{"id":62741,"date":"2026-09-19T19:05:35","date_gmt":"2026-09-19T12:05:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=62741"},"modified":"2026-09-19T19:05:35","modified_gmt":"2026-09-19T12:05:35","slug":"the-power-of-saling-mencocokkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/","title":{"rendered":"The Power Of Saling Mencocokkan"},"content":{"rendered":"<h3><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>OPINI<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Bogor,<\/span> <span style=\"color: #0000ff;\">Kompasindonesianews.com<\/span> &#8211; Oleh : Dr. Muslich Taman, Lc., Guru SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Kado Keluarga Bahagia<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ada pasangan yang dahulu merasa sangat cocok, tetapi akhirnya memilih berpisah. Sebaliknya, ada pasangan yang sejak awal menyadari begitu banyak perbedaan di antara mereka, tetapi mampu bertahan puluhan tahun dalam ikatan pernikahan yang penuh ketenangan. Bahkan, hanya kematian yang memisahkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lalu, apa sebenarnya rahasia keutuhan sebuah rumah tangga?<\/strong><br \/>\n<strong>Barangkali kita terlalu sering mencari jawaban pada kata \u201ccocok\u201d. Cocok sifatnya. Cocok karakternya. Cocok hobinya. Cocok seleranya. Cocok cara berpikirnya. Bahkan, sebagian orang berharap menemukan pasangan yang selalu sepemikiran, memiliki kebiasaan yang sama, dan mampu memenuhi hampir seluruh harapan dirinya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Padahal, manusia bukanlah barang produksi massal yang dibuat dengan cetakan yang sama. Setiap orang membawa latar belakang, pengalaman, kebiasaan, karakter, cara berpikir, dan cara merasakan yang berbeda. Karena itu, menemukan seseorang yang benar-benar cocok dalam berbagai hal adalah sesuatu yang nyaris mustahil.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Yang jauh lebih penting dalam pernikahan bukanlah menemukan orang yang selalu cocok dengan kita, tetapi menemukan dua hati yang bersedia saling mencocokkan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bukan Mencari Kesamaan, tetapi Belajar Menyelaraskan Pernikahan sesungguhnya adalah perjumpaan dua dunia. Dua kebiasaan bertemu. Dua karakter bertemu. Dua keluarga bertemu. Dua cara pandang bertemu. Bahkan dua ego bertemu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Maka, jangan heran apabila setelah menikah baru terlihat berbagai hal yang sebelumnya tidak tampak ketika masa pendekatan. Di situlah kedewasaan pernikahan diuji. Apakah perbedaan akan dijadikan alasan untuk saling menjauh, atau justru menjadi kesempatan untuk belajar saling memahami?<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mencocokkan bukan berarti memaksa pasangan berubah menjadi seperti yang kita inginkan. Mencocokkan berarti bersedia menyesuaikan diri tanpa kehilangan prinsip. Mau memahami tanpa harus selalu menyetujui. Mau menerima tanpa berarti membenarkan kesalahan. Ada saatnya suami mengalah. Ada saatnya istri mengalah. Ada saatnya keduanya duduk bersama, menurunkan nada suara, lalu mencari jalan keluar. Sebab, rumah tangga bukan arena perlombaan untuk menentukan siapa yang menang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kalau suami menang atas istrinya, sesungguhnya ia sedang kalah sebagai pasangan. Kalau istri menang atas suaminya dengan merendahkan martabatnya, sesungguhnya ia juga sedang kalah sebagai pasangan. Dalam rumah tangga, kemenangan sejati adalah ketika keduanya berhasil menyelamatkan cinta, kehormatan, dan keutuhan keluarga.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Belajar dari Sepasang Sandal<\/strong><br \/>\n<strong>Ada filosofi sederhana yang sangat menarik dari sepasang sandal atau sepatu. Sandal kanan tidak pernah iri kepada sandal kiri. Begitu pula sebaliknya. Bentuknya mungkin berbeda mengikuti posisi dan fungsi masing-masing. Tetapi keduanya dapat berjalan bersama menuju tujuan yang sama.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mengapa? Karena masing-masing tahu tempatnya. Sandal kanan tidak memaksa menjadi sandal kiri. Sandal kiri tidak menuntut sandal kanan untuk memiliki bentuk yang sama. Keduanya menjalankan fungsi masing-masing dan saling melengkapi. Begitulah seharusnya suami dan istri.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tidak harus sama dalam segala hal. Tidak harus mempunyai hobi yang sama. Tidak harus memiliki cara berpikir yang persis sama. Yang penting, keduanya memahami bahwa perbedaan tidak selalu berarti pertentangan. Berbeda bukan berarti berpisah. Berbeda bisa berarti saling melengkapi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masalah muncul ketika pasangan mulai menjadikan perbedaan sebagai senjata untuk merendahkan. \u201cAku begini karena kamu begitu.