{"id":61432,"date":"2026-09-02T08:04:26","date_gmt":"2026-09-02T01:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=61432"},"modified":"2026-09-02T08:18:15","modified_gmt":"2026-09-02T01:18:15","slug":"sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/","title":{"rendered":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff0000;\">\u200e<\/span><strong><span style=\"color: #ff0000;\">JAKARTA<\/span> \u2014\u00a0 <span style=\"color: #0000ff;\">Kompassindonesianews.com<\/span> Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menilai Taman Ismail Marzuki (TIM) kini terlalu \u201cborjuis\u201d mendapat dukungan dari Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMegawati sebelumnya meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mengembalikan fungsi TIM sebagai ruang bagi seniman untuk berkarya. Menurut Megawati, TIM sejak awal dibangun sebagai tempat para seniman mengekspresikan karya dan gagasan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin menilai pernyataan tersebut relevan dengan arah pembangunan Jakarta setelah hadirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ).<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurut Tahyudin yang juga Sekjen Forkabi ini, perubahan status Jakarta menjadi kota global tidak boleh membuat kebijakan pembangunan menjauh dari akar budaya masyarakatnya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cJakarta boleh menjadi kota global, tetapi jangan kehilangan jati dirinya. UU DKJ harus dimaknai sebagai peluang untuk memperkuat identitas Jakarta, termasuk kebudayaan Betawi dan kehidupan para senimannya,\u201d ujar Tahyudin.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eIa menilai TIM seharusnya tidak sekadar menjadi pusat pertunjukan atau kawasan dengan fasilitas seni yang modern. Lebih dari itu, TIM harus kembali menjadi ruang publik yang dapat diakses dan dimanfaatkan seniman untuk menciptakan karya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eUU DKJ Jangan Menghilangkan Identitas Jakarta<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin mengatakan, Jakarta memiliki tantangan besar setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional, Jakarta akan semakin terbuka terhadap berbagai budaya dan kelompok masyarakat.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eNamun, keterbukaan tersebut, menurutnya, harus tetap diimbangi dengan perlindungan terhadap budaya yang tumbuh dan berkembang di Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cJakarta adalah rumah bersama. Semua budaya boleh berkembang. Tetapi jangan sampai budaya Betawi sebagai akar sejarah Jakarta justru kehilangan ruang,\u201d katanya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurut Tahyudin yang juga Ketua Seniman Intelektual Betawi (SIB) konsep kota global seharusnya tidak identik dengan menghilangkan identitas lokal.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eJustru, kata dia, kota global yang kuat adalah kota yang mampu memperlihatkan karakter dan kebudayaan lokalnya kepada dunia.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cKalau Jakarta ingin menjadi kota global, justru budaya Betawi harus semakin terlihat. Orang datang ke Jakarta harus bisa melihat karakter Jakarta, bukan melihat Jakarta sebagai kota yang kehilangan identitas,\u201d ujarnya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200ePerda Kebudayaan Betawi Harus Menjadi Pedoman<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih serius menjalankan amanat Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurutnya, perda tersebut harus menjadi salah satu dasar kebijakan dalam menentukan arah pembangunan kebudayaan Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eIa menilai pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada penggunaan pakaian adat, ornamen Betawi, pertunjukan dalam acara pemerintahan atau festival tahunan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cPemajuan kebudayaan harus menyentuh manusianya. Seniman harus hidup, sanggar harus berkembang, budayawan harus diberikan ruang, dan anak-anak muda Betawi harus punya tempat untuk berkarya,\u201d kata Tahyudin.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eIa menilai semangat pelestarian dan pengembangan budaya harus diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan ruang lebih besar kepada pelaku kebudayaan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eDengan demikian, keberadaan regulasi tidak hanya menjadi dokumen hukum, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eSeniman Betawi Jangan Hanya Jadi Pengisi Acara<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin mengingatkan agar seniman Betawi tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap ketika pemerintah menggelar acara resmi.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurutnya, seniman Betawi harus menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cJangan hanya dipanggil ketika pemerintah membutuhkan penampilan Betawi. Setelah acara selesai, senimannya kembali tidak punya ruang. Ini yang harus kita ubah,\u201d tegasnya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eIa mendorong agar ruang-ruang kebudayaan di Jakarta dapat memberikan akses yang lebih luas bagi seniman Betawi, baik untuk pertunjukan, pameran, diskusi, pendidikan, pelatihan maupun produksi karya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eDalam konteks tersebut, TIM dinilai dapat menjadi salah satu pusat penting bagi perkembangan seni dan kebudayaan Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eBetawi Harus Menjadi Tuan di Kampung Sendiri<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin kemudian menegaskan kembali prinsip bahwa masyarakat Betawi harus menjadi \u201ctuan di kampung sendiri.\u201d<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurutnya, istilah tersebut tidak boleh dipahami sebagai upaya menutup Jakarta dari masyarakat maupun budaya lain.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eSebaliknya, prinsip itu merupakan tuntutan agar masyarakat Betawi tidak kehilangan posisi dan ruang kebudayaan di wilayah yang secara historis menjadi tanah kelahirannya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cMenjadi tuan di kampung sendiri bukan berarti menutup Jakarta. Jakarta adalah milik semua. Tetapi budaya Betawi jangan sampai menjadi tamu di rumah sendiri,\u201d ujarnya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurut Tahyudin, kebudayaan Betawi memiliki kekayaan nilai yang sangat besar, mulai dari tradisi, kesenian, adat istiadat, nilai religius, kekeluargaan, gotong royong hingga kehidupan sosial masyarakat.