{"id":62769,"date":"2026-09-20T11:15:51","date_gmt":"2026-09-20T04:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=62769"},"modified":"2026-09-20T11:15:51","modified_gmt":"2026-09-20T04:15:51","slug":"tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/","title":{"rendered":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">SLEMAN<\/span> \u2014 <span style=\"color: #0000ff;\">KompassIndonesianews.com,<\/span> Perhelatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, dalam seremoni sarat makna di Lapangan Beran, Kompleks Pemda Sleman, Sabtu malam (19\/9\/2026).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Puncak penutupan ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali bahwa kebudayaan Yogyakarta bukanlah sekadar festival tahunan, melainkan jejak makna yang terus hidup dan diwariskan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Acara penutupan FKY 2026 dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-DIY, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, tokoh budayawan, serta ribuan masyarakat yang memadati area festival.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Rangkaian seremoni diawali di Gerbang Utama FKY melalui prosesi pencabutan bilah bambu oleh Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dengan didampingi Kepala Dinas Kebudayaan DIY dan Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Bilah bambu tersebut diserahkan kepada seniman FJ Kunting untuk diarak keliling area pasar FKY menuju Panggung Taling (Utama).<\/strong><\/p>\n<p><strong>Iring-iringan bergaya tradisi dipimpin oleh penari edan-edanan dan FJ Kunting sebagai cucuk lampah, diikuti rombongan Wagub DIY, Bupati Sleman, dan panitia yang mengarak Panji FKY. Alunan gamelan instrumental dari kelompok musik Kiai Kanjeng menyambut kedatangan rombongan saat memasuki panggung utama.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di atas Panggung Taling, Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X membacakan Sambutan Gubernur DIY yang menekankan esensi utama keberlanjutan budaya. Selain itu, ditegaskan juga bahwa berakhirnya FKY bukan berarti selesainya makna kebudayaan yang telah dirajut bersama.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Rangkaian FKY 2026 telah sampai di penghujung. Namun seperti aksara, berakhirnya sebuah rangkaian bukan berarti berakhir pula maknanya,&#8221; ungkap Wagub DIY membacakan sambutan Gubernur.<\/strong><\/p>\n<p><strong>&#8220;Selama festival berlangsung, kita diajak membaca Yogyakarta melalui banyak bahasa\u2014gerak, bunyi, karya, ruang hidup, tradisi, serta perjumpaan antarmanusia. Kebudayaan tidak pernah hadir dalam satu bentuk saja; ia hidup karena terus dibaca, dirasakan, ditafsirkan, dan diwariskan. Semoga FKY tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi jejak yang terus terbaca dan tempat lahirnya aksara-aksara baru kebudayaan Yogyakarta,&#8221; lanjutnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sebagai bagian dari prosesi penutupan, Panji FKY diserahkan kembali secara simbolis oleh Bupati Sleman, untuk kemudian dikembalikan kepada Wagub DIY. Suasana haru dan sakral menyeruak saat tembang &#8220;Lir-Ilir&#8221; dilantunkan secara kolaboratif oleh Kiai Kanjeng dan dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin di lapangan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penutupan FKY 2026 di Sleman semakin semarak dengan rangkaian pertunjukan hiburan rakyat yang menghadirkan berbagai kesenian dan hiburan bagi masyarakat yang hadir.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>(Joni)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SLEMAN \u2014 KompassIndonesianews.com, Perhelatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Daerah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":62772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-62769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SLEMAN \u2014 KompassIndonesianews.com, Perhelatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Daerah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-20T04:15:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260920-WA0017-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan\",\"datePublished\":\"2026-09-20T04:15:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-20T04:15:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\"},\"wordCount\":371,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\",\"name\":\"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-20T04:15:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-20T04:15:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"SLEMAN \u2014 KompassIndonesianews.com, Perhelatan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Daerah...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-20T04:15:51+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260920-WA0017-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan","datePublished":"2026-09-20T04:15:51+00:00","dateModified":"2026-09-20T04:15:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/"},"wordCount":371,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/","name":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-20T04:15:51+00:00","dateModified":"2026-09-20T04:15:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/20\/tutup-fky-2026-di-sleman-wagub-diy-kebudayaan-harus-jadi-aksara-yang-terus-dibaca-dan-diwariskan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutup FKY 2026 di Sleman, Wagub DIY: Kebudayaan Harus Jadi Aksara yang Terus Dibaca dan Diwariskan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62769"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62774,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62769\/revisions\/62774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62769"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=62769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}