{"id":8394,"date":"2023-08-03T05:58:41","date_gmt":"2023-08-03T05:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?p=8394"},"modified":"2023-08-03T05:58:41","modified_gmt":"2023-08-03T05:58:41","slug":"kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/","title":{"rendered":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana"},"content":{"rendered":"<p><strong>KompassIndonesianews<\/strong>\u00a0Jakarta -Ahli hukum pidana dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Mompang Panggabean menyebut dua terdakwa kasus dugaan pencurian dan penggelapan mesin las milik PT Newland Steel (NS) Li Shuzen dan Ke Wenxiang bisa lepas dari jerat pidana.<\/p>\n<p>Hal tersebut diungkapkan Mompang saat menanggapi keterangan saksi Chen Xiang King, anak dari Direktur PT Jakarta Mesh Indonesia (JMI) Chen Yingyue di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu 2 Agustus 2023.<\/p>\n<p>Menurut keterangan Chen Xiang King, kedua terdakwa hanya disuruh untuk memindahkan mesin tersebut ke PT Prima Metal Work (PMW) oleh Komisaris PT JMI bernama Chen Yong. Oleh karena adanya perintah tersebut, maka Mompang berpendapat bahwa kedua terdakwa tidak dapat dipidana.<\/p>\n<p>\u201cYang disuruh melakukan (tindak pidana-ted) tidak dapat dipertanggungjawabkan pidana,\u201d ujar Mompang.<\/p>\n<p>Tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana tersebut dikatakan Mompang merujuk pada Pasal 51 KUHP. \u201cBerdasarkan Pasal 51 KUHP melaksanakan perintah jabatan yang diikat oleh atasan penguasa yang berwenang itu tidak dipidana,\u201d kata Pompang.<\/p>\n<p>Mompang menegaskan, apabila kedua terdakwa tidak memiliki mensrea atau sikap batin jahat dalam memindahkan mesin tersebut maka pertanggungjawabannya adalah individual bukan kolektif. \u201cKalau dipertanyakan, dalam hal orang bawahan menjalankan perintah atasan sementara mereka sendiri tidak memiliki mensrea, saya kembali ke sikap pertanggungjawaban pidana yang sifatnya individual bukan kolektif,\u201d ungkap Mompang.<\/p>\n<p>Mompang mengungkapkan, jika kedua terdakwa dikategorikan sebagai turut serta melakukan tindak pidana maka mensrea harus ada pada diri mereka. Jika kedua terdakwa hanya disuruh melakukan maka sesuai konstruksi hukum yang menyuruh melakukan yang memiliki mensrea. \u201cYang menyuruh melakukan memiliki mensrea,\u201d tegas Mompang.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Chen Xiang King, anak dari Direktur PT JMI Chen Yingyue mengungkapkan bahwa kedua terdakwa hanya diperintahkan Komisaris PT JMI bernama Chen Yong untuk memindahkan mesin las tersebut. \u201cChen Yong (yang memerintahkan memindahkan mesin las-red), Komisaris JMI (Chen Yong-red), iya (perintah untuk membongkar-red),\u201d jawab Chen Xiang King melalui penerjemah.<\/p>\n<p>Dalam persidangan tersebut, Chen Xiang King menegaskan bahwa PT JMI sudah mempunyai komitmen untuk membeli PT NS. Bentuk komitmen tersebut adalah dengan memberikan uang muka dan pembayaran pertama sebesar 12,7 juta renminbi (mata uang China). \u201cBulan 10 tahun 2022, di China (pemberian uang muka),\u201d ungkap Chen Xiang King.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-8395\" src=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0101.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"486\" srcset=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0101.jpg 1080w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0101-300x135.jpg 300w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0101-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0101-768x346.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Dalam sidang yang diketua oleh majelis hakim Nelson Angkat, Chen Xiang King sempat ditanya oleh JPU Kejati Banten Rosandi terkait sewa menyewa pabrik antara PT NS dan PT JMI. Sewa menyewa selama hampir dua tahun itu dibenarkan oleh pria yang sudah menetap enam tahun di Indonesia tersebut. Tujuannya untuk keperluan domisili dan pajak. \u201cIya (mengetahui sewa menyewa),\u201d jawab Chen Xiang King.<\/p>\n<p>Uang sewa menyewa tersebut diakui Chen Xiang King akan dikembalikan lagi ke PT JMI. Uang tersebut nantinya akan diperhitungkan sebagai pembayaran pembelian pabrik. \u201cIya (diperhitungkan sebagai pelunasan),\u201d ujar Chen Xiang King.<\/p>\n<p>Chen Xiang King meyakini, proses pelunasan pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Modern, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang akan terlaksana. Sebab, PT JMI masih mempunyai keinginan memiliki pabrik PT NS. \u201cSangat yakin (akan dilakukan pelunasan-red),\u201d kata Chen Xiang King dalam sidang yang disaksikan oleh kuasa hukum terdakwa Didik Feriyanto, SH dan Nuraini, SH .