowo justru menegaskan bahwa investasi tetap terbuka.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Yang ingin dikurangi adalah ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam pandangan Presiden, apabila negara memang harus melakukan pinjaman, maka biaya pinjaman harus ditekan serendah mungkin agar tidak menjadi beban berat bagi keuangan negara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pesan itu menjadi penting karena kebijakan utang bukan hanya berbicara tentang angka di atas kertas. Di balik setiap pembiayaan terdapat konsekuensi fiskal yang pada akhirnya berhubungan dengan kemampuan negara membiayai pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sejumlah laporan media menyebut tawaran pinjaman yang dibicarakan pemerintah berada dalam skala sangat besar. Namun, angka yang beredar di sejumlah pemberitaan perlu dibaca sebagai informasi media mengenai tawaran, bukan berarti Indonesia telah menerima atau mencairkan dana tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>B. Prabowo: Kekayaan Negara Harus Kembali kepada Rakyat<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam pidatonya, Prabowo kemudian membawa pembahasan ekonomi kembali kepada persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat: kemiskinan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia mengatakan strategi transformasi ekonomi pemerintah diarahkan untuk mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Presiden menyebut dirinya telah melakukan perhitungan secara cermat dan optimistis kebijakan pemerintah dapat membawa jutaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di titik ini, narasi ekonomi pemerintah tidak berhenti pada persoalan \u201cutang atau tidak utang\u201d. Ada pertanyaan yang jauh lebih besar: untuk siapa kekayaan negara dikelola?<\/strong><\/p>\n<p><strong>Prabowo menegaskan bahwa kekayaan nasional harus memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pemerintah, kata dia, juga ingin menghadirkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi rakyat sehingga masyarakat tidak harus bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir maupun tengkulak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Negara, menurut Prabowo, harus hadir ketika rakyat membutuhkan akses pembiayaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia bahkan menyampaikan gagasan agar masyarakat memperoleh pinjaman lunak dari kekuatan ekonomi dalam negeri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>C. Dari Pesantren, Presiden Bicara tentang Ekonomi dan Kemandirian<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ada sesuatu yang menarik dari tempat pesan ini disampaikan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pernyataan mengenai kemandirian ekonomi tersebut lahir bukan dari ruang konferensi ekonomi internasional, melainkan dari lingkungan pesantren dalam momentum penutupan Muktamar ke-35 NU.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Presiden Prabowo secara resmi menutup Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (31\/8\/2026). Muktamar berlangsung selama lima hari, sejak 27 hingga 31 Agustus 2026.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap proses Muktamar yang menurutnya berlangsung guyub dan rukun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menilai NU telah menunjukkan bahwa organisasi dengan jumlah warga yang sangat besar tetap dapat menyelenggarakan kompetisi dan pergantian kepemimpinan dengan mengedepankan persatuan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pesan tersebut terasa semakin relevan karena Muktamar ke-35 akhirnya menghasilkan kepemimpinan baru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026\u20132031 melalui musyawarah mufakat sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sementara itu, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU untuk periode yang sama. Penetapannya juga dilakukan melalui musyawarah mufakat AHWA pada Ahad malam (30\/8\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><strong>D. Indonesia, Utang, dan Jalan Panjang Kemandirian<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pernyataan Presiden mengenai IMF kemudian menjadi sorotan karena menyentuh isu yang sangat sensitif: bagaimana Indonesia membiayai pembangunan tanpa menciptakan ketergantungan baru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, satu hal penting perlu digarisbawahi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menolak satu tawaran pinjaman IMF tidak sama dengan Indonesia keluar dari IMF atau World Bank.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebelumnya memang sempat beredar konten di media sosial yang mengklaim Indonesia telah keluar dari sistem World Bank dan IMF. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan klaim tersebut sebagai hoaks. Indonesia masih tercatat sebagai anggota World Bank.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Karena itu, pernyataan Prabowo sebaiknya dipahami dalam konteks kebijakan pembiayaan: pemerintah mengatakan memilih tidak mengambil tawaran pinjaman tertentu dan ingin mengurangi ketergantungan pada utang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bukan berarti Indonesia memutus hubungan dengan lembaga keuangan internasional.<\/strong><\/p>\n<p><strong>E. Kini, Rakyat Menunggu Bukti<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada akhirnya, sebuah kebijakan ekonomi tidak hanya dinilai dari keberanian mengatakan \u201ctidak\u201d terhadap utang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lebih dari itu, masyarakat akan menunggu bagaimana keberanian tersebut diterjemahkan menjadi kemampuan negara membangun sumber pembiayaan yang sehat, meningkatkan produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat industri dalam negeri, serta membuat kekayaan nasional benar-benar terasa manfaatnya sampai ke rumah-rumah rakyat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pidato Prabowo di Jombang membawa satu pesan yang sederhana tetapi besar maknanya: Indonesia ingin berdiri dengan kemampuan sendiri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, kemandirian bukan sekadar slogan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia harus hadir dalam harga pangan yang terjangkau, pekerjaan yang layak, pendidikan yang semakin baik, pembiayaan yang tidak mencekik, usaha rakyat yang tumbuh, serta kehidupan masyarakat yang perlahan bergerak meninggalkan kemiskinan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari Jombang, pesan itu pun menemukan ruangnya sendiri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahwa sebuah bangsa boleh menerima investasi dari dunia, boleh bekerja sama dengan siapa saja, tetapi pada saat yang sama harus terus belajar membangun kekuatan dari dalam rumahnya sendiri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab kemerdekaan ekonomi pada akhirnya bukan tentang seberapa banyak uang yang dapat dipinjam, melainkan seberapa kuat sebuah bangsa mampu menghidupi masa depannya dengan kekuatan yang ia miliki sendiri.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Burhanudin Fajri<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Zill Samt<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-60747\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e.png\" alt=\"\" width=\"1102\" height=\"1427\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e.png 1102w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/file_00000000884882119283244a34d7fa9e-768x994.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1102px) 100vw, 1102px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 kompassindonesianews.com\/ Dari halaman pesantren di Jombang, sebuah pesan ekonomi meluncur bersama penutupan Muktamar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61245,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-61244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &quot;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &quot;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2013 kompassindonesianews.com\/ Dari halaman pesantren di Jombang, sebuah pesan ekonomi meluncur bersama penutupan Muktamar...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T07:53:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260831-WA0118.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &#8220;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri\",\"datePublished\":\"2026-08-31T07:53:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T07:53:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\"},\"wordCount\":909,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\",\"name\":\"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; \\\"Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-31T07:53:20+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T07:53:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &#8220;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; \"Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; \"Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Jakarta \u2013 kompassindonesianews.com\/ Dari halaman pesantren di Jombang, sebuah pesan ekonomi meluncur bersama penutupan Muktamar...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-08-31T07:53:20+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1536,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260831-WA0118.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &#8220;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri","datePublished":"2026-08-31T07:53:20+00:00","dateModified":"2026-08-31T07:53:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/"},"wordCount":909,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/","name":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; \"Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-31T07:53:20+00:00","dateModified":"2026-08-31T07:53:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/08\/31\/dari-mimbar-penutupan-muktamar-nu-ke-35-indonesia-masih-berdiri-dengan-kaki-sendiri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Mimbar Penutupan Muktamar NU ke-35; &#8220;Indonesia Masih Berdiri dengan Kaki Sendiri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61246,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61244\/revisions\/61246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61244"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}