https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Kalurahan Condongcatur, Selenggarakan Kalurahan Inovatif dan Sudah Memiliki 32 Bank Sampah.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon/ Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, D I Yogyakarta, selenggarakan Kalurahan inovatif bertempat di Aula Kalurahan Condongcatur pada hari Rabu 22 Mei 2024.

” Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.I.P, I.P, mengatakan kegiatan hari ini adalah penilaian dari tim juri Kalurahan inovatif Kabupaten Sleman.” Jadi inovatif apa saja yang ada di pemerintahan Kalurahan Condongcatur ini dinilai, salah satunya adalah pengalokasian dana Rp 40 juta per RW.” Jadi ini program bottom-up dari masyarakat, kemudian program oleh pemerintahan Kalurahan Condongcatur berbasis RW ujar Reno.

” Ia menyebut, RW – RW ini merencanakan program kemudian dijadikan program unggulan prioritas bagi pemerintah Kalurahan Condongcatur yang didanai masing – masing RW 40 juta per tahun.” Kemudian yang kedua adalah inovasi pelayanan masyarakat sebelas layanan setiap hari Selasa meliputi, mengurus perpanjangan SIM, STNK, pajak, BPJS kesehatan, donor darah, BNN kemudian juga pelayanan untuk perizinan, ini ada 11 pelayanan tutur Lurah Reno.

” Kemudian yang selanjutnya adalah inovasi untuk pengelolaan sampah, kita mendorong untuk setiap RW itu harus memiliki Bank sampah.” Nah sampai hari ini, kita sudah memiliki 32 Bank sampah tujuannya untuk meminimalisir sampah yang nantinya residu untuk keluar.” Jadi kita bisa manfaatkan sampah yang ada di lingkungan masing – masing, jadi kita pemilahan sampah jadi sampah yang non organik dan sampah yang organik kemudian nanti kita kelola untuk jadikan kompos.

” Lalu sampah plastik dan lain sebagainya nanti kita gunakan seperti yang ada disana itu dibuat kerajinan, ya inilah salah satu upaya bagaimana kita memanfaatkan sampah.” Kemudian nanti sampah itu bisa menjadi biopori, karena sampah daun itu bisa menjadikan pupuk juga itu kita kembangkan.

” Di singgung soal pendaftaran ke Partai lain, selain Partai Golkar Reno berkata kita mengikuti ketentuan yang ada di Partai.” Jadi ada tahapan – tahapan yang ini masih panjang sampai bulan September sehingga kami mengikuti apa yang menjadi masing – masing jadwal apa yang ada di Partai masing – masing.

” Larah Reno, juga memberitahu perhari ini kami sudah mendaftar di Partai Golkar untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Sleman, kemudian ada Partai Gerindra, Nasdem dan kami juga mencoba untuk menawarkan memantaskan diri untuk pencalonan Wakil Bupati Kabupaten Sleman tutup Lurah Reno.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *