{"id":61661,"date":"2026-09-05T09:54:29","date_gmt":"2026-09-05T02:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=61661"},"modified":"2026-09-05T09:54:29","modified_gmt":"2026-09-05T02:54:29","slug":"tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/","title":{"rendered":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">BENGKULU<\/span> \u2014 <span style=\"color: #3366ff;\">Kompassindonesianews.Com<\/span> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Tujuh siswa SD Negeri 59 Kota Bengkulu mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG pada Jumat, 4 September 2026.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para siswa yang bersekolah di SDN 59, Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari sakit perut, mual, pusing hingga muntah. Mereka kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Peristiwa tersebut bermula setelah makanan MBG tiba di sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan media lokal, menu yang dibagikan kepada siswa pada hari itu antara lain kentang kukus, olahan ayam berbentuk kaki naga atau sempol ayam, tahu goreng asin, tumis buncis dan wortel, serta buah pisang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Guru mencium aroma tidak sedap<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dugaan adanya persoalan pada makanan mulai terungkap sebelum sejumlah siswa mengalami keluhan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Salah seorang guru SDN 59, Ningrum Hartanto, mengatakan dirinya memiliki kebiasaan memeriksa makanan MBG dengan cara mencium aromanya sebelum dikonsumsi siswa.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Saat pertama memeriksa makanan yang diperuntukkan bagi siswa di kelas 2C, tidak ditemukan persoalan. Namun ketika memeriksa paket makanan yang diperuntukkan bagi guru, Ningrum mencium aroma yang tidak sedap, terutama dari menu olahan ayam.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah. Pihak sekolah selanjutnya mengimbau agar makanan yang sudah datang tidak lagi dikonsumsi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, sebagian siswa ternyata sudah lebih dahulu menyantap makanan tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sekitar 15 menit setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah. Pihak sekolah pun segera mengambil tindakan dengan membawa siswa yang mengalami keluhan untuk mendapatkan pertolongan medis.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tujuh siswa mendapat penanganan medis<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sedikitnya tujuh siswa akhirnya mendapatkan penanganan. Mereka sempat dibawa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum diarahkan menuju IGD Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kondisi tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah, terutama para orang tua siswa. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi merupakan bagian dari program MBG yang seharusnya diberikan dalam kondisi aman dan layak konsumsi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun demikian, pihak sekolah maupun pihak terkait belum memastikan bahwa seluruh keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG. Kepastian penyebab masih menunggu pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sampel makanan dibawa ke BPOM<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk diperiksa. Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadan, menyampaikan bahwa sampel paket MBG telah diserahkan kepada BPOM Provinsi Bengkulu untuk menjalani uji laboratorium.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hasil pemeriksaan BPOM nantinya diharapkan dapat menjawab pertanyaan utama dalam kasus ini: apa sebenarnya yang menyebabkan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>SPPG Padang Jati II yang berada di bawah Yayasan Damar Gizi Bangsa juga akan dievaluasi menyusul kejadian tersebut. Monitoring telah dilakukan ke sekolah, SPPG dan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Distribusi MBG turut diperiksa<\/strong><\/p>\n<p><strong>Langkah pencegahan juga dilakukan terhadap makanan MBG yang telah didistribusikan ke sekolah lainnya. Salah satu laporan menyebut Dinas Kesehatan Kota Bengkulu bersama SPPG melakukan penarikan paket MBG dari 10 sekolah guna mencegah munculnya korban tambahan sembari menunggu hasil pemeriksaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di sisi lain, SPPG juga melakukan pengamanan terhadap dapur produksi dan pengambilan sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penyebab belum dapat dipastikan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sejumlah laporan awal menyebut perhatian mengarah pada menu olahan ayam atau kaki naga\/sempol ayam karena adanya laporan mengenai aroma yang tidak sedap. Bahkan terdapat informasi bahwa pada sebagian sampel makanan tercium bau yang berbeda dan diduga terasa asam.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun, informasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa menu tersebut merupakan penyebab gangguan kesehatan para siswa.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab, penentuan penyebab keracunan atau kontaminasi makanan harus didasarkan pada pemeriksaan dan bukti medis serta hasil laboratorium. Karena itu, hasil uji BPOM menjadi bagian penting dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Program MBG kembali diuji soal keamanan pangan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kasus di SDN 59 Kota Bengkulu ini menambah perhatian terhadap aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Program tersebut dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Karena itu, selain kandungan gizi, proses pengolahan, tingkat kematangan makanan, penyimpanan, hingga distribusi menjadi bagian yang tidak kalah penting.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Untuk kasus SDN 59, perhatian kini tertuju pada hasil pemeriksaan BPOM, evaluasi SPPG Padang Jati II, serta langkah Dinas Kesehatan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hingga Jumat malam, 4 September 2026, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Yang telah diketahui adalah para siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG dan telah mendapatkan penanganan medis.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program makan bergizi bukan hanya diukur dari makanan yang sampai ke meja siswa, tetapi juga dari jaminan bahwa makanan tersebut aman, layak dan memenuhi standar kesehatan sejak dapur produksi hingga dikonsumsi anak-anak.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Pewarta : Feronike.(mimi)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENGKULU \u2014 Kompassindonesianews.Com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Tujuh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-61661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BENGKULU \u2014 Kompassindonesianews.Com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Tujuh...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-05T02:54:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260904-WA01391.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam\",\"datePublished\":\"2026-09-05T02:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-05T02:54:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\"},\"wordCount\":776,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\",\"name\":\"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-05T02:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-05T02:54:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"BENGKULU \u2014 Kompassindonesianews.Com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan. Tujuh...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-05T02:54:29+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260904-WA01391.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam","datePublished":"2026-09-05T02:54:29+00:00","dateModified":"2026-09-05T02:54:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/"},"wordCount":776,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/","name":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-05T02:54:29+00:00","dateModified":"2026-09-05T02:54:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/05\/tujuh-siswa-sdn-59-kota-bengkulu-dilarikan-ke-igd-usai-santap-mbg-guru-cium-bau-tak-sedap-dari-sempol-ayam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tujuh Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG, Guru Cium Bau Tak Sedap dari Sempol Ayam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61661"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61663,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61661\/revisions\/61663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61661"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=61661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}