\u201d \u201cKamu tidak pernah mengerti aku.\u201d \u201cAku sudah melakukan semuanya, kamu tidak pernah menghargai.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kalimat-kalimat semacam itu, apabila terus dipelihara, perlahan dapat mengikis rasa saling percaya. Karena itu, rumah tangga membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar kecocokan: komitmen untuk saling memahami dan menerima.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cKamu adalah Pakaian Bagiku\u201d Al-Qur&#8217;an menghadirkan sebuah perumpamaan yang sangat indah tentang hubungan suami dan istri: \u201cMereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.\u201d (QS. Al-Baqarah: 187)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pakaian mempunyai fungsi yang luar biasa. Ia menutup. Ia melindungi. Ia menghangatkan. Ia memperindah. Ia menjaga kehormatan. Ia menjadi pelindung tubuh dari panas, dingin, debu dan berbagai gangguan dari luar. Begitu pula seharusnya suami bagi istrinya dan istri bagi suaminya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ketika suami menghadapi tekanan kehidupan, istrilah yang seharusnya menjadi tempat pulang yang menenangkan. Menghibur dan menguatkan. Ketika istri sedang lelah menghadapi berbagai persoalan, suamilah yang seharusnya menjadi tempat bersandar. Menjaga dan melindungi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pasangan bukanlah orang pertama yang membongkar kelemahan kita kepada dunia. Pasangan justru seharusnya menjadi orang yang paling kuat menjaga aib kita. Menjaga rahasia pasangan adalah cinta. Menjaga martabat pasangan adalah kehormatan. Menutupi kekurangan pasangan adalah bentuk kasih sayang. Dan semua itu bernilai pahala.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tentu, \u201cmenutup aib\u201d bukan berarti membiarkan kezhaliman, kekerasan, atau kesalahan serius berlangsung tanpa pertolongan. Dalam keadaan demikian, mencari bantuan dan perlindungan justru merupakan bentuk menjaga keselamatan keluarga. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak semestinya kekurangan pasangan dijadikan bahan cerita kepada tetangga, teman, atau media sosial.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ada persoalan rumah tangga yang cukup diselesaikan di dalam rumah. Atau dibawa ke luar rumah, tetapi benar-benar pada tempat yang tepat. Tidak semua pertengkaran harus memiliki penonton. Tidak semua kesalahan pasangan harus menjadi konsumsi publik. Tidak setiap kesalahan pasangan harus berunjung konflik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ketika Ego Lebih Besar daripada Cinta. Banyak rumah tangga tidak runtuh karena satu persoalan besar. Sebagian justru retak perlahan karena persoalan-persoalan kecil yang tidak pernah diselesaikan. Kata-kata yang menyakitkan. Sikap saling mendiamkan. Keengganan meminta maaf. Kebiasaan membandingkan pasangan. Saling membuka aib. Merasa paling berjasa. Merasa paling benar. Dan yang paling berbahaya: ego yang tidak pernah mau mengalah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di berbagai daerah, angka perceraian terus meningkat. Angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka ada manusia. Ada suami. Ada istri. Ada anak-anak. Ada rumah yang pernah dipenuhi harapan. Ada janji yang pernah diucapkan. Ada kenangan yang tidak mungkin begitu saja dihapus. Karena itu, tingginya perkara perceraian seharusnya menjadi alarm bagi kita semua tentang pentingnya memperkuat ketahanan keluarga.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Keluarga adalah Sekolah Pertama Kehidupan<\/strong><br \/>\n<strong>Para ulama dan para pakar pendidikan keluarga berkali-kali mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama seorang anak belajar tentang kehidupan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di dalam keluarga, seorang anak belajar bagaimana berbicara, bagaimana menghormati orang lain, bagaimana meminta maaf, bagaimana memaafkan, bagaimana menghadapi perbedaan, dan bagaimana mencintai. Termasuk, bagaimana menjaga dan mempertahankan pasangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika setiap hari ia menyaksikan orang tuanya saling merendahkan, ia dapat belajar bahwa konflik diselesaikan dengan kemarahan. Tetapi jika ia menyaksikan ayah dan ibunya berbeda pendapat namun tetap saling menghormati, ia belajar bahwa perbedaan tidak harus berakhir dengan permusuhan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Karena itu, membangun keluarga harmonis sesungguhnya adalah bagian dari membangun masyarakat yang harmonis. Masyarakat yang kuat tidak hanya membutuhkan gedung-gedung yang megah, ekonomi yang tumbuh, dan teknologi yang maju. Ia membutuhkan keluarga-keluarga yang kokoh sebagai fondasi moralnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menikah Itu Bukan Mencari yang Sempurna.