Kompassindonesianews.com
Palembang, 14 November 2025 —
Peringatan Yaumil Milad Buya Dr. Muhammad Syekh Nur Ali Al-Kholidi, S.Ag., M.Hum., penerus Mursyid ke-36 Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah, yang berlangsung pada 11 November 2025 di Palembang, menjadi momentum penuh keberkahan bagi jama’ah dan khalifah Thariqah Naqsyabandiyah Al-Jalaliyah (TNAJ) di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Sanad dan Silsilah Ruhani Para Wali Allah
Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah merupakan cabang dari Thariqat Naqsyabandiyah yang berakar dari ajaran agung Sayyiduna Khawajah Baha’uddin Naqsyaband Al-Bukhari (w. 791 H). Jalur ini diteruskan oleh para mursyid besar, termasuk Syekh Khalid Al-Baghdadi (w. 1242 H), seorang ulama sufi terkemuka dari Kurdistan yang memperbaharui dan menyebarkan ajaran Naqsyabandiyah ke berbagai wilayah dunia Islam.
Dari beliau, sanad keilmuan dan ruhaniyah thariqah mengalir hingga para mursyid di Nusantara. Salah satu penerusnya adalah Syekh Salman Daim, yang dikenal sebagai Mursyid ke-36 Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah. Beliau kemudian meneruskan bimbingan ruhani kepada putra beliau, Buya Dr. Muhammad Syekh Nur Ali Al-Kholidi, yang kini menjadi penerus perjuangan dan pembawa amanah thariqah di Indonesia dan mancanegara.
Buya dikenal sebagai ulama sufi-intelektual yang memadukan kedalaman dzikir dengan keluasan ilmu, serta membimbing umat melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan akhlak.
Kehormatan Besar untuk Jama’ah Palembang
Kehadiran Buya Dr. Muhammad Syekh Nur Ali Al-Kholidi bersama putri tercinta beliau dan rombongan menjadi suatu kehormatan besar bagi jama’ah Thariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah di Palembang. Suasana haru dan syukur menyelimuti seluruh hadirin ketika Buya tiba di lokasi acara yang diadakan di Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan, Jl. Masjid Lama RT 017/RW 016, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Syekh Muda Zikri dan Syekh Muda Jauhari, yang turut mengiringi kegiatan spiritual dan liputan acara milad ini. Kehadiran mereka memperkuat sinergi dakwah antara pesantren, media Islam, dan jama’ah tarekat.
Peringatan Milad Penuh Dzikir dan Makna
Acara Yaumil Milad berlangsung khidmat dengan pembacaan dzikir, hizib thariqah, dan tausiah rohani. Ratusan jama’ah, santri, dan masyarakat dari berbagai daerah menghadiri acara ini sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada guru mursyid serta penerus sanad ruhani yang menjadi penerang zaman.
Dalam tausiah beliau, Buya Dr. Muhammad Syekh Nur Ali Al-Kholidi menegaskan bahwa usia bukan sekadar hitungan tahun, tetapi perjalanan menuju kedewasaan ruhani.
“Milad adalah muhasabah diri — sejauh mana kita menjaga adab kepada Allah, Rasulullah, dan para mursyid. Barang siapa menjaga adab, niscaya Allah menjaga hatinya.”
Tarekat sebagai Penjaga Moral Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Buya Nur Ali juga menyampaikan pesan kebangsaan dan spiritual bagi umat Islam Indonesia:
“Tarekat bukan hanya jalan dzikir, tetapi jalan menjaga moral bangsa. Di tengah dunia yang kehilangan arah, tarekat menjadi benteng nilai — agar manusia tetap beradab, pemimpin tetap amanah, dan rakyat tetap berpegang pada kejujuran. Jalan ruhani bukan pelarian, melainkan kekuatan untuk menata negeri dengan cahaya hati.”
Pesan tersebut mendapat sambutan haru dari jama’ah. Bagi para murid, kata-kata Buya menjadi pengingat bahwa dzikir dan akhlak tak dapat dipisahkan dari pengabdian sosial dan cinta tanah air.
Tokoh dan Khalifah TNAJ Hadir Penuh Kekhidmatan
Acara turut dihadiri oleh para tokoh dan khalifah TNAJ Palembang, di antaranya: Kh. Yunus karim, Syekh Muda Aminsyah, Kh. Muhammad yusuf, Syekh Junaidi Al- Baghdadi, Syekh hasan ma’sum, Kh. Nurhasan, Syekh muda abdul majid
Dalam sambutannya, Syeh Muda Juned Al-Baghdadi menyampaikan rasa syukur dan penghormatan.
“Buya adalah lentera rohani bagi kami. Dalam setiap bimbingannya, beliau menanamkan keseimbangan antara dzikir dan amal, ilmu dan adab. Kami bertekad menjaga amanah thariqah ini dengan penuh cinta dan istiqamah.”
Acara ditutup dengan sholawat thariqah dan doa bersama. Para jama’ah merasakan keteduhan batin dan semangat baru untuk memperkuat keikhlasan dalam menjalani jalan ruhani Naqsyabandiyah.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keberkahan kepada guru mursyid kami, Syekh Salman Daim, dan kepada putra penerusnya, Buya Dr. Muhammad Syekh Nur Ali Al-Kholidi.
Kuatkanlah kami untuk istiqamah dalam dzikir dan adab, dalam kebenaran dan keikhlasan.
Satukan hati para khalifah dan jama’ah dalam cinta-Mu, dan jadikanlah thariqah ini cahaya bagi negeri, penerang bagi umat, dan jalan menuju ridha-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Penulis: Komarudin
Panglima laskar santri sum-sel















