Banyumas- kompassindonesianews.com
PJ Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro,S.STP.M.Si, hadiri acara Perlon kendran di Bonokeling,5/10/23.
Di tengah anak pututu Bonokeling di dampingi Lurah Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyuams, KARSO, S. Pd. dan Ketua Pokmas Bonokeling ,Sumitro
PJ Bupati yang akrab disapa Hanung, menyapa kurang lebih 300 anak putu Bonokeling yang bersiap akan berangkat berjalan kaki menuju Desa Adiraja Kabupaten Cilacap dengan berjalan kaki kurang lebih 40,km.
Setiap bulan Mulud anak putu Bonokeling melakukan ritual napak tilas dalam rangka memperingati Maulid Nabi, kalau di Bonokeling disebut bada Mulud atau Muludan.
Hari kedua Jumat, 610/23, setelah peserta selesai sowan atau ziarah ke padepokan Kendran, PJ Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc, M.Si
di dampingi Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat,
menyapa semua peserta dan ikut dalam puncak acara yaitu Doa bersama dan di tutup dengan makan bersama.
Di sela-sela kegiatan, mbah Sumitro menerangkan kepada awak media
kompassindonesianews.com
-kegiatan napak tilas adat Bonokeling dilakukan dalam rangka meperingati Kanjeng Nabi Muhamad atau di sebut Bada Mulud, tradisi ini menjadi ritual tahuan,
kalau perlon unggahan atau sadran yang biasanya di adakan menjelang bulan Romadon itu anak putu yang di Cilacap berjalan kaki ke Pekuncen/Bonokeling nah kalau ini yang dari Pekuncen berjalan kaki ke Adiraja, tradisi ini di lakukan berpuluh tahun yang lalu sampai saat ini kami masih tetep menjaga tradisi leluhur walau ada hal-hal yang di maklumi contoh- dulu kalau berjalan kaki itu tidak boleh pake alas kaki, alasanya ya biar menyatu dengan alam tapi sekarang ya di bolehkan saja pake alas kaki tapi yang berkaitan dengan ritual masih kita jaga.
Ditengah peserta nampak Kepala Desa Pekuncen Karso, S. Pd. Melebur dengan peserta yang lain tidak ada jarak apalagi sekat, tutur beliau disaat dimintai keterangan dari awak media kompassindonesianews.com
-terkait kegiatan anak putu Bonoleling, pendapat beliau, ini sangat baik di lakukan, dari sisi silaturahmi maupun dari sisi pelestarian adat dan budaya, apalagi Pekuncen sedang di sorot oleh pemangku kebijakan Desa Pancasila, menurut pendapat beliau anak putu Bonokeling sangat paham sekali nilai- nilai pancasila bahkan bukan hanya faham , dalam kehidupan sehari-hari kami menjalankan serta mengamalkan nilai-nilai pancasila bukan baru-baru tapi dari jaman dahulu, gotong royong, hormat menghormati, teposeliro, jadi bukan hal yang berlebihan bila Pekuncen di sebut Desa Pancasial.
Hari ketiga dalam rangkaian kegiatan, sabtu 7/10/23,
Semua bersiap dari fisik, bekal bawaan , tepat pukul 07-00 semua kesepuahan mengkondisikan kelompoknya untuk melakukan Caos (sungkem), lalu sarapan pagi,
Setelah semua selesai kurang lebih pukul 10, semua kumpul di depan rumah adat bersiap melakukan perjalanan pulang penuju Bonokeling, dari pantauan awak media kompassindonesianews.com
yang ikut mengawal dari hari Kamis hingga hari sabtu, semua peserta sehat dan tidak ada kurang suatu apa, berangkat sehat pulang sehat.
(Haryanto)