<\/p>\n<p>Chen Xiang King mengatakan, setelah pemberian uang muka dan pembayaran pertama, PT JMI menginvestasikan dana Rp 100 miliar. Kini, PT JMI kini telah memiliki empat sertifikat milik PT NS. Penyerahan sertifikat tersebut telah dilaksanakan di China. \u201cKarena sudah membayar 50 persen, PT NS menyerahkan empat sertifikat untuk meyakinkan PT JMI terhadap transaksi jual pabrik tersebut .Sertifikat itu ada di JMI (saat ini),\u201d tutur Chen Xiang King.(red\/rl)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KompassIndonesianews\u00a0Jakarta -Ahli hukum pidana dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Mompang Panggabean menyebut dua terdakwa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8396,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KompassIndonesianews\u00a0Jakarta -Ahli hukum pidana dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Mompang Panggabean menyebut dua terdakwa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KompassIndonesiaNews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-03T05:58:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0107.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"KompassIndonesiaNews\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\"},\"author\":{\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\"},\"headline\":\"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana\",\"datePublished\":\"2023-08-03T05:58:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-03T05:58:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\"},\"wordCount\":563,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\",\"name\":\"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-03T05:58:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-03T05:58:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"description\":\"Sarana Berita Faktual dan Berimbang\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews.com\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg\",\"width\":1476,\"height\":275,\"caption\":\"KompassIndonesiaNews.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353\",\"name\":\"KompassIndonesiaNews\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png\",\"caption\":\"KompassIndonesiaNews\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompassindonesianews.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com","og_description":"KompassIndonesianews\u00a0Jakarta -Ahli hukum pidana dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Mompang Panggabean menyebut dua terdakwa...","og_url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/","og_site_name":"KompassIndonesiaNews.com","article_published_time":"2023-08-03T05:58:41+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":721,"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/IMG-20230803-WA0107.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"KompassIndonesiaNews","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"KompassIndonesiaNews","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/"},"author":{"name":"KompassIndonesiaNews","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353"},"headline":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana","datePublished":"2023-08-03T05:58:41+00:00","dateModified":"2023-08-03T05:58:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/"},"wordCount":563,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/","name":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana - KompassIndonesiaNews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website"},"datePublished":"2023-08-03T05:58:41+00:00","dateModified":"2023-08-03T05:58:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/2023\/08\/03\/kasus-penggelapan-mesin-dengan-terdakwa-wna-ahli-hukum-dari-uki-sebut-keduanya-bisa-lepas-dari-jerat-pidana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kasus Penggelapan Mesin Dengan Terdakwa WNA, Ahli Hukum Dari UKI Sebut Keduanya Bisa Lepas Dari Jerat Pidana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#website","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","name":"KompassIndonesiaNews.com","description":"Sarana Berita Faktual dan Berimbang","publisher":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#organization","name":"KompassIndonesiaNews.com","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/cropped-cropped-cropped-unnamed-file.jpg","width":1476,"height":275,"caption":"KompassIndonesiaNews.com"},"image":{"@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/477cbe3568f5858ec83748472556d353","name":"KompassIndonesiaNews","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp_Image_2024-02-25_at_15.05.42-removebg-preview-96x96.png","caption":"KompassIndonesiaNews"},"sameAs":["https:\/\/kompassindonesianews.com"],"url":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8397,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8394\/revisions\/8397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8394"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompassindonesianews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}