https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Wujudkan Masyarakat Gemar Membaca, DPK Sleman Kembali Gelar Bedah Buku The Butterfly Effect

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, kembali menggelar bedah buku berjudul The Butterfly Effect kepakan sayap kebaikan di setiap detak kehidupan. Acara bedah buku kali ini, diselenggarakan di Aula Kalurahan Condongcatur, Kapanewon/Kecamatan Depok, Sleman pada Selasa 12 Agustus 2025.

Acara bedah buku yang mengambil judul The Butterfly Effect ini, dibuka secara lansung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Dra. Shavitri Nurmala Dewi sekaligus memberikan sambutannya.

Kadis menyampaikan bahwa peserta dapat membaca, menelaah dan mendalami isi bukunya. Ia menyebut bedah buku yang berjudul The Butterfly Effect diharapkan dapat menjadi perubahan kecil yang bisa berdampak besar masyarakat bisa menuju ke kebahagian hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, selaku tuan rumah memberikan sambutan dalam acara ini. Reno menyambut baik acara bedah buku ini, kebutuhan informasi yang diperoleh dari buku sangat di butuhkan oleh masyarakat di wilayah Kalurahan Condongcatur dan sekitarnya,” kata Reno.

” Rini Puspitasari, selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Kabupaten Sleman, melaporkan jumlah peserta ada 50 orang 30 parsen laki – laki dan 64 parsen perempuan,” ucapnya. Ia menjelaskan peserta terdiri dari mahasiswa, wiraswasta, ibu rumah tangga, dan masyarakat umum. Dengan adanya bedah buku ini, diharapkan peserta mengikuti dengan seksama meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan kemampuan gemar membaca bagi masyarakat.

Ali Imrom, anggota Banmus DPRD Kabupaten Sleman dari Komisi D yang turut hadir menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam masa penjajahan. Dimana masyarakat banyak di pengaruhi dengan adanya konsumsi minuman keras, ia menambahkan bahwa penyusunan Raperda tentang minuman keras ini juga diarahkan sebagai bentuk perlindungan terhadap visi besar bangsa menuju Indonesia emas 2045.

Menurutnya, regenerasi yang sehat dan unggul hanya dapat tumbuh dalam lingkungan sosial yang terbebas dari candu dan kehancuran moral akibat minuman keras. Ali menyebut perlu adanya pengalihan pemikiran masyarakat, melalui bahan bacaan yang bermutu.

Sedangkan, Nur Laila, seorang penulis dan konselor mengulas mengenai buku Butterfly Effect. Nur menyampaikan, Allah akan membalas kebaikan setiap orang sebesar dzarahpun jangan lelah berbuat baik, perlu silaturahmi akan membuka pintu keberkahan dan kebaikan.

Kesenangan berbeda dengan kebahagian, kesenangan berasal dari luar, kebahagian berasal dari dalam. Lanjutnya, kebahagian memiliki tiga kunci yaitu kebahagian perlu kunci spiritual yang berasal dari Alkah. Kunci sosial ada pemberi bagi semua manusia, kunci mental jadilah mental kuat bahagia akan terwujud,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *