Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Dalam rangka memperingati hari Buku Nasional ke -54 yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengadakan berbagai kegiatan diantaranya sosialisasi pemanfaatan Naskah Kuno yang dimiliki oleh masyarakat.
Acara pameran Naskah Kuno ini diselenggarakan di Aula unit 1 Pemkab Sleman pada Jumat 16 Mei 2025, dengan menghadirkan nara sumber masyarakat pemilik Naskah Kuno yaitu Harjuna Pria Husada, S.Pd, dari Kalurahan Sendangadi, Mlati, Sleman dengan peserta audien masyarakat sejumlah 30 orang.
Pak Harjuna, menceritakan Naskah Kuno yang dimilikinya yang berasal dari budenya dan sampai saat ini masih dirawatnya sesuai pengetahuan.
Namun setelah ada penelusuran Naskah Kono yang dilaksanakan oleh, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Pak Harjuna mulai memahami cara merawat Naskah Kuno.

” Kegiatan pameran Naskah Kuno ini dibuka oleh, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan, Ch. Rini Puspitasari, S.P.,M.Si, yang mewakili Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh, Kepala Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Kabupaten Sleman, Rini Puspitasari menjelaskan sosialisasi ini bertujuan bahwa bagi yang memiliki atau mengetahui Naskah Kuno untuk segera menginformasikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Lanjutnya, dalam pameran kali ini kami juga membagikan buku yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman yang berjudul ” Sleman Memang Beda “. Selain itu kepada peserta sosialisasi Naskah Kuno dan sekolah peserta kunjung Pustaka dan jumpa si Ceria,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan selain mengadakan sosialisasi pemanfaatan Naskah Kuno yang dimiliki masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mengadakan kegiatan jumpa si Ceria yang menghadirkan siswa – siswi TK/ PAUD Putra Sembada Sleman berjumlah (30) tiga puluh anak,” tutup Rini.(JN)