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eNilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari akar kebudayaan yang dapat memperkuat karakter masyarakat Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cBetawi bukan hanya ondel-ondel, lenong, tanjidor atau kerak telor. Ada nilai kehidupan yang sangat dalam. Ada tradisi, nilai religius, gotong royong, kekeluargaan dan penghormatan kepada orang tua. Itu semua merupakan kekayaan budaya yang harus diwariskan,\u201d katanya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eJangan Sampai Modernisasi Menggusur Kebudayaan<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin menilai pembangunan Jakarta harus mampu mempertemukan modernisasi dengan pelestarian kebudayaan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eMenurut dia, pembangunan fasilitas modern tidak menjadi masalah sepanjang tetap memberikan ruang bagi kebudayaan lokal.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cModernisasi tidak boleh berarti menggusur budaya. Justru fasilitas modern harus digunakan untuk mengembangkan budaya,\u201d katanya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eKarena itu, ia berharap Pramono Anung dan Rano Karno dapat menjadikan momentum kritik Megawati terhadap TIM sebagai bahan evaluasi terhadap seluruh ekosistem kebudayaan Jakarta.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eEvaluasi tersebut, menurutnya, tidak hanya menyangkut pengelolaan TIM, tetapi juga bagaimana ruang kebudayaan lainnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seniman dan budayawan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eUU DKJ dan Perda Betawi Harus Berjalan Bersamaan<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin menilai terdapat hubungan erat antara semangat UU DKJ dengan kebijakan pelestarian kebudayaan Betawi.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eUU DKJ memberikan kerangka bagi Jakarta untuk berkembang sebagai daerah khusus dan kota global, sementara Perda Nomor 4 Tahun 2015 memberikan landasan khusus bagi pelestarian kebudayaan Betawi.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eKeduanya, menurut Tahyudin, tidak boleh dipertentangkan.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cUU DKJ bicara tentang masa depan Jakarta. Perda Kebudayaan Betawi menjaga akar Jakarta. Masa depan dan akar ini harus berjalan bersama,\u201d ujarnya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eIa berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kebijakan kebudayaan yang memberikan porsi lebih besar kepada seniman dan budaya Betawi, tanpa mengurangi ruang bagi kebudayaan lain.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cBudaya lain tetap kita hormati dan Jakarta tetap terbuka. Tetapi budaya Betawi harus memiliki posisi yang kuat. Karena kalau akar budayanya hilang, Jakarta sebagai kota global juga akan kehilangan karakter,\u201d katanya.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200eTahyudin pun kembali menegaskan dukungannya terhadap pesan Megawati agar TIM dikembalikan sebagai ruang berkesenian.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e\u201cTIM harus menjadi rumah seniman. Dan kalau kita bicara Jakarta, maka seniman Betawi juga harus memiliki ruang yang layak di dalamnya. Jangan sampai gedungnya megah, tetapi senimannya justru kesulitan mendapatkan ruang,\u201d pungkas Tahyudin.<\/strong><br \/>\n<strong>\u200e<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Mursalih<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-61407\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_20260902_072002-400x225.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_20260902_072002-400x225.jpg 400w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_20260902_072002-250x140.jpg 250w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_20260902_072002.jpg 636w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eJAKARTA \u2014\u00a0 Kompassindonesianews.com Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-61432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u200eJAKARTA \u2014\u00a0 Kompassindonesianews.com Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-02T01:04:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-02T01:18:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0041.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"476\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"474\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman\",\"datePublished\":\"2026-09-02T01:04:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-02T01:18:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\"},\"wordCount\":980,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\",\"name\":\"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-02T01:04:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-02T01:18:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"\u200eJAKARTA \u2014\u00a0 Kompassindonesianews.com Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-02T01:04:26+00:00","article_modified_time":"2026-09-02T01:18:15+00:00","og_image":[{"width":476,"height":474,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0041.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman","datePublished":"2026-09-02T01:04:26+00:00","dateModified":"2026-09-02T01:18:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/"},"wordCount":980,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/","name":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-02T01:04:26+00:00","dateModified":"2026-09-02T01:18:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/02\/sekjen-bamus-betawi-tahyudin-aditya-uu-dkj-dan-perda-kebudayaan-betawi-jadi-landasan-dukung-megawati-tim-harus-kembali-jadi-rumah-seniman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya: UU DKJ dan Perda Kebudayaan Betawi Jadi Landasan, Dukung Megawati: TIM Harus Kembali Jadi Rumah Seniman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61434,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61432\/revisions\/61434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61432"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}