{"id":62071,"date":"2026-09-11T17:19:34","date_gmt":"2026-09-11T10:19:34","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=62071"},"modified":"2026-09-11T17:19:34","modified_gmt":"2026-09-11T10:19:34","slug":"ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/","title":{"rendered":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Bekasi<\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\">kompassindonesianews.com\/<\/span> \u2014 Di tengah riuhnya ruang digital, satu potongan video dapat bergerak jauh lebih cepat daripada sebuah klarifikasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Begitulah polemik yang menyeret Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pernyataannya yang beredar di media sosial dinilai sejumlah pihak menyinggung dan merendahkan Nabi Muhammad SAW, hingga memantik reaksi warga dan membawa persoalan tersebut ke ranah kepolisian.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Persoalan itu mencuat setelah rekaman video Abah Setu tersebar luas. Dalam video tersebut terdapat sejumlah pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW dan syariat Islam yang kemudian dipersoalkan publik. Beredarnya rekaman tersebut memicu kedatangan sejumlah warga ke lingkungan majelis pada Senin malam, 7 September 2026. Aparat kepolisian turun tangan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Dari Bantahan Menuju Klarifikasi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada tahap awal klarifikasi, Abah Setu disebut membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyatakan bahwa video yang beredar merupakan potongan rekaman yang telah diedit dan bahkan menduga adanya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Namun proses tersebut kemudian bergerak ke tahap mediasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada Kamis, 10 September 2026, Polres Metro Bekasi memfasilitasi pertemuan antara Abah Setu, unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan masyarakat. Pertemuan itu digelar sebagai upaya membuka ruang dialog dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap kondusif.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam forum tersebut, Abah Setu akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang menimbulkan keberatan. Sejumlah laporan juga menyebut adanya komitmen untuk menghentikan kegiatan majelis dan konten media sosial yang dinilai berpotensi memicu persoalan serupa.<\/strong><\/p>\n<p><strong>B. Anwar Abbas: Maaf Diterima, Proses Hukum Jangan Berhenti<\/strong><\/p>\n<p><strong>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merespons permintaan maaf tersebut dengan sikap yang tenang, tetapi tegas.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ia menyatakan memaafkan seseorang yang telah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Namun, menurut Anwar, permintaan maaf secara moral tidak otomatis menghapus kemungkinan adanya konsekuensi hukum apabila dalam peristiwa tersebut memang terdapat dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan kata lain, ruang maaf dan ruang hukum dapat berjalan beriringan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Anwar menilai pernyataan yang dikaitkan dengan Abah Setu telah melampaui batas kepatutan dan dapat menyakiti umat Islam. Ia juga menyoroti ucapan yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai \u201corang Madinah\u201d, yang menurutnya terasa menyakitkan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>C. Polisi Masih Mendalami<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kepolisian belum menyatakan perkara tersebut selesai hanya karena mediasi dan permintaan maaf telah dilakukan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi dan keterangan yang diperoleh dalam proses tersebut masih dalam pendalaman penyidik. Polisi juga terus berkomunikasi dengan para pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Polisi pada saat yang sama meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri, apalagi melakukan aksi yang dapat mengganggu ketertiban.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pesan ini menjadi penting karena persoalan bermula dari sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam ekosistem digital, potongan ucapan dapat kehilangan konteks, lalu berubah menjadi bola salju yang bergerak liar dari satu akun ke akun lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Karena itu, selain proses hukum, persoalan ini juga membawa pelajaran mengenai literasi digital dan kedewasaan bermedia: jangan terburu-buru menyimpulkan sebuah peristiwa hanya dari potongan video yang belum diverifikasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>D. Di Antara Maaf dan Keadilan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pole\u00admik Abah Setu akhirnya berada pada dua jalur yang sama-sama penting.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di satu sisi ada maaf, sebuah sikap yang membuka pintu untuk meredakan emosi, menghentikan pertengkaran, dan memberi kesempatan bagi seseorang untuk memperbaiki diri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di sisi lain ada hukum, sebuah mekanisme negara yang bekerja bukan berdasarkan amarah, tetapi berdasarkan bukti, aturan, prosedur, dan pertanggungjawaban.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keduanya tidak harus dipertentangkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab memaafkan tidak selalu berarti menghapus proses hukum. Dan menjalankan hukum juga tidak harus berarti menghilangkan pintu bagi seseorang untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukanlah amarah yang semakin besar, melainkan kepastian yang lahir dari kebenaran.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di tengah dunia yang begitu mudah tersulut oleh potongan video, barangkali pelajaran terbesar dari polemik ini sederhana:<\/strong><\/p>\n<p><strong>jaga lisan, periksa informasi, hormati keyakinan orang lain, dan biarkan hukum bekerja dengan kepala dingin.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Karena ketika kata-kata telah terlanjur terucap, yang dibutuhkan bukan hanya keberanian untuk meminta maaf\u2014tetapi juga kebijaksanaan untuk mempertanggungjawabkannya.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Jurnalis:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Burhanudin Fajri<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bekasi &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Di tengah riuhnya ruang digital, satu potongan video dapat bergerak jauh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":62072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-62071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bekasi &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Di tengah riuhnya ruang digital, satu potongan video dapat bergerak jauh...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-11T10:19:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260911-WA0100.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1039\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1514\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW\",\"datePublished\":\"2026-09-11T10:19:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-11T10:19:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\"},\"wordCount\":671,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\",\"name\":\"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-11T10:19:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-11T10:19:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Bekasi &#8211; kompassindonesianews.com\/ \u2014 Di tengah riuhnya ruang digital, satu potongan video dapat bergerak jauh...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-11T10:19:34+00:00","og_image":[{"width":1039,"height":1514,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260911-WA0100.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW","datePublished":"2026-09-11T10:19:34+00:00","dateModified":"2026-09-11T10:19:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/"},"wordCount":671,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/","name":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-11T10:19:34+00:00","dateModified":"2026-09-11T10:19:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/11\/ketika-maaf-telah-terucap-hukum-tetap-berjalan-polemik-abah-setu-dan-dugaan-penghinaan-nabi-muhammad-saw\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Maaf Telah Terucap, Hukum Tetap Berjalan: Polemik Abah Setu dan Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62071"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62073,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62071\/revisions\/62073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62071"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}