kompasindonesianews.com – Jakarta — Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) kembali menunjukkan eksistensi dan komitmennya dalam membina dan mencetak akademisi serta ilmuwan unggul melalui pelaksanaan kegiatan akademik bergengsi bertajuk Seminar Proposal Disertasi. Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan angkatan pertama tahun akademik gasal 2024/2025, dan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu dan Kamis, 9 hingga 10 Juli 2025. Pelaksanaan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Sekolah Pascasarjana UHAMKA, Jakarta.
Seminar ini merupakan salah satu tahap penting dalam proses penyusunan disertasi jenjang doktoral. Tujuannya adalah untuk menguji kelayakan dan kesiapan proposal penelitian yang diajukan oleh para mahasiswa doktor. Selain sebagai forum akademik, kegiatan ini menjadi ruang ilmiah yang strategis untuk mempertajam argumentasi keilmuan, memperkaya kontribusi teoritik maupun praktis, serta memperluas wawasan penelitian yang relevan dengan dinamika dan tantangan pendidikan kontemporer.
Pada hari pertama, Rabu, 9 Juli 2025, empat mahasiswa tampil dengan tema-tema disertasi yang sarat inovasi dan menjawab isu-isu pendidikan di era digital.

Abdul Hasan membuka sesi pertama dengan memaparkan proposal berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital dalam Meningkatkan Motivasi Belajar.” Di bawah bimbingan Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, M.Pd. dan Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd., Abdul Hasan diuji oleh Prof. Dr. Sri Astuti, M.Pd. dan Dr. Ishaq Nurdin, M.Pd. Penelitiannya berfokus pada strategi pembelajaran digital yang bertujuan membangkitkan semangat belajar peserta didik secara aktif dan partisipatif.
Kemudian, Hani Arie Rachmanie menyajikan proposal bertajuk “Pengembangan Pendekatan Pembelajaran ADLX Berbasis Digital di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta.” Proposal ini dikembangkan bersama promotor Prof. Dr. Bunyamin, M.Pd. dan ko-promotor Dr. Ishaq Nurdin, M.Pd., serta diuji oleh Prof. Dr. Sri Astuti, M.Pd. dan Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd. Hani menyoroti bagaimana pendekatan ADLX berbasis digital mampu menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini yang adaptif dan fleksibel.
Selanjutnya, Ika Putri hadir dengan judul proposal “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Digital dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa.” Dalam penelitiannya, Ika menggagas strategi penguatan pendidikan kewirausahaan berbasis teknologi digital untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik. Ia dibimbing oleh Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, M.Pd. dan Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd., serta diuji oleh Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Pd. dan Dr. Ishaq Nurdin, M.Pd.
Sebagai penutup hari pertama, Mulyadi menyampaikan proposal dengan topik “Pengembangan Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Kesetaraan.” Disertasi ini menggali praktik kepemimpinan transformatif dalam memperkuat layanan pendidikan non-formal berbasis masyarakat. Mulyadi dibimbing oleh Prof. Dr. Sri Astuti, M.Pd. dan Dr. Syamsul Maarif, M.Pd., serta diuji oleh Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, M.Pd. dan Dr. Ishaq Nurdin, M.Pd.
Memasuki hari kedua, Kamis, 10 Juli 2025, seminar kembali dilanjutkan dengan empat mahasiswa yang tidak kalah antusias menyampaikan proposal penelitian mereka.
Tri Handito memulai sesi dengan topik “Pengembangan Modul Pembelajaran Teaching Factory Berbasis Computational Thinking untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kreatif, dan Pemecahan Masalah di Sekolah Menengah Kejuruan.” Penelitian ini menekankan penguatan literasi computational thinking di SMK melalui model pembelajaran berbasis praktik Teaching Factory. Tri dibimbing oleh Prof. Heri Mulyono, Ph.D. dan Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd., serta diuji oleh Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, M.Pd. dan Dr. Abdul Akbar, M.Si.
Yanthi Haryati melanjutkan dengan proposal berjudul “Transformasi Kurikulum Kebaharuan Berbasis Pendekatan Holistik di Sekolah Dasar Hang Tuah, Jakarta.” Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam merancang kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter, akademik, dan keterampilan abad ke-21. Proposal ini dibimbing oleh Prof. Gunawan Suryoputro, M.Hum. dan Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd., serta diuji oleh Prof. Heri Mulyono, Ph.D. dan Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd.
Berikutnya, Luthpi Safahi menyampaikan proposal bertajuk “Pengembangan Modul Pembelajaran STEM Berbasis Digital Scaffolding dan Computational Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif dan Berpikir Kritis-Sistematis Siswa Sekolah Menengah.” Dengan dibimbing oleh Prof. Heri Mulyono, Ph.D. dan Dr. Budhi Akbar, M.Si., serta diuji oleh Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, M.Pd. dan Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd., Luthpi menawarkan pendekatan STEM yang kolaboratif dan berpijak pada penguatan berpikir reflektif dan sistematis.
Menutup rangkaian seminar, Adhy Setia Putera menyajikan proposal dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Green School dalam Upaya Membangun Kesadaran Lingkungan dan Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMP Budi Mulia Tangerang.” Adhy menggagas penerapan nilai-nilai pendidikan lingkungan berbasis konsep sekolah hijau sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran. Ia dibimbing oleh Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Pd., dan diuji oleh Prof. Heri Mulyono, Ph.D. serta Dr. Ihsana El Khuluqo, M.Pd.
Seluruh proses seminar proposal ini secara resmi disahkan dan berada di bawah pengawasan langsung Direktur Program Pascasarjana UHAMKA, Prof. Dr. Ade Hikmat, M.Pd. Kehadiran para promotor, ko-promotor, dan penguji menunjukkan keseriusan institusi dalam menjaga mutu akademik dan kualitas riset mahasiswa doktoral.
(Nursalim Turatea).















