Bandar Lampung|Kompassindonesianews.com- Perkumpulan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 pada tahun 2026 ini. Berbagai ucapan selamat mengalir dari tokoh, Ketua Umum ABR Indonesia
Ketua Umum Advokat Bela Rakyat Indonesia (ABR I) dalam statement resminya menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah PWDPI selama 4 tahun.
Ketua umum DPP ABR Indonesia Dr. (c) Hermawan, S.H.I., M.H., CM., SHEL, mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-4 kepada Perkumpulan Wartawan Daring Peduli Indonesia (PWDPI). Empat tahun adalah usia kematangan. PWDPI telah membuktikan diri sebagai organisasi wartawan yang tidak hanya cerdas dalam pemberitaan, tetapi juga peduli pada nilai-nilai kebangsaan dan keumatan, ujar Ketua Umum ABR I, Dr. (c) Hermawan, S.H.I., M.H., CM., SHEL dalam keterangannya, Selasa (22/09/2026).
Lebih lanjut, Hermawan menegaskan pentingnya sinergi antara ABR I dan PWDPI dalam mengawal informasi yang sehat di tengah era disrupsi digital.

Hermawan berkata, “Di era disrupsi informasi ini, saya berharap PWDPI tetap istiqomah menjadi penyejuk, menjadi penjernih informasi, dan menjadi mitra strategis umat dalam mengawal pembangunan dan demokrasi,” tambahnya.
Semoga sinergi antara ABR I dan PWDPI terus terjalin erat untuk Indonesia yang lebih bermartabat.

4 Tahun Mengabdi, Mengawal Informasi yang Berimbang dan Bertanggung Jawab.
Semoga PWDPI semakin solid, profesional, dan menjadi garda terdepan dalam melawan hoax serta memperjuangkan kesejahteraan wartawan daring di seluruh Indonesia.
*HARAPAN Ketua Umum ABR I KE DEPAN UNTUK PWDPI*
Di usia ke-4 ini, ABR I menaruh harapan besar agar PWDPI semakin solid dan profesional.
Adapun harapan ke depan untuk PWDPI adalan :
*1. Semakin Profesional & Sejahtera*
Anggota wartawan daring tidak lagi dipandang sebelah mata, memiliki sertifikasi jelas, dan kesejahteraannya diperjuangkan. Ada LBH Pers yang kuat untuk bela anggota.
*2. Menjadi Filter Anti-Hoax*
Di tengah banjirnya berita bohong, PWDPI menjadi rujukan masyarakat untuk berita yang verified, berimbang, dan tidak provokatif.
*3. Solid dari Pusat Sampai Daerah*
Tidak ada lagi sekat antara DPP dan DPC. Program kerja nyata sampai ke daerah, bukan hanya organisasi papan nama di Jakarta saja.
*4. Sinergi Kuat dengan Pemerintah dan Umat*
Menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. Mitra kritis yang membangun, bukan memecah belah.
*5. Melek Teknologi & Ekonomi*
Anggota PWDPI bukan hanya bisa nulis berita, tapi juga mandiri secara ekonomi lewat UMKM media, pelatihan digital, dan koperasi wartawan.
Doa kami: Di usia ke-4, PWDPI bukan hanya besar secara jumlah, tapi besar secara manfaat untuk Indonesia.
(Holidi)