<\/strong><br \/>\n<strong>Tidak ada suami yang sempurna. Tidak ada istri yang sempurna. Yang ada adalah dua manusia yang sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, kemudian berjanji untuk berjalan bersama.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Maka, jangan terlalu sibuk menghitung kekurangan pasangan sampai lupa menghitung kebaikannya. Jangan terlalu sering bertanya, \u201cApa yang sudah dia berikan kepadaku?\u201d Sesekali bertanyalah, \u201cApa yang sudah aku berikan kepadanya?\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jangan hanya menuntut untuk dimengerti. Belajarlah memahami. Jangan hanya ingin dihargai. Belajarlah menghargai. Jangan hanya berharap pasangan menjaga perasaan kita. Belajarlah menjaga perasaannya. Dan jangan menunggu pasangan menjadi sempurna untuk kemudian mencintainya. Cintailah dengan kesadaran bahwa pasangan kita adalah manusia yang sedang berproses, sebagaimana kita juga sedang berproses.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pada akhirnya, rumah tangga yang utuh bukanlah rumah tangga yang tidak pernah mengalami perbedaan. Rumah tangga yang utuh adalah rumah tangga yang tahu bagaimana memperlakukan perbedaan. Bukan dua orang yang selalu cocok, tetapi dua orang yang mau saling mencocokkan. Bukan dua orang yang tidak pernah kecewa, tetapi dua orang yang mau saling memaafkan. Bukan dua orang yang tanpa kekurangan, tetapi dua orang yang bersedia saling menerima. Dan bukan dua orang yang tidak pernah bertengkar, tetapi dua orang yang ketika badai datang, memilih untuk berpegangan tangan, bukan saling melepaskan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebab pada akhirnya, pernikahan bukan sekadar tentang siapa yang kita pilih untuk tinggal bersama. Pernikahan adalah tentang siapa yang bersedia kita jaga, siapa yang bersedia kita lindungi, dan siapa yang bersedia kita temani untuk terus belajar menjadi lebih baik hingga akhir perjalanan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tidak mesti cocok. Tetapi mau saling mencocokkan. Di situlah salah satu kunci keutuhan dan keharmonisan suami istri. Wallahu a`lam bis shawab.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>(Rudolf\/Tim)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OPINI Bogor, Kompasindonesianews.com &#8211; Oleh : Dr. Muslich Taman, Lc., Guru SMAN I Rumpin, Penulis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":62742,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-62741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"OPINI Bogor, Kompasindonesianews.com &#8211; Oleh : Dr. Muslich Taman, Lc., Guru SMAN I Rumpin, Penulis...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-19T12:05:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260919-WA0109.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1086\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1172\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"The Power Of Saling Mencocokkan\",\"datePublished\":\"2026-09-19T12:05:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T12:05:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\"},\"wordCount\":1259,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\",\"name\":\"The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-19T12:05:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T12:05:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"The Power Of Saling Mencocokkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"OPINI Bogor, Kompasindonesianews.com &#8211; Oleh : Dr. Muslich Taman, Lc., Guru SMAN I Rumpin, Penulis...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-19T12:05:35+00:00","og_image":[{"width":1086,"height":1172,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260919-WA0109.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"The Power Of Saling Mencocokkan","datePublished":"2026-09-19T12:05:35+00:00","dateModified":"2026-09-19T12:05:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/"},"wordCount":1259,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/","name":"The Power Of Saling Mencocokkan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-19T12:05:35+00:00","dateModified":"2026-09-19T12:05:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/19\/the-power-of-saling-mencocokkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"The Power Of Saling Mencocokkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62743,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62741\/revisions\/62743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62741"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}