{"id":63322,"date":"2026-09-25T21:33:54","date_gmt":"2026-09-25T14:33:54","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=63322"},"modified":"2026-09-25T21:33:56","modified_gmt":"2026-09-25T14:33:56","slug":"ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/","title":{"rendered":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Kulon<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\">Progo<\/span> &#8211; <span style=\"color: #0000ff;\">KompassIndonesianews.com,<\/span> Pendidikan karakter bagi generasi muda dinilai perlu dilakukan melalui kegiatan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kompetisi baris-berbaris, tata upacara, pengibaran bendera, hingga paduan suara dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa sejak usia sekolah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gagasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, dalam talk show pada kegiatan Pasar Bela Negara Sleman edisi ke-43, Jumat (25\/9\/2026). Kegiatan berlangsung di sisi utara Lapangan Pemda Sleman dan dipandu Lina Syafira.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Heru menyampaikan rencana kolaborasi untuk menyelenggarakan berbagai lomba bagi pelajar tingkat SMP, antara lain lomba tata upacara, pengibar bendera, Tonti (Pleton Inti), dan paduan suara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menjadi media pembelajaran yang praktis bagi pelajar. Kompetisi membuat siswa memiliki kesempatan untuk berlatih secara rutin sekaligus menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebangsaan dalam kegiatan nyata.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cDulu itu pembaca Pancasila, UUD 1945 semua bisa hafal karena dilombakan,\u201d kata Heru dalam talk show tersebut.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Gagasan itu juga sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan Sleman yang menempatkan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan prestasi sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. Dispora Sleman sendiri memiliki tugas dalam pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lomba Tonti, tata upacara, dan paduan suara tingkat SMP tidak sekadar mengejar kemenangan. Jika dirancang secara berkelanjutan, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja dalam tim, mengikuti aturan, menghargai peran orang lain, serta tampil percaya diri di depan publik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lomba tata upacara, misalnya, dapat melatih ketepatan prosedur dan kedisiplinan. Tonti mengembangkan kekompakan, konsentrasi, serta kemampuan mengikuti komando. Sementara paduan suara melatih kemampuan mendengar, menyelaraskan suara, dan menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan individu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Model pembinaan melalui kompetisi juga dapat membantu sekolah memberikan kegiatan positif bagi siswa di luar pembelajaran akademik.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hal ini menjadi relevan di tengah kebutuhan untuk menghadirkan lebih banyak ruang aktivitas yang sehat dan produktif bagi generasi muda.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dalam kesempatan yang sama, Heru juga menyampaikan rencana kolaborasi program Pemilihan Juragan Muda yang digagas Dispora Sleman dengan Pasar Bela Negara.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Melalui kolaborasi tersebut, para peserta tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan berwirausaha, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan dukungan modal usaha. Penguatan kapasitas kemudian dilanjutkan melalui program digital marketing sehingga pemasaran produk tidak hanya bergantung pada transaksi secara langsung.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cIni adalah salah satu program yang akan kami kolaborasikan bersama Kesbangpol Sleman melalui Pasar Bela Negara. Mereka kami latih dan beri modal usaha. Semoga kedepannya bisa ikut tampil di Pasar Bela Negara setiap Jumat pagi. Kemudian kami juga ada program digital marketing sehingga tidak terbatas pada jualannya, bisa kapan saja dan di mana saja,\u201d ujar Heru.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Heru mengapresiasi pelaksanaan Pasar Bela Negara karena konsep bela negara dapat diterapkan melalui kegiatan ekonomi masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u201cSaya sangat mengapresiasi program Kesbangpol Sleman melalui Pasar Bela Negara ini bahwa ternyata Bela Negara juga bisa dilakukan dengan mencintai produk lokal,\u201d ujarnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pasar Bela Negara merupakan kolaborasi Kesbangpol Sleman dan Carya Budhi Chantya, lembaga pendamping UMKM.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jika rencana lomba tingkat SMP tersebut direalisasikan secara rutin, sekolah dapat memiliki agenda pembinaan yang terukur sekaligus menjadi ruang pencarian bibit pelajar berprestasi di bidang kepemimpinan, kedisiplinan, seni suara, dan keterampilan baris-berbaris.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk kembali mendekatkan pendidikan karakter dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya memahami nilai kebangsaan sebagai materi yang dihafalkan, tetapi belajar menerapkannya melalui disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dengan demikian, kompetisi antarsekolah tidak berhenti pada perebutan piala, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda Sleman yang aktif, percaya diri, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa serta masyarakat.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>(Joni)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo &#8211; KompassIndonesianews.com, Pendidikan karakter bagi generasi muda dinilai perlu dilakukan melalui kegiatan yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19,21],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-63322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kulon Progo &#8211; KompassIndonesianews.com, Pendidikan karakter bagi generasi muda dinilai perlu dilakukan melalui kegiatan yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-25T14:33:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-25T14:33:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260925-WA0173.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan\",\"datePublished\":\"2026-09-25T14:33:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-25T14:33:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\"},\"wordCount\":588,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\",\"name\":\"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-25T14:33:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-25T14:33:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"Kulon Progo &#8211; KompassIndonesianews.com, Pendidikan karakter bagi generasi muda dinilai perlu dilakukan melalui kegiatan yang...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2026-09-25T14:33:54+00:00","article_modified_time":"2026-09-25T14:33:56+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260925-WA0173.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan","datePublished":"2026-09-25T14:33:54+00:00","dateModified":"2026-09-25T14:33:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/"},"wordCount":588,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/","name":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2026-09-25T14:33:54+00:00","dateModified":"2026-09-25T14:33:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2026\/09\/25\/ini-kata-kadispora-sleman-dulu-itu-pembaca-pancasila-uud-1945-semua-hafal-karena-dilombakan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini Kata Kadispora Sleman, Dulu Itu Pembaca Pancasila UUD 1945 Semua Hafal Karena Dilombakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63324,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63322\/revisions\/63324"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63322"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=63322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}