{"id":61317,"date":"2026-09-01T13:30:13","date_gmt":"2026-09-01T06:30:13","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=61317"},"modified":"2026-09-01T13:30:13","modified_gmt":"2026-09-01T06:30:13","slug":"proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/","title":{"rendered":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Semarang<\/span> \u2014 <span style=\"color: #0000ff;\">KompassIndonesiaNews.com<\/span> Pelaksanaan proyek Urusan Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang berupa pekerjaan pavingisasi di Jalan Kumudasmoro Dalam 6, RT 05\/RW 08, Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, menuai sorotan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Proyek yang dikerjakan oleh CV Harapan Dinata dengan nilai kontrak sebesar Rp149.495.000 tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai gambar perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Berdasarkan informasi serta pemantauan di lokasi, terdapat sejumlah bagian pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan dan RAB.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah pekerjaan konstruksi pada sisi badan jalan. Dalam gambar perencanaan, disebutkan adanya konstruksi beton yang dilengkapi pasangan batu belah serta konstruksi beton bertulang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Konstruksi tersebut juga disebut menggunakan bekisting dari material tripleks dengan ketebalan sekitar 12 hingga 18 milimeter serta dilengkapi besi tulangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, berdasarkan pemantauan di lokasi, sejumlah material dan konstruksi yang tercantum dalam perencanaan tersebut diduga tidak direalisasikan sebagaimana mestinya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Besi tulangan disebut tidak terpasang. Sementara bekisting yang digunakan diduga memanfaatkan tripleks dan kaso bekas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara konstruksi yang dikerjakan di lapangan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen pekerjaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengawas: Item Besi Bertulang Berubah melalui CCO<\/strong><br \/>\n<strong>Terkait sorotan mengenai pekerjaan besi bertulang tersebut, Nugraha, selaku pengawas pekerjaan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, memberikan penjelasan ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut Nugraha, item pekerjaan besi bertulang tersebut telah mengalami perubahan melalui Contract Change Order (CCO).<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Item pekerjaan besi bertulang di CCO menjadi tutup saluran dengan panjang 103 meter,&#8221; ujar Nugraha ketika dikonfirmasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pernyataan tersebut menjadi penting untuk ditelusuri lebih lanjut, khususnya terkait dasar perubahan pekerjaan, volume awal dan volume setelah CCO, spesifikasi teknis yang digunakan, serta dokumen persetujuan perubahan pekerjaan tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan adanya penjelasan tersebut, dugaan tidak terpasangnya besi tulangan sebagaimana tercantum dalam gambar awal perlu dilihat berdasarkan dokumen kontrak terakhir dan CCO yang telah disetujui.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bekisting Barang Bekas dan Puing Bangunan Belum Dijelaskan<\/strong><br \/>\n<strong>Namun, ketika Nugraha kembali dikonfirmasi mengenai persoalan lain yang ditemukan di lapangan, yakni penggunaan material bekas sebagai bekisting, tidak diperoleh penjelasan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pertanyaan juga diajukan terkait dugaan perubahan pekerjaan pasangan batu belah menjadi material berupa puing-puing bangunan, tetapi pertanyaan tersebut juga tidak mendapatkan jawaban dari Nugraha.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tidak adanya penjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan mengenai apakah penggunaan material bekas sebagai bekisting dan penggunaan puing-puing bangunan tersebut memang tercantum dalam dokumen perubahan pekerjaan atau merupakan kondisi pelaksanaan di lapangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pasangan Batu Belah Diduga Diganti Puing Bangunan<\/strong><br \/>\n<strong>Dalam dokumen perencanaan, pekerjaan pasangan batu belah disebut memiliki ukuran tinggi sekitar 0,50 meter, ketebalan 0,25 meter, dengan panjang volume sekitar 98 meter.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dan pemantauan di lapangan, pasangan batu belah tersebut diduga tidak direalisasikan sebagaimana perencanaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebagai gantinya, bagian tersebut diduga menggunakan puing-puing bangunan bekas.<\/strong><br \/>\n<strong>Jika kondisi tersebut benar, perlu dipastikan apakah perubahan material dan metode pekerjaan tersebut telah dituangkan dalam CCO serta memperoleh persetujuan dari pihak yang berwenang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hal ini menjadi penting karena perubahan spesifikasi material dalam suatu pekerjaan konstruksi idealnya harus memiliki dasar administrasi dan teknis yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Papan Nama Proyek Dipertanyakan<\/strong><br \/>\n<strong>Selain persoalan dugaan ketidaksesuaian pekerjaan, keberadaan papan nama proyek juga menjadi sorotan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Informasi yang diterima menyebutkan bahwa papan nama proyek diduga tidak dipasang di lokasi pekerjaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Padahal, papan informasi kegiatan merupakan salah satu sarana transparansi publik yang memungkinkan masyarakat mengetahui informasi dasar proyek, seperti nama kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta informasi terkait lainnya.<\/strong><br \/>\n<strong>Tidak adanya papan informasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai aspek transparansi dan pengawasan terhadap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Publik Menunggu Kejelasan Dokumen CCO<\/strong><br \/>\n<strong>Dengan nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp149,4 juta, masyarakat berkepentingan mengetahui apakah pelaksanaan proyek telah sesuai dengan dokumen kontrak, gambar kerja, RAB, spesifikasi teknis, serta setiap perubahan pekerjaan yang dituangkan dalam CCO.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penjelasan Nugraha bahwa item besi bertulang telah berubah menjadi pekerjaan tutup saluran sepanjang 103 meter melalui CCO menjadi informasi penting yang perlu dikonfirmasi dengan dokumen perubahan kontrak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Publik juga perlu mengetahui apakah pekerjaan pasangan batu belah dan penggunaan material bekas sebagai bekisting mengalami perubahan serupa dan apakah perubahan tersebut telah mendapat persetujuan secara resmi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Apabila seluruh perubahan telah dituangkan dan disetujui secara sah, maka pelaksanaan pekerjaan semestinya mengacu pada dokumen kontrak beserta perubahan terakhir.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebaliknya, apabila terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak maupun CCO, kondisi tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan dan penjelasan lebih lanjut dari pihak yang bertanggung jawab.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Redaksi KompassindoNews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada CV Harapan Dinata, Nugraha selaku pengawas, PPK, maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Penulis: Jemmy<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang \u2014 KompassIndonesiaNews.com Pelaksanaan proyek Urusan Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) pada Dinas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61318,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21,302],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-61317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","category-pemerintahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semarang \u2014 KompassIndonesiaNews.com Pelaksanaan proyek Urusan Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) pada Dinas...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-01T06:30:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260901-WA0107.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB\",\"datePublished\":\"2026-09-01T06:30:13+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-01T06:30:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\"},\"wordCount\":757,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\",\"Pemerintahan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\",\"name\":\"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-01T06:30:13+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-01T06:30:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Semarang \u2014 KompassIndonesiaNews.com Pelaksanaan proyek Urusan Penyelenggaraan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) pada Dinas...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-01T06:30:13+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":1600,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260901-WA0107.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB","datePublished":"2026-09-01T06:30:13+00:00","dateModified":"2026-09-01T06:30:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/"},"wordCount":757,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah","Pemerintahan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/","name":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-01T06:30:13+00:00","dateModified":"2026-09-01T06:30:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/01\/proyek-pavingisasi-disperkim-kota-semarang-diduga-tak-sesuai-gambar-dan-rab\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Proyek Pavingisasi Disperkim Kota Semarang Diduga Tak Sesuai Gambar dan RAB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61319,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61317\/revisions\/61319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61317"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}