https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hadiri Upacara Adat Saparan Bekakak, Wakil Bupati Danang Maharsa Dorong Pelestarian Tradisi dan Budaya Kabupaten Sleman

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa menghadiri kegiatan upacara adat Saparan Bekakak yang diselenggarakan oleh Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon/Kecamatan Gamping, Sleman pada Jumat 8 Agustus 2025.

Acara ini, berlansung di Lapangan Kalurahan Ambarketawang. Tradisi tersebut digelar rutin setiap tahun ini, dihadiri ribuan penonton baik masyarakat sekitar maupun dari luar.

Dalam pelaksanaannya, upacara adat Saparan Bekakak diawali dengan prosesi upacara adat yang diikuti oleh seluruh Bregodo disertai dengan prosesi pecah kendi sekaligus pelepasan burung merpati putih ke udara.

Kemudian prosesi dilanjutkan dengan kirab Bregodo, dengan membawa sejumlah sesaji Bekakak yang juga diikuti oleh arak – arakan ogoh – ogoh menuju Gunung Gamping.

” Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa acara Saparan Bekakak ini merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga dan memiliki makna yang besar khususnya bagi warga masyarakat Kalurahan Ambarketawang, Gamping ini,” ujar Danang.

Ia menyebut, Saparan Bekakak ini juga merupakan simbol rasa syukur masyarakat Ambarketawang kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dilakukan melalui tradisi dengan harapan mendapatkan berkah, dijauhkan dari mara bahaya, tanah yang subur, kesehatan, kemuliaan, keselamatan, dan rezeki yang berlimpah,” terangnya.

Danang juga menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan ini, menunjukkan semangat dan kesungguhan semua elemen masyarakat dan Pemerintah dalam melestarikan adat budaya yang luhur.

” Upacara adat Saparan Bekakak ini, menunjukkan semangat dan kegembiraan warga dalam kerukunan dan kebersamaan di masyarakat Ambarketawang,” tambah Danang.

Ia berharap semua upaya yang telah dilakukan ini, juga dapat melestarikan seni tradisi dan kebudayaan di wilayah Kabupaten Sleman dan Yogyakarta pada umumnya.

Prosesi tersebut diakhiri dengan penyembelihan sepasang Bekakak yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah, penyembelihan tersebut dilakukan di Petilasan Gunung Gamping.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *